Catatan Liburan Lebaran
Diposkan oleh rizkidwika

Halo semuanyaa.
Akhirnya bisa update blog lagi, maklum soalnya kemarin-kemarin gue lagi pulang kampu, eh pulang kota ke Semarang, hehe. So, pada kesempatan kali ini, gue bakal menceritakan pengalaman plesir gue dan keluarga ke kota bandeng yang terletak lima ratus kilometer dari Jakarta ini. Here we go!


Lagi-lagi, untuk enam belas tahun berturut-turut gue menghabiskan waktu lebaran di Semarang.
H-2, gue sekeluarga stay di rumah nenek gue di kawasan Srondol, Banyumanik.
Disana, (seperti biasa) kami makan-makan opor ayam, sambel goreng ati, dan berbagai macam kue kering.
Disana, (seperti biasa juga), gue mendapatkan THR yang jumlahnya lumayan.
Disana, (seperti biasa lagi), gue menghabiskan THR dengan jalan-jalan ke mall.
Benar-benar lingkaran perputaran uang yang tiada habisnya.

Tapi, lebaran kali ini ada yang nggak biasa.
Lebaran kali ini, kami banyak banget mengunjungi tempat-tempat antah berantah yang tadinya belum pernah kami kunjungi sekalipun.

***

Beberapa hari setelah lebaran, gue dan keluarga pergi ke Kudus untuk nyekar eyang kakung yang dimakamkan disana. Jarak Kudus dari Semarang relatif dekat, hanya membutuhkan satu jam perjalanan dengan darat. Setelah sampai di kota Kudus, kami terlebih dahulu nyekar ke pesarean (permakaman).

Pulang dari nyekar, kami menyempatkan jalan-jalan mengelilingi kota Kudus dan sarapan soto kudus di warung soto kudus bu Jatmi. Sumpah makanan ini seger banget. Soto di warung bu Jatmi ada dua, satu soto ayam, dan satunya lagi soto kerbau. What? Kerbau? Pasti pada bingung kan?

Begini ceritanya, untuk menghargai ummat hindu di kota Kudus dulu, Sunan Kudus memberikan perintah agar qurban sapi di ganti dengan kerbau (seperti yang kita tahu bahwa sapi adalah hewan yang disucikan dalam agama hindu). Dan perintah itu masih di pegang teguh oleh warga Kudus sampai sekarang.

Di sana, gue nambah satu mangkok. Paduan antara kuah, daging ayam, nasi, bawang goreng, jeruk nipis, sambel kecap, otak goreng, sate usus, dan kerupuk rambaknya hmmm, unyu banget lah!
Abis kenyang, abis makan-makan, kami pulang menuju Semarang.

***

Tadinya gue kira kami langsung pulang, eh nggak tahunya pas memasuki Kabupaten Demak, kami berhenti di Masjid Agung Demak untuk shalat zuhur. Asiiiik! Akhirnya gue kesampean juga shalat di masjid ini, nggak sekadar bisa lihat di TV doang.

Ternyata, shalat zuhur di sana empat raka'at juga (yaiyalah, pe'a!)
Selepas shalat zuhur, kami berkeliling dan masuk ke museum Masjid Agung Demak.
Nah, gue menemukan sesuatu yang unik disana. Di dinding, terpampang silsilah dan sejarah darah biru dari zaman kerajaan Majapahit. Dan lihat, ada nama Brawijaya V!

Menurut silsilah keluarga dari Ibu, kami ada keturunan dari Brawijaya V, lalu turun ke Pangeran Arya Damar (Palembang), lalu turun lagi ke Reksanegara 1,2,3, dan akhirnya setelah beberapa generasi sampailah ke gue. Apakah gue ada keturunan darah biru? Setahu gue kalo mimisan masih merah warnanya.

Setelah capek-capek, kami balik ke Semarang.
Perjalanan ziarah kami berakhir, dan kami menghabiskan sisa liburan dengan pesta-pesta dan makan-makan dua hari dua malam.
Ya Allah, semoga nggak nambah lagi berat badannya.
Liburan selesai, dan kami sekarang sudah di Bekasi.


Rizki Dwika dan Keluarga mengucapkan;
Minal Aidin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Photo

17/09/2010

di 13:55


Label:

0 komentar:

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah