Kom-Unik-Asi
Diposkan oleh rizkidwika

Communication - the human connection - is the key to personal and career success.
Paul J. Meyer


Komunikasi adalah aktivitas primer yang mencakup semua hal dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang, tua dan muda, laki-laki atau perempuan, entah di bidang apa dia berada, semuanya membutuhkan komunikasi. Omongan ini bukan cuma teori doang. Sebagai salah satu mahasiswa yang pernah memilih jurusan komunikasi waktu SNMPTN tahun lalu, gue merasakannya.

Hampir setahun gue resmi jadi mahasiswa Arsitektur Interior di salah satu PTN paling kuning di Indonesia. Siapa sangka, di jurusan hasil kawin silang antara seni dan sains seperti jurusan gue ini, terselip mata kuliah komunikasi di silabusnya. Di semester dua ini, gue ketemu sama salah satu mata kuliah bernama Teknik Komunikasi Arsitektur, di mana sang calon Arsitek diarahkan bagaimana mengomunikasikan rancangannya ke client dengan tepat, secara verbal/nonverbal.

Mengamini apa yang udah gue bilang, cakupan komunikasi itu luas banget! Bayangin, apa jadinya dunia tanpa komunikasi yang baik? Misalnya, seorang client meminta dibuatkan sebuah hunian tipe minimalis. Namun, karena komunikasi yang buruk, sang arsitek malah membuatkannya hunian minim-abis, yang ukurannya cuma muat ditempati sama satu orang posisi kayang. Akibatnya, arsitek itu kehilangan reputasi dan jasanya nggak bakal dipake sama orang lagi. Itu baru bidang sepele, gimana kalau menyangkut masalah vital, seperti komunikasi antarbangsa. Salah-salah bisa menimbulkan perang berkepanjangan. Bahaya, kan?


***

Nah, di zaman berteknologi layar towel seperti sekarang ini, kita memiliki banyak kemungkinan untuk bisa berkomunikasi secara luas ke siapa saja, lewat sebuah dunia yang udah kita kenal sekitar satu dasawarsa, dunia maya.
Bukan, bukan.Maya yang gue maksud bukan Maya yang suka nyatok rambut namun tetap berkilau seperti yang ada di TV-TV. Maya yang gue maksud adalah: internet……
*mata menerawang*

Sekali klik, kita bisa berkomunikasi tatap muka dengan teman yang letaknya berjauhan.
Sekali twit, kita bisa bertukar pikiran sambil kamseupay-kamseupay-an.
Sekali upload, besoknya kita jadi bintang iklan produk sosis siap makan. Ajaib kan?
Teknologi mempermudah kita berkomunikasi, sob! Bersyukurlah lahir di zaman ini!

Tapi, berkomunikasi bukannya tanpa celah. Dalam berkomunikasi, terdapat gangguan-gangguan yang dapat menghambat tersampaikannya pesan dari informan ke penerima alias miskomunikasi. Gangguan-gangguan itu dapat berupa salah interpretasi, keterbatasan bahasa, termasuk gangguan teknis, seperti gadget dan sinyal.

Mengenai kedua hal ini, gue punya pengalaman pribadi.
Gue termasuk orang yang langgeng, nggak kerasa kami udah lima tahun. Romantis? nggak, nggak ada romantis-romantisnya. Bener gue udah lima tahunan. Bukan sama cewe, tapi sama hape gue, N70... *nangis galau*

#prayfordwika


Di tengah gempuran ponsel minim keypad sampai yang kepenuhan keypad, hape gue masih sanggup bertahan. Bertahan dalam kengenesan. FYI aja, hape gue udah tidak hapesiawi lagi. Casingnya retak di mana-mana, keypad jebol sehingga gue tambal dengan selotip, serta baterai yang bocor mewajibkan gue memiliki tiga baterai cadangan. Tiga, saudara-saudara. Tiga!

Penderitaan bertambah. Bukan, bukan karena gue jomblo, melainkan salah pilih operator.
Berawal dari iming-iming promo operator X, gue pun menduakan nomor IM3 gue yang dipakai sejak 1 SMP. Karena terjebak promo palsu, karena teledor, nomor IM3 gue hangus gara-gara lewat masa tenggang. Gue desperate seketika, apalagi setelah tahu kalo nomor yang hangus nggak bisa dibangkitdarikuburkan lagi.

Ke-desperate-an gue memuncak. Waktu ngekos di Depok, selain krisis cinta, gue juga krisis sinyal. Di kosan gue, sinyal operator X persis Aurel Hermansyah. Putus nyambung, guys! Di dalam kamar, sinyal satu bar. Ke luar, bisa lima bar. Miring ke tenggara, no signal. Menghadap kiblat, cuma tiga bar. Promonya pun bodong. Harga miring, tapi kualitas sinting. Terjebak!
I WANNA GET MY IM3 BACK, PLEASE!

Jujur, kondisi yang mahatidakkeren ini menyulitkan gue untuk berkomunikasi. Gadget bapuk, sinyal busuk. Kemudian, gue kembali tergoda untuk beralih ke IM3 yang sedang gencar ngasih program Anti Galau seharian. Murah beneran ditambah sokongan sinyal kuat Indosat? Sakit jiwa! Nggak becanda kan?! KYAAAA~ KYAAAA~ *mimisan*


***

Seperti yang gue bilang. Sekarang ini, kebutuhan manusia akan berkomunikasi sangat besar. Selain itu, teknologi yang terus berkembang memudahkan kita untuk berkomunikasi dimana saja, kapan saja, dan lewat media apa saja.

Tapi ingat, jangan cuma berkoar di dunia maya saja, komunikasi di dunia nyata itu penting loh, manteman. ‘Bacot’ di socmed boleh, tapi, berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar nggak boleh dilupakan! Seratus persen fisik kita ada di dunia nyata, jadi jangan cuma ngandelin interaksi via koneksi gprs aja. Get a real life!

Ada kata ‘unik’ di dalam kata ‘komunikasi’,
dan keunikan itu adalah cara kita mengekspresikan diri kita sendiri :)

Photo

11/04/2012

di 19:29


Label:

2 komentar:

11 April 2012 at 22:00
Permalink this comment

said...

gokil dwik, waktu hp gue rusak gue pake hp yang kayak punya elo loh, awkwkwk pinjeman dari adek gue, sekali lagi, wk salam :v

23 August 2017 at 11:09
Permalink this comment

said...

corn seed planting tool
http://rindra.blog.dinus.ac.id/2016/09/01/alat-tanam-benih-jagung-dengan-tuas-pengungkit-dan-mekanik-pembuat-lubang/

Professor bloggers
http://anakadarningsih.blog.dinus.ac.id/2016/06/24/dosen-blogger/

proposal preparation workshop
http://ennyvisioner.blog.dinus.ac.id/2016/06/24/workshop-penyusunan-proposal-penelitian-dikti/

information systems courses
http://youseewhy.blog.dinus.ac.id/2016/09/14/mata-kuliah-sistem-informasi-akuntansi/

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah