Sunday Ars 2012: Let The Magic Begins!
Diposkan oleh rizkidwika

Sabtu, 10 Maret 2012.
Hari eksekusi akhirnya datang juga. Bertolak belakang dengan akhir pekan yang ceria, sejak jam delapan Studio Dept. udah riweuh dipenuhi Panitia SA2012 yang wara-wiri ngangkat ini-itu, mempersiapkan keberangkatan peserta SA2012.

Pagi itu, rencananya warga Ars UI bakalan ngadain tradisi Malam Keakraban (Makrab) tahunan, yaitu Sunday Ars 2012. Tahun ini, yang kami usung menjadi tema SA2012 adalah HogwArs, terinspirasi dari sekolah sihir Hogwarts di film Harry Potter.

Setelah persiapan dan registrasi peserta, jam setengah sebelas, bus pariwisata yang disulap menjadi Hogwars Express 2 pun berangkat. Kami pun siap melawan kemacetan Lenteng Agung yang melegenda, lima jam menuju Pantai Anyer, Banten.

Pantai Anyer dipilih panitia sebagai tempat diselenggarakannya makrab ini. FYI, gue adalah salah satu orang yang paling excited dengan pemilihan pantai ini. Kenapa?

Pertama, gunung is too mainstream, men! Bayangin, berapa juta acara makrab atau konsol di Teknik yang menggunakan pegunungan sebagai destinasi wisatanya. Kalo nggak Puncak, ke Bogor desa-desa. Mentok-mentok paling ke Lembang.

Kedua, gue adalah petualang newbie. Sebagai catatan aja, rekor berkelana gue itu cupu abis. Paling jauh ke timur Indonesia itu Cepu, Jawa Tengah, dan paling jauh ke barat Indonesia itu Tangerang. Lebih tepatnya, selama tujuh belas tahun gue terlahir di dunia, gue terpenjara di Pulau Jawa. Kemarin itu kali pertama gue melintasi BSD, dan gue bahagia banget bisa ngelewatin perbatasan Tangerang. *tumpengan*


***

Bener aja, begitu liat pantai dan ombak segede gaban dari jendela, gue udah sumringah bahagia-bahagia gimana, layaknya dua sejoli yang melepas rindu karena LDR. Tak lama, Hogwars Express tiba di Pondok Bengras, lokasi penginapan SA2012. Peserta pun turun dari bus dan tim advance sudah bersedia menyambut kedatangan kami. Senior pun diajak bermain games di pantai terlebih dahulu, sementara panitia yang baru tiba mempersiapkan acara malam puncaknya.



Upacara Penyambutan

Sunset Mahakece



Setelah free time dan makan malam, acara puncak pun tiba. Acara puncak diawali dengan pemutaran video angkatan dan film pendek yang bodohnya nggak ada obat: Ponary Potter and the Celup Stone, sekuel kelanjutan Harry Potter 7 yang gagal tayang di XXI karena tidak lulus uji toksisitas.

Makin malam makin seru. Band-band senior tampil di depan, malam akustikan. Hingga yang dinanti-nanti datang juga, persembahan angkatan. ARSUI2011 dandanan boleh Heavy Metal, tapi hati kami tetap Heavy Rotation!

Yup, this is it: ARS 48! Sebuah girlband yang terdiri dari cewek-cewek Arsitektur yang skill dance-nya nggak kalah sama Cherrybelle, SNSD, SKSD, SIAKNG, apa pun namanya. Kelar ARS48, giliran Bintang dan Marci yang mimpin semua peserta untuk flashmob sekaligus menutup acara puncak.



The Magicians dan gue dengan poni belah gadis desanya

ARS48!

Peserta Sunday Ars 2012

Total Blackout




***

Minggu, 11 Maret 2012.
Malam makin larut. Masuk ke acara total blackout, acara bebas. Tidur boleh, ngerumpi boleh, serah lu. Setelah mati gaya dan mati kekenyangan abis masak indomie, gue dan Nanas pun berniat ke Pos Keamanan di depan. Ternyata, cowok Ars 2011 yang dari tadi nggak keliatan sedang bikin rapat bujang di sini. Diiringi angin laut, kami tertawa lepas layaknya orang yang pesta sabung ayam.

Sekitar jam dua, kami kembali ke stage utama. Masih ada senior yang genjreng-genjreng gitar, main kartu, dan lain sebagainya. Hingga tiba-tiba dibentuklah acara gombal-gombalan. Gue dan Ala maju sebagai perwakilan 2011, Dije dan Ka Vania wakilnya 2010, dan Ka Anu wakil tahun 2009.
Gombalan berjalan dengan menjijikkan.

Satu gombalan yang gue bikin:
"Kos-kos apa yang paling kece di Teknik?
Nggak tau? Kos you're amazing, just the way you are..."
Tolong. Gue nggak mau tinggal di bumi ini lagi.


***

FYI, malem itu gue nggak tidur sama sekali. Gue dan sekawanan pria lainnya ngobrol-ngobrol ceria bareng trio 2008, Ka Miktha, Ka Hadi, dan tentu saja, kakak asuh, Ka Rizky. Bersama mereka yang telah berpengalaman, kami diajarkan bagaimana metode menganalisis yang baik dan benar, yang kelak ilmunya dapat kami terapkan di matkul Pengantar Arsitektur.

Kami membahas tentang banyak hal, thesis skripsi tentang Jomblo dan Pengaruhnya terhadap Arsitektur, Single dan Perancangan Kamar Tidur, dan masih banyak lagi. Obrolan kengenesan ini kami teruskan sampai langit membiru, bicara kartun masa kecil ini, kartun itu, sembari hidung di-PHP-in sama gorengan nugget yang tak kunjung matang.

Habis sarapan, kita main-main ceria di pinggir pantai. Pertama, gue merasa excited. Gue lari-larian di pinggir pantai dengan jubah hitam yang gue kenakan. Rasanya seperti Krisdayanti yang bercengkrama dengan Raul Lemos di Pantai Dilli. Bedanya, gue nggak pernah operasi hidung sama jidat, gue bukan diva, gue nggak nafsu sama Raul Lemos, dan seandainya gue homo, selera gue nggak Raul Lemos juga kali.

Setelah itu, gue lebih memilih menyendiri, nyari pantai yang jauh, duduk di batuan karang. Bukan karena gue forever alone, tapi bagi gue, pantai adalah saat yang paling tepat untuk galau. Sambil menatap nanar menanti sapuan ombak, gue merasa merindukan sesuatu yang gue sendiri nggak tahu. Nggak, nggak. Gue nggak guling-gulingan di atas karang sambil nyanyi Rindu-nya Agnes Monica kok, tenang aja. Di tengah kebesaran-Nya, gue menikmati kondisi ini. Ea.


Lintas Angkatan Penuh Ceria



Kelar main-main di pantai, jam delapan kami check-out dari Pondok Bengras, Anyer. Setelah bebenah lalu masukin tas ke bus, kami keluarga Arsitektur UI foto-foto ceria sambil menikmati pantai untuk terakhir kalinya. Jam sembilan, lima bus Hogwars Express meluncur kembali ke Depok tercinta, diiringi dengkuran dua ratusan mahasiswa-mahasiswa nokturnal yang sudah kehabisan tenaganya.



***


Photo

24/03/2012

di 12:45


Label:

1 komentar:

said...

sunset nya bagus bgt....

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah