Patriot yang Di-anaktirikan
Diposkan oleh rizkidwika

Hari itu, pemandangan sedikit berbeda di SMA saya.

Untuk kedua kalinya walikota Bekasi, Bapak Mochtar Mohammad datang berkunjung ke SMA saya, SMA Negeri 4 Bekasi. Bapak walikota dan jajarannya tiba ke sekolah saya pukul 12.00. Tujuan kedatangan beliau kali ini bukan untuk membicarakan pendidikan, melainkan tentang gerakan menanam pohon.

Benar, beberapa minggu yang lalu seluruh instansi khususnya instansi pendidikan wajib menyediakan satu pohon per satu kepala, atau yang dikenal dengan nama one man, one tree. Jadi, setiap orang wajib menyediakan bibit atau pohon yang nantinya akan ditanam di daerah – daerah yang dirasa perlu dilakukan penghijauan.

‘Hmm.. Bekasi memang sedang berbenah..’ Itu yang ada di pikiran saya.

Setahun belakangan ini, Pemkot Bekasi sedang giat – giatnya menggalakan adipura, apalagi setelah waktu itu kota Bekasi terpilih jadi kota terjorok di Indonesia. Beberapa tempat di Kota Bekasi dijadikan titik pantau oleh tim penilai adipura se-Indonesia, tak ketinggalan sekolah saya. Kami selalu diingatkan untuk sadar lingkungan. Tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan kelas, dan menjaga keasrian sekolah. Setelah semuanya dilakukan, beruntung SMA saya tidak masuk daftar merah dari penilaian adipura tersebut. Langkah awal yang baik untuk Bekasi memenangkan adipura. :anongnangyari:


***

Bekasi itu...
16 tahun saya hidup di Kota ini. Sebuah kota di Timur Jakarta, sebuah kota yang sedang giat – giatnya membangun. Memang, tak banyak yang saya ketahui tentang kota ini. Apalagi, menurut pandangan seorang anak SMA. Tau apa sih saya, selain Metropolitan Mall dan Bekasi Square ?

Kata banyak orang, Kota Bekasi itu penuh nilai historis. Menurut sejarawan, Bekasi adalah pusat kerajaan Tarumanegara, kerajaan Hindu pertama di Nusantara.

Chandrabhaga = Bhagasasi = Bhagasi = Bekasi

Lain lagi kata budayawan. Bekasi adalah kota hasil akulturasi budaya Betawi dan budaya Sunda dari Timur ditambah kebudayaan lainnya yang membuat kebudayaan Bekasi itu beragam. Saya setuju.

Tapi menurut kacamata (minus dua) saya, Bekasi itu anak tiri. Pertama, Bekasi dI-anak tiri-kan Jawa Barat. Dalam beberapa hal Bekasi tak terjangkau oleh Pemprov Jawa Barat, padahal Bekasi menyumbang pendapatan daerah dengan jumlah yang cukup besar.

Kedua, Bekasi di-anak tiri-kan oleh konsep Metropolitan Jabodetabek. Sebuah proyek Ibukota Negara dengan kota satelit sebagai penyangganya seakan cuma diatas kertas dan cuma ada di peta – peta. Kesannya, disana Bekasi cuma numpang nama ‘bek’. Kenyataannya ? Bekasi cuma dijadikan tempat pembuangan sampah raksasa dari tetangga – tetangganya. Tak heran ada rencana Bekasi untuk memisahkan diri dari Jawa Barat, bersama Bogor, Depok, dan Karawang membentuk provinsi baru.


***

Bekasi Telah Berubah
Bekasi yang terletak di pinggir Ibukota Negara ini berkembang sesuai tuntutan zaman. Bekasi yang sekarang tentunya beda dengan Bekasi beberapa tahun yang lalu. Sekarang Bekasi sudah bagus. Beberapa tempat dibangun menjadi landmark-nya Bekasi. Mall dibangun disana – sini, developer ramai membangun perumahan baru, dan lain – lain.

Sama seperti Kota lainnya di Dunia, dalam perkembangannya Bekasi menemui banyak masalah. Masalah kependudukan, kemiskinan, kemacetan, masalah sosial, dan budaya. Tapi menurut saya, masalah yang paling urgent adalah masalah lingkungan dan kemacetan.

Seperti yang kita ketahui, banyak bangunan di Kota Bekasi yang asal mbangun, tanpa memperhatikan lingkungannya. Sekarang ini, beberapa daerah serapan air dan lahan terbuka hijau di Kota kita tercinta ini sudah tinggal sedikit, bisa dibilang nol.. tidak ada sama sekali. Akibatnya ? Banjir sering terjadi.

Bicara tentang kemacetan.. bagi saya, Bekasi itu kota seribu koasi. Ribuan koasi dengan puluhan nomor trayek dan jurusan yang berbeda – beda berhasil membuat jalanan di Bekasi selalu ramai (baca:macet total), mulai dari Pondok Ungu, Kranji, terus sampai ke Jalan Juanda. Ditambah lagi masih banyak jalan dan infrastruktur lainnya yang masih acakadut, kalau boleh mengutip tagline salah satu perumahan di Bekasi.. ‘Kehidupan Lengkap Sudah’ sudah macet, jalannya rusak.

Tapi masalah – masalah diatas bukan cuma masalah Pemkot Bekasi, tapi itu juga masalah kita semua. Mau dianaktirikan atau tidak. Dengan semangat patriot, kita mampu membangun Bekasi :astig:

***

Photo

03/02/2010

di 19:35


Label:

4 komentar:

Anonymous

3 February 2010 at 23:13
Permalink this comment

said...

wik, one man,one tree itu d cetak miring. .

trus, yg "kehidupan lengkap sudah" mksdnya apaan ia, ngegantung. .

laennya bgus sii. . good job

4 February 2010 at 07:16
Permalink this comment

said...

sip, udah dibenerin..
thanks :)

said...

ikut lomba penulisan blog bekasi juga ya..
salut buat tulisan....keren dan menarik..
ayooo semangat ngeblog tuk bekasi..
biar bekasi lebih dikenal oleh masyarakat luar bekasi dan anak muda bekasi biar pada rajin menulis di blog...

5 February 2010 at 09:31
Permalink this comment

said...

@urbanzholic : hehehe iya makasih :)

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah