Rute Dua: Kita Bicara Lingkungan
Diposkan oleh rizkidwika

20 Desember 2010
Rute Dua, Hari Kedua

Sebelumnya maaf bagi pembaca yang ngikutin ekspedisi BIRU ini karena gue jarang update. PERTAMA: Gue abis ngurusin buku tahunan sekolah gue. KEDUA: Di era yang serba canggih ini, rumah gue belom dipasang internet. Jadi gue harus pergi berkelana mencari warnet-warnet yang keren dan mumpuni (ajib banget bahasa gue, berasa tabloid pulsa). Maka dari itu, dengan ikutan Kompetisi WEB Kompas MuDA & Aqua It’s About Us; Air untuk Masa Depan, kalo menang gue bakal beli lappie buat modal kuliah di Universitas Indonesia, aamin!
Bytheway, gue juga jadi rada gila. Di otak gue sekarang ini tercantum banyak sekali pertanyaan KENAPA.
KENAPA RANKING ALEXA BLOG GUE NGGAK NAIK-NAIK?
KENAPA TIMNAS INDONESIA KALAH SAMA MALINGSIA?
KENAPA CINTA FITRI SEASON 7 PINDAH KE INDOSIAR?
KENAPA HATIKU CENAT-CENUT TIAP ADA KAMU?
KENAPA, TUHAN, KENAPA?!

Ehm. Setelah melanglang buana di sekitar Summarecon Bekasi, sekarang gue melanjutkan rute kedua, melintasi Jalan Kalibaru Timur atau perkampungan di Rawa Bambu dan sekitarnya. Setelah sebelumnya gue menitikberatkan kepada ironi kehidupan di Kota Bekasi, kali ini gue akan lebih mengangkat tema lingkungan. Here we go!


Perjalanan gue diteruskan , kali ini gue melihat banyak sekali eceng gondok yang tumbuh menutupi permukaan kali. Dari eceng gondok itu, dapat disimpulkan bahwa kali di sana dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga, terutama DETERJEN. ya, deterjen sebagai konsumsi langganan harian ibu-ibu merupakan penyebab mengapa kali bisa ditumbuhi eceng gondok. Lihat nih deterjen yang dibuang langsung ke kali!


Penggunaan deterjen yang besar-besaran dapat merangsang tumbuhnya tanaman indikator biologis pencemaran lingkungan ini. Jika tanaman ini tumbuh subur, maka tanaman ini akan menutupi cahaya matahari masuk ke dalam kali, dan jika tanaman ini mati, hal ini akan menyebabkan pendangkalan kali. Akibatnya? Yaa, hujan sebentar langsung banjir..


Setelah dari sana, lagi-lagi gue menemukan plang himbauan dari Kementrian Lingkungan Hidup kepada masyarakat UNTUK TIDAK MEMBUANG SAMPAH DI SALURAN KALI, namun LIHAT APA YANG SEBENARNYA TERJADI.
Tepat di belakang plang tertapat sampah-sampah yang mbleber di bahu kali. Nggak bisa dipungkiri, sungai atau kali emmang udah jadi tempat favorit bagi masyarakat kita untuk buang sampah. Apa akibatnya? Banjir lagiii, banjir lagiiii.


Rute dua telah gue selesaikan dengan terbengong-bengong.
APA INI WAJAH KOTA PERAIH ADIPURA 2010?!
APA INI KELAKUAN WARGA BERSLOGAN KOTA PATRIOT?!
Saya sebagai warga Bekasi yang turut ikut serta dalam peraihan Adipura 2010 sedikit kecewa, seharusnya kita bisa lebih memperhatikan kebersihan kota sampai ke sudut-sudut terkecilnya, bahkan kali sekalipun.

IT'S ABOUT US, AIR UNTUK MASA DEPAN!

Photo

28/12/2010

di 10:18


Label:

Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA
Diposkan oleh rizkidwika

Ada kabar baik nih.
Desember hingga Januari, gue akan menghidupkan kembali blog nista ini lagi loh! Hitung-hitung refreshing dan nyolong-nyolong waktu belajar buat SNMPTN, gue punya proyek nulis yang lumayan buat ngisi liburan tahun baru 2011. Proyek ini gue sebut dengan EKSPEDISI BIRU.

Ekspedisi BIRU adalah kegiatan liputan langsung seorang pelajar galau yang akan menelusuri pemanfaatan dan kehidupan masyarakat pinggir kali di Inspeksi Kali Bekasi hingga Kanal Banjir Timur di Jakarta. Selain buat ngisi waktu luang, proyek ini gue lakukan sekaligus untuk nambah wawasan dan dalam rangka mengikuti Kompetisi Web Kompas MUDA & Aqua yang bertemakan It’s About Us: Air untuk Masa Depan.

Intinya, selama liburan gue bakal update blog ini seminggu sekali dengan laporan perjalanan gue menelusuri Inspeksi Kali Bekasi – Kanal Banjir Timur.
Jadi, SELAMAT DATANG DI HALAMAN UTAMA EKSPEDISI BIRU.



-------------------------------------------

Photo

22/12/2010

di 20:12


Label:

Rute Satu: Dan Perjalanan Dimulai..
Diposkan oleh rizkidwika

17 Desember 2010
Rute Satu, Hari Pertama

Nggak seperti biasanya, sepulang dari sekolah, gue menyempatkan untuk main sebentar ke belakang Stasiun Bekasi untuk memulai perjalanan individual yang gue beri nama Ekspedisi BIRU; Air untuk Masa Depan.

Setelah mengendarai motor kira-kira lima belas menit, akhirnya gue sampai di belakang Stasiun Bekasi. Perjalanan kali ini akan melewati terusan Jalan Kalibaru yang jalanannya seperti di bulan, rusak berat dan bopeng-bopeng. Mana habis hujan, alhasil jalanan jadi super becek. (EHM, MASUKAN UNTUK PEMKOT BEKASI, MOHON DIPERHATIKAN, TERIMA KASIH..)


Sambil melihat ke arah kali, gue mengendarai motor dengan amat pelan. Seperti kali-kali kebanyakan di Indonesia, saluran dari Kali Bekasi ini bewarna coklat butek. Ditambah lagi adanya sampah-sampah warga yang mbleber ke kali, standar sungai di Indonesia banget ini sob!

Gue pacu lagi motor gue. Nggak lama, gue melewati lokasi proyek Summarecon Bekasi yang lagi digembar-gemborin bakal jadi perumahan paling elite di Bekasi. Ya, gue ada disana. Sebelah kanan gue ada perumahan berkonsep megah yang lagi dibangun, dan sebelah kiri gue ada kali, dan di seberang kirinya ada perkampungan warga kecil yang rumahnya berkonsep hidup segan mati tak mau. ‘Agak’ ironis, ya?


Oke, mari kita lupakan tentang ironi-ironi kehidupan itu.
Gue percepat laju motor gue, hingga gue menemukan pemandangan yang unik. Ada sebuah papan himbauan dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk tidak membuang sampah di saluran kali YANG TERLETAK BERSEBELAHAN dengan dua tempat penampungan sampah yang cukup besar dan sampahnya tercecer sampai ke aliran kali. Gue nggak tahu harus ngomong apa. Gue cuma bisa moto.



Tadinya gue mau sekalian mewawancarai warga sekitar, namun tiba-tiba hujan deras turun dengan menggilanya. Gue pulang ke rumah dengan basah kuyup.
Sebuah cobaan di ekspedisi hari pertama,
Alhamdulillah.

Photo

21/12/2010

di 11:55


Label:


Ekspedisi BIRU dalam rangka mengikuti Kompetisi Web Kompas Muda & AQUA -It's About Us; Air untuk Masa Depan- yang total jaraknya kira-kira sepanjang tujuh kilometer ini akan dibagi menjadi lima rute, yaitu

RUTE SATU
Belakang Stasiun Bekasi – Depan Summarecon Bekasi


RUTE DUA
Jl. Kalibaru Timur (Perkampungan Belakang Stasiun Kranji)


RUTE TIGA
Akses Masuk Perumahan Harapan Jaya Bekasi


RUTE EMPAT
Pondok Ungu, Belakang Pabrik PT Aqua Golden Mississippi


RUTE LIMA
Jalan Tikus Menuju Jakarta – Kanal Banjir Timur.

Photo

di 11:39


Label:

Ekspedisi BIRU
Diposkan oleh rizkidwika

Ada kabar baik nih.
Desember hingga Januari, gue akan menghidupkan kembali blog nista ini lagi loh! Hitung-hitung refreshing dan nyolong-nyolong waktu belajar buat SNMPTN, gue punya proyek nulis yang lumayan buat ngisi liburan tahun baru 2011. Proyek ini gue sebut dengan EKSPEDISI BIRU.

Ekspedisi BIRU adalah kegiatan liputan langsung seorang pelajar galau yang akan menelusuri pemanfaatan dan kehidupan masyarakat pinggir kali di Inspeksi Kali Bekasi hingga Kanal Banjir Timur di Jakarta. Selain buat ngisi waktu luang, proyek ini gue lakukan sekaligus untuk nambah wawasan dan dalam rangka mengikuti Kompetisi Web Kompas MUDA & Aqua yang bertemakan It’s About Us: Air untuk Masa Depan.

Intinya, selama liburan gue bakal update blog ini seminggu sekali dengan laporan perjalanan gue menelusuri Inspeksi Kali Bekasi – Kanal Banjir Timur.
Jadi, SELAMAT DATANG DI HALAMAN UTAMA EKSPEDISI BIRU.



-------------------------------------------

Photo

18/12/2010

di 14:35


Label:

Cinta Fitri Season 7?
Diposkan oleh rizkidwika


Malam-malam berjalan begitu lama, sunyi, dan garing.

Itulah yang gue rasa sejak lenyapnya Cinta Fitri season 6 dari SCTV beberapa hari terakhir. Ya, memang saat ini Cinta Fitri sedang break syuting untuk rapat mengenai jalan cerita selanjutnya sekaligus dalam suasana berduka semenjak kepergian Ida Kusumah, pemeran Oma dalam sinetron berdurasi 90 menit ini.

Bagi yang baru kenal gue, pasti kalian akan nyangka begini; Hah? Cowok suka sinetron? Helllloooow, jaman gitu?!

Bukan, bukan. Gue mau mengklarifikasi kalau semua itu salah. Gue nggak suka Cinta Fitri, gue cuma terjebak dalam ceritanya dan ingin tahu tamatnya kaya gimana *spik!, haha. FYI, gue udah didaulat oleh temen dan guru sebagai pe-Cinta Fitri nomor satu di sekolah gue. Gue nggak tahu harus bangga atau malu.

Ngomong-ngomong, berdasarkan pantauan dari twitternya Cinta Fitri, rencananya mereka bakal bikin lanjutan Cinta Fitri sampai 1000 episode, dan mereka juga ingin mendaftarkan ke MURI sebagai ‘sinetron dengan seribu episode dengan rating tinggi’. Walah-walah..

Then, belakangan ini gue sering banget berkhayal, terutama berkhayal menjadi orang yang tajiiiiiiiir mampus ngalahin Aburizal Bakrie, si bapak-bapak berdagu eksotis. Dan gue berkhayal gue kerja di MD entertainment, production house milik keluarga Punjabi, lalu seketika mereka bangkrut karena sinetronnya jelek, dan gue tiba-tiba berkhianat, lalu mendirikan production house baru bernama RD entertainment, lalu saham MD entertainment gue borong semua, dan gue bakal bikin CINTA FITRI jadi ratusan episode, masuk bioskop, dilirik Hollywood, masuk box office, dan waktu episode final 11,111 episode, gue bikin skenario waktu mereka lagi berantem dan rebutan harta keluarga Hutama, tiba-tiba langit memerah, gunung beterbangan, langit terbelah, kiamat kubro, TAMAT.

Mimpi gue ketinggian ya?



Photo

06/12/2010

di 10:40


Label:

Kunjungan Tidak Rutin
Diposkan oleh rizkidwika

HUAAAAAAAAAAAAAH
Blog gue penuh dengan sarang laba-laba, dijadiin markas sama kerajaan semut, dijadiin tempat bernaung dan berlindung bagi satwa-satwa yang numpang beranak lalu dimangsa, dan lalat sudah mengerubung dimana-mana.

Blog ini basiii banget, udah nggak pernah diisi.
SORRY. SORRY. SORRY.
Emang susah jadi anak kelas tiga, maba UI lagi ahahaha amin!
Tugas bertubi-tubi, galau melanda batin setiap hari, haiyaaah.
I just wanna say; HAPPY DECEMBER!

Desember ini gue bakal update lagi blognya, ihihiy.
See yaa, loyal readers :)

Photo

01/12/2010

di 18:37


Label:

Bhinneka Tinggal (Retor)ika
Diposkan oleh rizkidwika

Sebelumnya, mungkin wawasan saya belum seluas mereka-mereka –para pakar dan pengamat politik— yang saban hari tampil di stasiun televisi untuk sekadar ngeksis atau mengkritisi kebijakan pemerintah. Mungkin juga tulisan saya kali ini cenderung kebanyakan omong dan nggak penting, terlebih saya ini cuma seorang blogger anak kelas tiga SMA yang sedang galau-galaunya menghadapi ujian nasional dan SNMPTN. Tapi inilah pendapat dan pemikiran saya, yang katanya masih termasuk generasi muda harapan bangsa mengenai negara ini.


Alangkah lucunya negeri ini.
Di usia yang bisa dibilang sudah tua ini, jujur, Indonesia memang aneh. Apa coba yang tidak aneh di negara ini?

Ada orang tua yang ingin anaknya jadi pejabat, lantas mereka menyekolahkan anak mereka sampai tingkat S1. Ujung-ujungnya, mereka jadi PNS, itu juga mereka harus nyogok sejumlah uang terlebih dahulu. Selang dua tahun, si anak hidup mapan jadi pejabat. Pejabat yang korup lebih tepatnya.

Ada lagi orang tua yang ingin anaknya sukses dan terkenal. Lalu mereka menyekolahkan anak mereka sampai jenjang kuliah. Ujung-ujungnya, mereka bikin video (bisa porno, bisa tidak), lalu di-upload di youtube, mendadak terkenal, dan punya uang banyak dari honor iklan makan produk daging olahan di televisi.

Malahan ada juga orang tua yang ingin anaknya berakhlak mulia. Mereka mengirim anaknya jauh-jauh ke pesantren di Jawa. Bukan jadi kyai, si anak malah di ajak seniornya masuk ke organisasi untuk ber’jihad’. Ujung-ujungnya, anak itu jadi teroris, memakai kefiyeh, lalu bikin video sambil megang senapan AK-47.

Menurut saya, Indonesia adalah negara paling-paling di dunia saat ini. Negara kepulauan paling besar, negara paling banyak suku bangsanya, negara paling korup, negara paling besar pemborosan anggaran belanjanya, negara paling absurd cuacanya, negara paling terlalu bebas dalam mengemukakan pendapat, dan negara yang paling heboh pemberitaan juga isunya.

Ngomong-ngomong soal isu, belakangan ini seperti yang kita ketahui, kerusuhan dan anarkisme tiba-tiba menjadi trending topic di negara ini. Dengan mengangkat isu-isu SARA, mereka –sebut saja oknum— berbuat rusuh di suatu daerah, entah didalangi atau atas inisiatif sendiri. Tak mau ketinggalan, daerah lain pun ikutan rusuh. Sebut saja kerusuhan demonstrasi di Monas menentang Ahmadiyah, rusuh jemaat HKBP di Bekasi, dan yang baru-baru ini adalah kerusuhan di Jalan Ampera. Ibarat ABG zaman sekarang, stabilitas dan keamanan negara kini sedang labil. Masyarakat resah, galau, dan ujung-ujungnya menyalahkan pemerintah. Anggota dewan yang antipemerintah malah ikut-ikutan menjelek-jelekan presiden, padahal giliran mereka dikritik saja, langsung pada tutup kuping.

Benar kan? Sudah tidak ada yang benar di Indonesia ini.
Yang paling benar di negara ini adalah ketidakbenaran itu sendiri!


Negara lupa kodratnya
Sepertinya, bapak dari bapaknya dari bapaknya bapak bangsa kita sudah tahu sejak dulu dan meramalkan bahwa kelak negara dengan ratusan juta penduduk ini akan menjadi bangsa dengan keberagaman suku bangsa terbesar di dunia.

Di zaman Majapahit yang wilayahnya kira-kira seluas Indonesia saat ini, salah satu pengarang kitab, yaitu Mpu Tantular membuat kitab Sutasoma yang di dalamnya terdapat sebuah kalimat yaitu bhinneka tunggal ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Tidak tahu apa karena beliau memang sakti atau karena zaman dahulu sudah ada layanan ramal weton via SMS, kalimat warisan ratusan tahun lalu itu kini menjadi semboyan negara kita, tercetak tegas di bawah lambang negara burung garuda.

Itu kan dulu, lha sekarang?
Sepertinya, esensi bhinneka tunggal ika telah kita lupakan. Kita hidup di zaman edan, dimana perkembangan teknologi berbanding terbalik dengan moral dan etika. Boro-boro mau hidup rukun, baru miskomunikasi yang menyangkut suku atau agama saja langsung tawuran di jalanan. Malah berdasarkan jajak pendapat yang diadakan Koran Tempo dua tahun lalu, kalau tidak salah dalam rangka seratus tahun kebangkitan nasional, separuh lebih masyarakat Indonesia lebih bangga menyebut diri mereka sebagai bagian dari suatu suku, bukan sebagai orang Indonesia. Sekarang, kalimat persatuan dan kesatuan nampaknya hanya terdengar di pidato kenegaraan presiden dan pada saat pelajaran kewarganegaraan saja. Kini bhinneka tinggal retorika.



Merayakan Keragaman
Seperti yang banyak orang bilang, rakyat Indonesia akan bersatu padu hanya jika ada dua kejadian. Pertama, kalau kedaulatan negara kita diinjak-injak Malaysia, dan kedua, kalau tim bulutangkis Indonesia masuk final Thomas dan Uber Cup saja. Cukup satir kan?

Sebetulnya masalahnya sepele. Kita semua itu gengsian! Kita gengsi kalau kita berbuat salah, lalu kita gengsi untuk meminta maaf, dan yang paling penting, kita gengsi menerima kenyataan kalau kita semua ditakdirkan hidup bersama dalam sebuah kata: Indonesia. Apa susahnya sih menghargai orang lain? Bukannya malah asyik hidup dalam keberagaman? Toh keberagaman kan diciptakan untuk saling melengkapi dan saling introspeksi, malah keberagaman bisa kita jadikan bahan dagangan pariwisata ke luar negeri, pendapatan negara makin banyak, dan akhirnya semua rakyat makmur terjamin!


Dengan diadakannya kontes menulis tentang keberagaman yang diadakan oleh Pesta Blogger 2010, merupakan sebuah momen yang tepat bagi kita semua untuk introspeksi diri dan berkaca. Kalau ada istilah toleransi, mengapa kita cuek dan mengacuhkan hak asasi milik orang lain?

Mulai sekarang,
Lakum diinukum waliyadiin.
Biarkanlah umat Islam mengamalkan hadits Nabi besarnya,
Biarkanlah umat Kristen dan Katolik pergi ke gereja,
Biarkanlah umat Hindu, Buddha, dan Konghucu merayakan hari-hari besarnya,
Biarkanlah kita semua hidup berdampingan, dan buktikanlah:
Kita bangga merayakan keberagaman!


--------------------------------
sumber foto: google.com dan berbagai blog

Photo

09/10/2010

di 12:16


Label:

2in1, AWARD!
Diposkan oleh rizkidwika

Hadeh hadeh.
Jarang ngeblog lagi!
Susahnya kalau di rumah nggak ada modem, akhirnya kudu beli pulsa M3 gprs dulu dah, baru di connect ke internet. Itu juga kadang-kadang pulsanya keburu abis, padahal belum sempet mosting. Hrr.

Tadinya gue nggak ngarti apa itu maksudnya award-award yang suka mejeng di blog temen-temen yang gue kunjungi pas blogwalking. Dan gue jadi envy sama mereka yang koleksi awardnya bejibun.
Nah, kebetulan BELA ngasih gue award pertama! Di tambah lagi ada MIRANTI yang ngasih award juga! YEEEEEEEEEHA!

Berhubung koneksi pertemanan gue masih dikit, maka barangsiapa yang namanya tercantum di bawah ini, maka anda mendapatkan DUA AWARD SEKALIGUS! GOKIL KAGA NTUH!
TO THE POINT AJA DAH!

***


Judulnya : JADILAH BLOGGER SEJATI, harusnya ada sepuluh orang yang dikasih, tapi biar singkat (baca:males copy paste) akhirnya cuma ada tujuh yang beruntung!
6. Hanan

Dan ini free bonus buat kalian, UHUY!

*thanks to BELA, maaf kaga diambil-ambil awardnya :))
FINALY, DONE! KELAR JUGA NGASIH AWARD!
MATA GUA KRIYEP KRIYEEEEEP!

Photo

25/09/2010

di 21:32


Label:

Catatan Liburan Lebaran
Diposkan oleh rizkidwika

Halo semuanyaa.
Akhirnya bisa update blog lagi, maklum soalnya kemarin-kemarin gue lagi pulang kampu, eh pulang kota ke Semarang, hehe. So, pada kesempatan kali ini, gue bakal menceritakan pengalaman plesir gue dan keluarga ke kota bandeng yang terletak lima ratus kilometer dari Jakarta ini. Here we go!


Lagi-lagi, untuk enam belas tahun berturut-turut gue menghabiskan waktu lebaran di Semarang.
H-2, gue sekeluarga stay di rumah nenek gue di kawasan Srondol, Banyumanik.
Disana, (seperti biasa) kami makan-makan opor ayam, sambel goreng ati, dan berbagai macam kue kering.
Disana, (seperti biasa juga), gue mendapatkan THR yang jumlahnya lumayan.
Disana, (seperti biasa lagi), gue menghabiskan THR dengan jalan-jalan ke mall.
Benar-benar lingkaran perputaran uang yang tiada habisnya.

Tapi, lebaran kali ini ada yang nggak biasa.
Lebaran kali ini, kami banyak banget mengunjungi tempat-tempat antah berantah yang tadinya belum pernah kami kunjungi sekalipun.

***

Beberapa hari setelah lebaran, gue dan keluarga pergi ke Kudus untuk nyekar eyang kakung yang dimakamkan disana. Jarak Kudus dari Semarang relatif dekat, hanya membutuhkan satu jam perjalanan dengan darat. Setelah sampai di kota Kudus, kami terlebih dahulu nyekar ke pesarean (permakaman).

Pulang dari nyekar, kami menyempatkan jalan-jalan mengelilingi kota Kudus dan sarapan soto kudus di warung soto kudus bu Jatmi. Sumpah makanan ini seger banget. Soto di warung bu Jatmi ada dua, satu soto ayam, dan satunya lagi soto kerbau. What? Kerbau? Pasti pada bingung kan?

Begini ceritanya, untuk menghargai ummat hindu di kota Kudus dulu, Sunan Kudus memberikan perintah agar qurban sapi di ganti dengan kerbau (seperti yang kita tahu bahwa sapi adalah hewan yang disucikan dalam agama hindu). Dan perintah itu masih di pegang teguh oleh warga Kudus sampai sekarang.

Di sana, gue nambah satu mangkok. Paduan antara kuah, daging ayam, nasi, bawang goreng, jeruk nipis, sambel kecap, otak goreng, sate usus, dan kerupuk rambaknya hmmm, unyu banget lah!
Abis kenyang, abis makan-makan, kami pulang menuju Semarang.

***

Tadinya gue kira kami langsung pulang, eh nggak tahunya pas memasuki Kabupaten Demak, kami berhenti di Masjid Agung Demak untuk shalat zuhur. Asiiiik! Akhirnya gue kesampean juga shalat di masjid ini, nggak sekadar bisa lihat di TV doang.

Ternyata, shalat zuhur di sana empat raka'at juga (yaiyalah, pe'a!)
Selepas shalat zuhur, kami berkeliling dan masuk ke museum Masjid Agung Demak.
Nah, gue menemukan sesuatu yang unik disana. Di dinding, terpampang silsilah dan sejarah darah biru dari zaman kerajaan Majapahit. Dan lihat, ada nama Brawijaya V!

Menurut silsilah keluarga dari Ibu, kami ada keturunan dari Brawijaya V, lalu turun ke Pangeran Arya Damar (Palembang), lalu turun lagi ke Reksanegara 1,2,3, dan akhirnya setelah beberapa generasi sampailah ke gue. Apakah gue ada keturunan darah biru? Setahu gue kalo mimisan masih merah warnanya.

Setelah capek-capek, kami balik ke Semarang.
Perjalanan ziarah kami berakhir, dan kami menghabiskan sisa liburan dengan pesta-pesta dan makan-makan dua hari dua malam.
Ya Allah, semoga nggak nambah lagi berat badannya.
Liburan selesai, dan kami sekarang sudah di Bekasi.


Rizki Dwika dan Keluarga mengucapkan;
Minal Aidin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Photo

17/09/2010

di 13:55


Label:

Selamat (Menjelang) Idul Fitri
Diposkan oleh rizkidwika


Pembaca sekalian,
Saya pemilik blog ini sekaligus
(calon) penulis mengucapkan;
SELAMAT LEBARAN DAN LIBURAN
Saya cuti nulis dulu ya, mau mudik
Wassalam :)

Photo

06/09/2010

di 23:10


Label:

GANYANG M(4L4Y)SIA
Diposkan oleh rizkidwika

Heyho loyal visitors!
Tadinya gue bingung mau nulis apa lagi di blog ini, dan akhirnya setelah terinspirasi dari berita di TV yang ngebahas Malaysia lawan Indonesia terus, akhirnya gue mulai labil untuk ikut-ikutan ngebahas masalah ini. Anyway, gue lagi ikutan Internet Sehat Blog Award loh! Iseng-iseng aja, siapa tahu menang kategori student. Iya kaga coy?

Oke back to the main topic.
Ini udah kesekian kalinya Malaysia mengganggu ketenangan batin 235 juta penduduk Indonesia (Data dari sensus 2010, belum termasuk para koruptor yang ngelariin duit keluar negeri). Masih pada inget kan sama tragedi pemukulan wasit Kolopita, penyiksaan TKI, sampai masalah pencurian budaya seperti lagu rasa sayange, angklung, reog Ponorogo, sampai tari pendet?

Masalah yang sekompleks itu tentu aja bikin kita marah sama negeri jiran. Pada tahun 2008, berbagai situs dan blog dibuat untuk saling menyerang di dunia maya (estianty), hingga akhirnya lahir nama baru untuk Malaysia, MALINGSIA; Truly Maling Asia. Malah gue juga ikut-ikutan ganyang Malingsia. Dengan berbekal ilmu ngeblog seadanya, gue bikin blog provokatif yang gue beri nama RASA GANYANG MALINGSIA, plesetan dari paket wisata mereka Rasa Sayang Malaysia. Di situs itu gue ngumpulin berita, bikin artikel, sampai ngedit-ngedit foto dengan PAINT. Iya saudara-saudara, PAINT! Microsoft Paint! Hebat kan?

Ehm, kok malah narsis ya?
Oke, Negara tetangga kita itu emang suka iseng. Mungkin sebenarnya dia ada rasa sama kita. Biasanya kan kalo ada orang caper yang ngegangguin kita terus itu namanya minta diperhatiin kan? Lihat aja tingkahnya mereka, yang ngata-ngatain kita dengan sebutan INDON (mungkin ini karena akhiran ESIA-nya udah dipake sama Bakrie Telecom kali ya?), sampai masalah yang paling panas, penangkapan tiga petugas KKP yang mengundang reaksi keras dari warga Negara Indonesia, dari mulai ngelemparin tinja sampai ngajak perang.

Nah, masalahnya reaksi keras itu malah ditanggapi lagi oleh perdana menteri mereka dengan keras juga!
Si Najib (perdana menteri mereka) bilang kalau media dan demonstran Indonesia itu lebay. Menurut gue sih wajar aja si Najib ngomong gitu. Bayangin coy, kedubes mereka di Rasuna Said Jakarta dilempari dengan tinja alias kotoran manusia! Bukan masalah ngebayangin gimana marahnya Malaysia, tapi coba bayangin; BAGAIMANA PARA DEMONSTRAN ITU BISA MELEMPARKAN TINJA KE KEDUBES MALAYSIA? Apakah:

a. Dipegang langsung pakai tangan lalu dicuci pake lifebuoy
b. Disemprot pake selang tangki sedot WC, atau
c. Dilihat, diraba, diterawang?

***

Oke, gue sebagai Pemuda Inosen Harapan Bangsa punya solusi yang tepat untuk ngelawan Malaysia daripada ngajak perang sama mereka. Solusi ini gue beri nama TRI-DR.BOYKE. Walau namanya aneh dan mirip sama nama dokter kelamin terkemuka, tapi tenang aja, solusi ini ampuh!

1. harusnya DaRi dulu tarik tki kita!
Menurut Bapak SBY kemarin, ada dua juta lebih pekerja Indonesia di Malaysia, dan yang illegal bisa hampir setengahnya. Nah, kalau Pak SBY memang hebat dan juga unyu, harusnya Beliau berani mengancam menarik TKI di Malaysia!

Asal kalian tahu aja. TKI di Malaysia itu berperan penting dalam pembangunan dasar perekonomian mereka. Mau bangun gedung, kulinya pake TKI. Mau nyari pembantu, pake TKI. Mau nyabutin kelapa sawit (Malaysia adalah penghasil kelapa sawit terbesar kedua di dunia) aja masih pake TKI. Kalau semuanya dicabut, bakal hancur Negara mereka!

Ya walaupun TKI menyumbang devisa Negara sampai puluhan milyar, kalau kita bisa setegas itu, ya itu konsekuensinya. Bukankah harga diri bangsa yang udah merdeka 65 tahun ini lebih mahal daripada itu semua? Beuh, saik omongan gue.

2. BOYkot upin-ipin
Siapa yang nggak kenal Upin-Ipin? Kisah dua tuyul botak yang terlahir kembar unyu ini udah jadi makanan pokok ketiga anak-anak Indonesia setelah Unyil dan Dahsyat. Seperti yang udah kita tau, kartun ini buatan Malaysia! Nah sebagai langkah awal, mau tidak mau pemerintah harus memboykot Upin-Ipin. Soal pembebasan Susanti, itu bisa kita pikirkan nanti bung!

3. KEnapa nggak manggil mereka dengan alay?
Kalau mereka bisa manggil kita seenaknya dengan INDON, kenapa kita nggak manggil mereka dengan sebutan alay (atau dalam buku referensi lain ditulis dengan nama 4L4Y). Bukankah alay lagi ngetren di kehidupan kita bung? Dan bukankah alay-alay yang di Inbox atau Dahsyat dandanannya terinspirasi dari band aliran melayu, dan melayu itu identik dengan Malaysia?

Jadi jangan lupa saudara-saudara.
Kalau dulu ada TRITURA,
Kalau di Pramuka ada TRISATYA,
Kalau kampus di Jakarta Barat namanya TRISAKTI,
Kalau artis namanya Annisa TRIHAPSARI
Kalau buat Ganyang M4L4YSIA, kita punya TRI-DR.BOYKE!
Jayalah selalu Indonesia-ku!
Unyu!

Photo

03/09/2010

di 20:54


Label:

Hantu Punya Twitter
Diposkan oleh rizkidwika

Hello loyal readers and all of blogwalkers! Maafin gue ya teman-teman, udah lewat dari seminggu gue nggak update blog laknat ini. Sumpah kemaren gue sibuk banget dan nggak ada waktu (juga pulsa) buat update blog, mulai dari belajar, ngurusin buku tahunan, dan nonton Cinta Fitri. Ampuni Aim ya Allah.:please:


By the way, gimana puasa kalian? Sehat?

Kalo gue sih, udah bolong satu (pengakuan).
Bukan, bukan. Bukan karena gue nggak tahan liat iklan sirup marjan yang menggelinjang di setiap stasiun TV. Waktu itu gue sakit parah, parah banget.

Hari itu, gue dibangunin buat sahur. Terus tiba-tiba kepala gue muter semua (perhatian: saat itu gue nggak lagi naik halilintarnya dufan, mana ada dufan subuh udah buka). Akhirnya, gue sahur cuma dengan dua kurma, satu gelas air, dan tolak angin.
Penderitaan belum berakhir disitu saja. Siangnya, pas gue lagi kebingungan ngerjain soal FISIKA yang kaya apaan tahu, idung gue moncos berdarah-darah.

Gue berpikir, mungkin ini adalah menstruasi gaya baru, bocor di hidung.
Gue langsung bergumam 'Yes gue lagi dapet! Tandanya permainan gue dengan abang Taylor Lautner aman dan gue nggak hamil!'
KAGA lah!
Gue langsung minta izin pulang, dan di rumah, gue disuruh buka.
Puasa gue batal.
Catatan: biarpun darah warnanya sama kaya sirup marjan, jangan sekali-kali lo cobain atau lo jilat-jilat. Makruh.
***
Uhm, back to the title.
Ternyata, nggak cuma anak-anak adam yang labil dan gaul.
Setan juga bisa!
Mungkin bagi sebagian anak gawl twitter udah nggak asing dengan hantu in, Poconggg -'G' nya emang ada tiga, nggak tahu kenapa-Singkat cerita, hantu paling imut di seluruh dunia itu (mana ada hantu diiket pita kaya gitu -red) ngeretweet tweet gue! Kyaaaaaaaaaa! :woooh:


Setelah satu per satu tweet gue dibaca dan dibales sama artis-artis Ibukota mulai dari Raditya Dika, Tika Panggabean, Dewi Lestari, sampai Poconggg (biarpun mukanya kaya semangka busuk kena siksa kubur gitu, dia artis loh!) gue memegang keyakinan,

Suatu hari gue juga bakal bisa terkenal kaya mereka,
dengan karya-karya tulisan gue, bukan dari 3gp gue.
Amin ya Allah.
*buat kalian yang mau follow Poconggg, langsung aja @Poconggg*

Photo

23/08/2010

di 17:30


Label:

Surat Kepada Gubernur Bank Indonesia
Diposkan oleh rizkidwika

Hello guys, lagi iseng mau ngapain..
Akhirnya kepikiran buat nulis surat untuk Bapak Gubernur BI.
Enjoy it yaah, dijamin gelakgulinggelakgulinggelakguling

--------------------------------


Kepada Yth
Bapak yang tandatangannya ada di duit saya,
Bapak Darmin Nasution
di Jakarta


Halo Bapak Darmin, apa kabar?
Maaf Pak saya sok kenal. Mungkin sewaktu bapak membaca surat ini, bapak akan berpikir, ‘Siapakah bedebah yang mengirim surat ini?’ Baiklah Pak, kenalkan. Nama saya Rizki Dwika, saya siswa SMA kelas tiga di kota Bekasi, tempat/tanggal lahir saya Jakarta 17 April 1994, hobi saya mengaji, mungkin untuk profil selanjutnya kita bisa saling bertukar kertas file atau orji yah Pak. Saya tunggu.

Oke Pak, kembali ke tujuan awal mengapa saya membuat surat ini. Bukan Pak, saya bukan mau nyaingin Raditya Dika yang ngirim surat ke menteri perdagangan. Dari dulu saya belum pernah tapi ingin berkirim surat ke orang-orang hebat, Pak. Gitu loh. Jangan ke-geer-an ya.

Anyway, belakangan ini, saya sering banget mendengar rencana redenominasi Rupiah. Yang saya dapat dari internet dan koran, redenominasi Rupiah berarti pemotongan tiga angka nol yang ada di belakang nominal rupiah. Bener nggak sih Pak? Saya nggak tahu, soalnya saya anak IPA. Tapi nanti saya pengen banget kuliahnya masuk ke jurusan IPS, walaupun dari SMP dulu saya alergi banget sama yang namanya akuntansi. Sumpah Pak, saya nggak ngerti sama akuntansi. Bapak ngerti akuntansi?

Maaf yah bapak Gubernur saya jadi ngawur ngomongnya. Ngomong-ngomong, bapak jadi gubernur provinsi mana memang? Oh gubernur Bank Indonesia ya? Maaf yah Pak saya jayus banget ya, soalnya kan saya anak IPA.

Di TV-TV, saya sering melihat bahwa rencana bapak ditentang keras oleh para pengamat ekonomi, tak terkecuali mantan menko perekonominan, Kwik Kian Gie. Di TV dia menjelaskan, bahwa kita harus mencintai produ’-produ’ Indonesia. Eh itu mah direkturnya Maspion yah Pak? Maaf saya suka bingung kalau disuruh ngebedain mereka berdua, soalnya kan saya anak IPA. Tapi, jika benar bapak ingin melakukan redenominasi, saya mah setuju-setuju ajah kok Pak. Tapi Pak, apakah Bapak melihat masalah jangka panjangnya Pak?

Pertama, Perum Peruri harus mencetak uang rupiah yang baru dengan digit kecil, satu rupiah, dua rupiah, sampai seratus rupiah. Bisa dibayangkan butuh modal berapa lembar duit-duit lama yang perlu disiapkan untuk mencetak duit-duit baru? Kalau saya sih nggak bisa ngebayangin Pak, soalnya kan saya anak IPA. Selanjutnya, jika Bapak memaksakan adanya redenominasi berarti Bapak akan mengubah sejarah bangsa Indonesia secara keseluruhan.

1. Bidang Perdagangan
Bapak pernah ke Glodok? Saya jarang. Konon katanya Pak, disana banyak sekali pedagang yang berjualan barang elektronik dan flashdisk. Seperti yang kita tahu, flashdisk memakai satuan gigabyte. Dan jika terjadi redenominasi, maka mau tidak mau flashdisk yang tadinya 4GB hanya akan seharga 4MB Pak! Bayangkan, untuk nyimpen video Keong Racun aja nggak muat Pak!

Selain itu Pak, mantan presiden kita, Ibu Megawati juga harus mengurus ulang seluruh data hidupnya karena namanya akan berubah jadi Kilowati. Bayangkan betapa sibuknya Ibu kita itu nantinya, mulai dari mengurus akte lahir, KTP, kartu penduduk, ijazah, dan tentunya selametan bikin tumpeng. Capek Pak!

2. Bidang Geografi
Jika Bapak ngotot memotong tiga angka nol dibelakang rupiah, lalu apa yang akan terjadi dengan Kepulauan Seribu? Betul, namanya akan berubah menjadi Kepulauan Satu. Mau tidak mau, Pemerintah harus menarik semua peta dan atlas di seluruh toko buku di Indonesia untuk di cetak ulang. Keluar duit lagi kan?

3. Bidang Entertaiment
Siapa bilang redenominasi tidak akan mempengaruhi dunia entertain? Misalnya yah Pak, di RCTI setiap jam delapan malam ada sinetron bagus berjudul ‘SEJUTA CINTA MARSHANDA’. Tuh Pak, gara-gara anda, pihak SinemArt harus mengubah judul sinetron mereka dengan ‘SERIBU CINTA MARSHANDA’. Ini tidak etis Pak! Cinta Marshanda kepada Delvin dan Ibunya tentu saja akan berkurang drastis dari sejuta menjadi seribu! Kemanakah sisa sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribunya Pak, kemana?

Selain itu, para pencipta lagu harus mengubah lirik lagu mereka yang sudah diciptakan sebelum zaman redenominasi. Di lagunya Agnes Monica ‘Berjuta warna pelangi, menjauh pergi’; lagunya Yovie and Nuno; ‘Sejuta cinta yang terindah’; bahkan bisa-bisa lagunya Cinta Laura ‘Love is money, love is money’ bisa berubah jadi ‘Love is monkey’ Pak! Sumpah ini nggak nyambung banget, maaf ya Pak kalau saya jayus, soalnya saya anak IPA sih.

Ada yang lebih parah lagi Pak. Bapak kenal lagu Cinta Satu Malam? Jika judul lagu itu mesti direvisi menjadi Cinta Seperseribu Malam, betapa kasiannya si Melinda Pak.

Mari kita berhitung. Satu malam 12 jam. 1/1000 dikali 12 jam adalah 0,012 malam Pak. 0,012 jam jika dikonversikan ke detik cuma 43,2 detik saja Pak! Kasian sekali Melinda nantinya kalau cintanya hanya 43,2 detik. Itu paling baru nawar harga, megang-megang, ditinggal. Nggak sempet buat bayar! Kasihan Melinda, dipegang tapi nggak dibayar. Mau makan apa nanti dia, Pak?!

***

Maaf Pak, bukannya saya sok tahu. Tapi karena saya anak IPA, saya mau ngasih masukan ke bapak. Saya setuju akan redenominasi soalnya saya udah malu sama rupiah yang duitnya gede-gede kaya uang monopoli, tetapi tolong dipertimbangkan kembali apa dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Saya punya solusi Pak, solusi tidur, solusi lalu lintas, eh itu mah Polisi yah. Maaf pak, soalnya saya anak IPA. Bagaimana jika di mata uang baru nantinya gambarnya jangan cuma pahlawan Pak? Bagi saya itu nggak menjual tahu nggak?! Harus komersil Pak, mengikuti perkembangan zaman!
Ini saya buat grand designnya Pak, kalau berminat silakan mampir ke SMA Negeri 4 Bekasi.





Sekian dulu Pak surat saya, lain kali disambung lagi. Bapak punya twitter? Follow me and I’ll follow you. Oke Pak?



Sun sayang dari warga Negara yang terhormat

RIZKI DWIKA APRILIAN
Aku cinta Indonesia,
tapi aku lebih cinta Rupiah <3 b="">
unyu unyu unyu

Photo

15/08/2010

di 11:55


Label:

Menang Lomba :D
Diposkan oleh rizkidwika

Halo kawaaaaan semua!
Maaf kemarin Jum'at belum bisa update blog ini.
Weekend kemarin gue habiskan waktu gue di sekolah untuk ngelantik anggota baru ekskul gue, hehe.
Setelah marah-marah plus neriakin anak orang,
alhasil suara gue jadi serak-serak begini kaya Shireen Sungkar.
Tapi janji deh yang ngajak backlink dan sebagainya gue jabanin hari ini.
Maafin Aim yah teman-teman.

By the way, pada inget kan minggu kemaren gue ikutan lomba apa?
Waffle Crunchox Blogging Contest! Right!
Nah, Jum'at kemarin, tulisan gue yang berjudul;
MABOK KRANCOKS berhasil jadi juara hiburan guys,



Gue mendapatkan pulsa gratis senilai limapuluh rupiah baru (ini efek redenominasi, kawan)
Overall, nggak apa-apa lah, itung-itung pengalaman yah.
Dan seenggaknya tulisan gue masih bisa dirupiahin seharga pulsa gocap,
nggak kebayang kalo gue ngirim naskah dan diterbitin nanti,
Kita tunggu saja.

Thankyou my lovely WaffleCrunchox
:wave:

Photo

09/08/2010

di 18:24


Label:

Mabok Krancoks
Diposkan oleh rizkidwika


Satu.
Udah hampir sebulan gue menjalani kehidupan baru sebagai anak kelas tiga SMA. Selama sebulan, dari Senin hingga Sabtu, kami anak-anak (yang konon katanya) jurusan IPA dicekokin soal dan rumus-rumus sampai mabok. Bangun pagi, berangkat pagi, disuapin rumus di sekolah sampe sore, bimbel ampe malem, dan tidur. Rutinitas yang sangaaat membosankan. Tapi……. semenjak gue menemukan mereka-mereka di sebuah rak di minimarket, mereka telah mengubah hidup gue secara keseluruhan.

Mereka? Siapa mereka? Nggak mungkin kan gue tiba-tiba nemuin cewek cantik nyempil-nyempil di etalase alfamart?Bukan. Mereka bukanlah cewek (bahkan gue nggak tahu jenis kelamin pastinya). Mereka adalah, kuekeju *merk disamarkan* dan… wafel krancoks (edit:crunchox, sorry inggris gue British).

Pertama kali gue nyobain jajanan itu, yang pertama gue takutin adalah berat badan. Gue yang beratnya (terakhir nimbang) 68 kg dan tingginya cuma 165 cm ini berpikir, apa jadinya keju ditambah coklat? Pasti sebagian orang akan menjawab sama dengan GENDUT. Tapi, dengan eksperimen berdasarkan metode ilmiah yang gue lakukan, KEJU ditambah COKLAT sama dengan ENAK! ENAK KUADRAT!

***

Dua.
Ternyata, nggak cuma gue doang yang lagi kena demam krancoks. Hampir semua temen-temen gue di sekolah lagi keranjingan krancoks.

Kemarin abis shalat Jum’at, gue bareng salah satu temen gue cabut ke Alfamart, mau beli krancoks yang banyak banget soalnya stok di kantin abis. Lapeeeer! Di Alfa, gue nyari krancoks kecil yang satu pak isi berapa biji gitu, eh nggak ada. Gue malah nemuin penampakan krancoks jenis baru. Krancoks panjang dan krancoks keju (mungkin namanya bakal jadi krancheese kali ya?). Yasudahlah, yang penting krancoks. Gue beli lima sekaligus. Pas balik ke sekolah, temen-temen pada nyamperin gue.

‘Dwika, lo dari Alfa? beli apaan?’

‘Beli Crunchox’
‘Bagi dong..’
‘Enak ajaaa, gue laper tau belom makan.’
‘Bagi nggak?!’
‘KYAAAAAAAAAAAAA!’ gue langsung lari kaya ayam tetelo mau diperkosa. Dan begonya, temen-temen gue ikutan ngejar. Kita semua udah kaya keong-keong racun autis yang lari-lari di koridor sekolah dan ditonton di Youtube.

Gue lari ke arah yang salah. Sial, jalan buntu! Mereka langsung nyengir-nyengir.
‘Oke-oke, lo dapetin krancoks gue. Tapi, gue minta foto kalian yaaah!’
Dan inilah sejuta ekspresi mereka dengan Krancoks;

Para Pencuri Krancoks

CRUNCHOXING

satu crunchox rame-rame

Nggak kuat moto-moto, pengen ikutan juga
Yah, abis :(

ASLI GARING, ASLI COKLAT
***

Tiga.
Suatu hari, gue nulis status di twitter tentang betapa hebatnya rasa krancoks. Dan tak dinyana, twit gue di-RT sama salah satu account yang namanya @WaffleCrunchox! Wow, si coklat ini gawl juga yah punya twitter.

Dari timeline dia, gue baru tahu bahwa ada lomba blog crunchox yang bakal berakhir 31 Juli. Buset, bentar lagi dong? Mana hadiahnya lumayan lagi, duit! Tapi, walau hadiahnya diganti voucher crunchox sebanyak dua truk pasir-pun gue nggak masalah kok :D

Dan jika gue menang dan beneran dapet voucher crunchox dua truk pasir selama setahun, hal yang pertama kali gue lakukan adalah, gue bakal mendeklarasikan diri bahwa mulai saat itu crunchox adalah makanan pokok bagi gue setelah nasi. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat gue akan mengkreasikan rasa crunchox dengan cita rasa nusantara, menjadi crunchox lada hitam, crunchox saos padang, atau crunchox bumbu bali kaya resep-resep yang ada di belakang bungkus bumbu dapur.

Btw guys, enam bulan lagi SIMAK UI, delapan bulan lagi UJIAN NASIONAL, dan sepuluh bulan lagi SNMPTN. Sebentar lagi gue bakal meninggalkan dunia celana abu-abu dan meneruskan langkah ke perguruan tinggi. Doain yah gue keterima di UI, hehe. Dan kayanya, sepuluh bulan kedepan berat badan gue bakal naik lagi. HAPPY CHOX-ING GUYS! cucucurucuuw ;)

***


Photo

31/07/2010

di 11:11


Label:

Wawancara Project Pop!
Diposkan oleh rizkidwika

Untuk memperkuat eksistensi gue di sekolah (ceilah), gue gabung sama ekskul Jurnalistik, BIRU (berinisiatif dan berusaha). BIRU ini merupakan ekskul yang kegiatannya bikin mading, majalah, dan wawancarain artis secara rutin. Wow banget kan?

Kebetulan, tahun lalu gue kepilih jadi ketua majalah selama satu semester. Kebetulan banget tuh, gue bisa mewujudkan mimpi gue, yaitu bisa wawancarain PROJECT POP, band idola gue. Kyaaaaa!
Sebetulnya, kejadian ini udah berlangsung cukup lama (pas Ramadhan tahun lalu).

Setelah bikin janji sama managementnya, suatu saat kita janjian mau wawancara di Radio OZ Kemang Jakarta. Tanpa babibu, gue mengiyakan. Beberapa menit setelah itu gue baru inget, KEMANG ITU DIMANA?! Harga diri gue sebagai anak gawl Bekasi dipertaruhkan. Gue aja dilepas di Perumahan Kemang Pratama Bekasi aja udah nyasar, apalagi Kemang Jakarta!
Dan dengan berbekal nekat dan petuah dari bokap gue (asli, bokap gue udah khatam banget sama kendaraan umum di Jakarta dan rute-rutenya. mentang-mentang bokap kerja di Departemen Perhubungan).

Gue dan temen-temen gue yang lain ngebolang ke Kemang Jakarta naik bis Mayasari Bakti. Dalam keadaan berpuasa. Sekali lagi biar ironis, Dalam keadaan berpuasa! Singkat cerita, kita udah nyampe di kawasan Kemang. Tapi, dimanakah letak Radio OZ berada?!
Kami keliling JALAN KAKI sepanjang Jalan Bangka, Kemang. JALAN KAKI! BELOM BUKA PUASA! Alhamdulillah, adzan magrib. Kami merapat ke sebuah Mushalla, lalu diberi ta'jil oleh pengurus Masjid disana. Ya Allah, berasa musafir tau nggak!

Abis buka puasa, kita jalan lagi. Kita janjian sama PROJECT POP jam 7 malam di radio OZ. Sekarang baru jam 6. Kami pun nanya-nanya sama penduduk sekitar.
'Wah, radio OZ masih jauuuuh'
'Radio OZ? Nggak tahu saya'
'Radio OZ? Radio X kaliii -bapak ini menyebutkan radio dangdut setempat-'
Subhanallah, nggak ada gunanya!

Akhirnya kita jalan lagiii, dan menemukan gedung yang serba oranye. RADIO OZ!
Tak lama, kita langsung ketemuan sama PROJECT POP. Idola gue! Idola gue!
Kita memulai wawancara. Gue langsung speechless seketika. TAKJUB!

tim liputan BIRU feat Project Pop


Bukan Superstar

baju Bukan Superstar gue ngeksis abis :D


Sekitar setengah jam kita wawancara, dan akhirnya kita selesai jam sembilan malam. Anak-anak SMA di kota orang jam sembilan malam, kita emang nekat.
Next gue bakal nyeritain wawancara gue bareng RADITYA DIKA, jangan pada iri yaaaah :D

Photo

25/07/2010

di 12:31


Label:

Socmed Njlimed
Diposkan oleh rizkidwika

Facebook, Facebook, Facebook, Twitter, Myspace, Twitter, Twitter, Plurk, Myspace, Facebook, Facebook, Twitter, Facebook, Facebook, Twitter. Social Media. Barangkali hal-hal itulah yang jadi makanan anak-anak labil di masa kini, termasuk gue.

Bagi gue, lewat socmed (terutama blogger dan facebook), gue bisa mempromosikan tulisan-tulisan gue, publish notes gue, dan dapet feedback dari para pembaca gue. Lewat socmed juga notes gue dikenal di kalangan SMA Negeri 4 Bekasi (padahal gue yakin, mereka lebih kenal tulisan gue daripada muka gue, naas). Pokoknya mah I love socmed laaah!

Yang kedua, eksistensi. Bicara eksistensi nggak lepas dari twitter. Sering banget gue ngelontarin status di twitter yang bisa mengundang gelak-tawa, senda-gurau, whatever-lah apa namanya (yang mau pollow boleh looh @RizkiDwika hayuuk). Dan lewat twitter juga, gue bisa lebih dekat dengan penulis-penulis idola gue (baca:Raditya Dika - Dewi Lestari)!

***

Suatu hari, gue pernah empet karena mention gue nggak pernah di RT sama Raditya Dika (sampe sampe masalah ini gue sindir pas wawancarain doi). Gue bener-bener kesel. Beberapa twit yang gue anggap lucu gue kirimin ke account beliau. Dan suatu hari gue ngirim jayusan ke @TebakanGaring.
Pulsa gue abis. Gue vakum twitteran dua jam. Dan abis beli pulsa..

ANJRIT MENTION GUE PENUH BANGET! RT-RT-RTan dari fansnya Raditya Dika, dan Tweet gue di-RT Raditya Dikaaaaa gyaaaaaaaaaaaaaaaaa!


@radityadika -_- RT @TebakanGaring: @RizkiDwika “Q: Siapa penulis paling jarang mandi? A: Raditya Daki @RadityaDika”

Beneran, jayusan gue di retweet Raditya Dika!
Walau cuma dibales dengan lambang -_- doang, gue langsung merasa, gue-lah anak paling gawl se-jagat raya saat itu.
Dan ternyata gue baru sadar kenapa selama ini mention gue nggak pernah nyampe ke Raditya Dika. Gue lupa, twitter gue di protect. Goblok.

***

Selanjutnya, Mbak Dee Lestari. Di postingan kemarin gue kan sempet nulis tentang Cut Tari Bukan Metromini tuh, nah gue coba-coba mention mbak Dee-nya.
“[Cut Tari Bukan Metromini] baca yah tulisan gue, mau nyaingin @Dee_Lestari nihhh :))))”
Beberapa jam setelah itu, mbak Dee reply tweet gue.
‘@RizkiDwika :) cute title…’
UWOOOOH! Rasanya bagaikan dilempar ke langit, dihempas ke bumi, dilempar lagi, dibanting lagi, sampai mabok! Senangnyaaa!


***Setidaknya, socmed -walaupun memiliki sisi negatif seperti ngabisin pulsa- bisa mendekatkan gue dengan idola gue. Yaa, walaupun cuma sekedar -_- atau :), itu berarti lebih bagi gue.
Bytheway, iseng-iseng ngedit sekalian ngejablay nih hahaa add me yaaa.

Photo

23/07/2010

di 17:36


Label:

Cut Tari Bukan Metromini
Diposkan oleh rizkidwika

Beberapa bulan yang lalu, penulis panutan gue mbak Dee Lestari pernah memposting tulisan di blognya menyangkut kasus Luna Maya dan wartawan, yang masalah kamera si reporternya nyenggol kepala anaknya Ariel itu loh. Tulisannya yang juga merupakan curhat colongannya dia sebagai publik figur di Indonesia itu mengundang banyak reaksi dan persetujuan dari artis-artis. Tulisan itu berjudul, Luna Bukan Kopaja.

Dan kali ini, gue bakal ngangkat tulisan bertemakan sama, dari sudut pandang bukan publik figur pastinya. Cut Tari Bukan Metromini. Terdengar aneh? Kalo misalnya abis ini ada yang mau nulis dengan judul Ariel bukan Mikrolet, atau Indomie Sedaap bukan Supermie misalnya, sah-sah aja kok :)

Kenapa gue memilih membandingkan dia dengan Metromini, padahal Cut Tari bodinya nggak dicet warna oranye, putih, dan biru tua?
Begini. Selain karena tempat tinggal gue deket sama pangkalan Metromini 43 (baca:Jati Unggul, Harapan Jaya, Bekasi 17124), yaa karena pada dasarnya Cut Tari memang bukan transportasi massal seperti Kopaja, Metromini, atau Koasi.

Balik lagi ke masalah Cut Tari.
Udah lama kita nggak melihat Cut Tari yang selalu memberikan komentar pedasnya di !nsert, atau Luna Maya yang membacakan deretan video klip di Dahsyat. Selama liburan kemarin, kita yang notabene ABG-ABG yang masih labil -yang jiwanya masih gampang goyah kesana-kemari- disuguhkan tontonan kontroversional yang ditayangin berulang-ulang di setiap stasiun TV.

‘Kepada yang terhormat, Bapak Presiden Indonesia beserta Ibu..’
‘Kepada, Bapak Kapolri beserta Ibu’
‘Bapak Kapolda, Bapak Kabareskrim beserta Ibu’

Kalimat-kalimat itu memang kalimat yang sering diucapkan oleh Cut Tari, biasanya ketika menjadi MC dalam acara-acara seperti ulang tahun !nsert atau acara ulang tahun Trans TV. Namun kali ini berbeda, dia menangis.

Cut Tari meminta maaf kepada semuanya, pada suaminya, pada masyarakat, sampai presiden RI atas berita yang meresahkan selama ini. Dan pada akhirnya, Cut Tari mengakui bahwa dirinya memang pelaku dalam video porno tersebut. Berbeda dengan Cut Tari, Ariel dan Luna masih enggan mengaku secara blak-blakan. Kabar terakhir, Luna malah sempat-sempatnya merilis sebuah single yang diciptakan oleh Pasha Ungu.

Mungkin kita semua sudah muak pada berita-berita selama ini. Kasus Ariel-Luna-Cut Tari yang ditayangkan dimana-mana, pagi hingga malam, dari infotaiment sampai acara berita, dan di dalam sampai luar negeri. Kini perhatian publik memang sedang mengarah ke mereka bertiga. Pengalihan issue, katanya. Bersyukurlah para pelaku Century, koruptor, dan Anang-Syahrini. Kalian bisa bernapas lega.

Kata banyak orang, inilah risikonya menjadi publik figur. Harus hati-hati dalam menjalani hidup dan bersikaplah seolah-olah malaikat yang paling baik. Sekalinya mereka melakukan kesalahan, mereka harus siap dicecar banyak pertanyaan dan sorot kamera disana-sini. Siap eksis artinya siap mental!

Gimana nggak siap mental? Wartawan media cetak sampai media online bakalan ngejar mereka terus seharian. Nggak tahu siang, malam, atau subuh kalau perlu. Demi mendapatkan keterangan yang pasti. Toh kalau nggak mendapatkan keterangan resmi, mereka mencari narasumber lain yang sering sok-tahu, lalu mencampur-adukkan fakta dan opini mereka dalam sebuah acara Infotaiment.

Mengangkat hal yang dianggap tabu menjadi layak dan patut untuk diperbincangkan. Hal yang udah dicap tabu aja masih di umbar-umbar, nggak punya etika. Pantaslah mereka ini dikeluarkan dari dikotomisasi Jurnalistik. Infotaiment atau gossip bukan lagi bagian dari Jurnalistik. Titik.


Terlepas dari itu, mereka juga sama seperti kita. Artis sama dengan para pengemis. Pelajar tidak ada bedanya dengan tukang hajar. Presiden-pun tidak lebih mulia dari pesinden. Kita semua sama. Kita manusia. Butuh makan, butuh minum, butuh hak-hak asasi, dan pernah melakukan kesalahan, sekecil apapun namanya tetap saja kesalahan.

Cut Tari, dan juga artis-artis lainnya memang bukan transportasi massal. Bukan transportasi massal yang bisa kita ketahui kehidupan sehari-harinya sampai batas-batas privasinya hanya dengan sekedar membayar dua ribu rupiah untuk berlangganan SMS harian dengan mereka. Jangan jadi publik figur atau artis kalau lo risih dan jengah diterpa kabar miring!

Maaf tulisan ini nggak mengandung unsur humor atau apapun. Siapa tahu dari sini kita bisa mengambil pelajaran. Pertama, jangan menyimpan video mereka, apalagi mempraktikkannnya seperti yang terjadi di Bogor. Sekalipun lo anak IPA dan pernah belajar tentang reproduksi, lo dilarang keras melakukan adegan-adegan tersebut! Inget coy, Bekasi peraih adipura! Bersih kotanya, bersih juga penduduknya (gila, M2 banget nggak sih gue?).

Sekarang ini, proses hukum terhadap mereka terus berjalan. Dan pantaskah mereka kita maafkan?
Semua terserah anda.


----------
RizkiDwika, siswa SMA biasa. Menyambi kerja sebagai pengamat infotaiment dan sinetron-sinetron stripping low budget buatan Indonesia.



Photo

17/07/2010

di 17:04


Label:

Paul Corbuzier
Diposkan oleh rizkidwika

Zamina-mina, waka waka eh?
Apa kabar bloggers?

Selepas perhelatan maha akbar FIFA World Cup 2010, masih banyak kenangan dan juga rasa kekecewaan dari supporter di seluruh dunia, termasuk gue yang menjagokan JERMAN.

Kata Charly's Angels mah;
Biakanlah saja kamu juara tiga, Yang penting aku padamuuuu!


Tak seperti biasanya, Piala Dunia kemarin memiliki kesan mistis tersendiri. Mulai dari prediksi NCH sekian sekian dari master Dedi Corbuzier di dalam negeri, sampai ramalan Paul si Gurita di Jerman sana.

Seperti biasanya, Master Dedi Corbuzier menggunakan trik-trik lama. Nulis prediksi, ditaruh di kotak, digantung sebulan. It’s soo yesterday, kan? Apalagi triknya dia yang NHC sekian sekian itu sudah dikupas tuntas di berbagai thread di Kaskus. Tapi yang lebih hebat adalah Paul si Gurita. Ramalan Paul si Gurita menjadi perbincangan ramai setelah ramalannya selalu benar. Caranya cukup gampang. Pawangnya memberikan dua kotak makan disertai lambang bendera, lalu dia akan memilih mana yang akan jadi pemenangnya.

Berhasil menebak kemenangan-kemenangan Jerman, Paul si Gurita jadi pahlawan di Negara asalnya sana. Tapi setelah memprediksikan Spanyol akan memenangkan pertandingan melawan Jerman dan prediksinya terbukti benar, nyawa Paul terancam. Banyak yang menghujat Paul, ingin menjadikannya sashimi atau takoyaki, dan gue yakin kartun SpongeBob SquarePants yang mengandung unsur gurita (baca:squidward) langsung diboykot di banyak Negara. Lebay? Memang.

Ya, ambil positifnya aja deh. Paul sebagai makhluk laut memiliki sensifitas dan bisa menerima sinyal yang tinggi, walaupun nggak ada pemancar BTS di deket kandangnya (asli ini jayus). Dibandingkan dengan Dedi Corbuzier atau Master Tarno sekalipun, AKU PADAMU PAUL
!:inlove:




berhubung paul keabisan duit, dia milih bendera GOLKAR
biar diangkat mantu sama Aburizal Bakrie,
licik juga yah?


Photo

16/07/2010

di 10:40


Label:

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah