Welcome to Sophomore!
Diposkan oleh rizkidwika

ASTAGA, ini beneran gue punya punya kesempatan buat nulis lagi?
Demi apa? Nggak becanda ini gue sempet nulis?
Sumpah, ini jari gue lagi bersenggama dengan keyboard?
KYAAAAAAAAA!

Oke, lebay. But, hello there! Dwika strikes back!
Hampir dua bulan gue vakum di dunia beginian,
Kok lama? Iya.
Diculik? Nggak mungkin, siapa yang sudi nyulik perawan macam gue.
Terus kenapa?
Kemunculan gue di sini bukan karena jelang-jelang mau pilkada, tapi semata-mata hanya ingin merayakan surga yang telah didapatkan setelah melalui neraka bernama,... SEMESTER DUA
(-------- #np Dewi Sandra feat Olla Ramlan-Stop--------)


FYI aja, semester dua di Arsitektur ini bener-bener bikin panjang gigi.
Terkisah dua mata kuliah yang namanya tak seindah tugasnya, mereka adalah Tekomars dan Pengars.
Tekomars? Jejadian apa itu? Apa korelasinya perabot wajib pesta teh dengan planet mars?
Lalu, Pengars? Kenapa dipenuhi akhiran -ars -ars?


***



Pertama, Pengars. Pengars adalah akronim dari Pengantar Arsitektur.
Ibarat Cherrybelle, menurut gue mata kuliah ini adalah mata kuliah paling istimewwwa.

Setiap Kamis, mahasiswa Ars satu angkatan berkumpul di Auditorium, kemudian diberikan materi kuliah mengenai arsitektur dan seluk beluknya oleh dua dosen paling istimewwwa, yaitu Pak Jaya dan Pak Nanda.
Oleh keduanya, otak kami yang kosong dan nggak tahu apa-apa soal arsitektur seolah diisi terus sampe meluber ke luar-luar. Kami dikenalkan dengan bagaimana bangunan terbentuk, bagaimana struktur kolom-balok-pondasi-atapnya, keterkaitan bangunan dengan lingkungan, serta arsitek-arsitek dunia dan karyanya.
Akhirnya gue nggak cuma kenal Soekarno, Ridwan Kamil, dan Fauzi Bowo.

Hari Kamis adalah hari paling indah, tapi tidak dengan hari sebelumnya.
Sebelum masuk Auditorium, mahasiswa harus mengumpulkan tugas mingguan kepada fasilitator masing-masing. Sebagai mata kuliah paling istimewwwwa, tugasnya pun sama istimewwwwa-nya.
Setiap mahasiswa harus menganalisis bangunan yang berbeda tiap minggunya, kemudian dibahas sesuai materi yang sedang berlangsung. Misalnya lagi belajar skala dan proporsi, maka kita harus ngebahas skala dan proporsi yang diterapkan oleh sang arsitek pada bangunan itu. Intinya, kita harus banyak mempertanyakan kenapa didesain seperti itu, kemudian kita jawab sendiri berdasarkan alasan logis.
Singkatnya, lihat skema Da Vinci ini.


Sesuatu, right?


Tercatat udah banyak bangunan yang jadi korban analisis gue, mulai dari benda sekecil jemuran kosan, kantin fakultas, pos satpam, sampe bangunan mahamegah kaya' Masjid Istiqlal dan Pasar Tanah Abang. Setiap minggunya, laporan analisis itu dituangkan ke dalam buku, kemudian dikumpulkan.

Ngerjain ini nggak segampang masak aer, jek!
Gue dan temen-temen banyak yang nggak tidur sama sekali, melek sampe pagi dan nggak mandi, bahkan sebagai hiburan, tiap jam tiga pagi abis nyeduh kopi, gue nge-dance Heavy Rotation sendirian di kamar.
Tercatat udah tiga buku dengan total nggak kurang 120 halaman yang udah gue tulis, dan Alhamdulillah, saat ini gue masih hidup.


***



Kemudian, Tekomars. Teknik Komunikasi Arsitektur (Tekomars) merupakan mata kuliah paling nggak punya jati diri bagi gue. Gimana nggak? Teknik iya, Komunikasi iya, Arsitektur juga. Namanya sedikit nggak berpendirian.
Dilirik dari gabungan ketiga keyword tersebut, tujuan mata kuliah ini adalah mengkomunikasikan ide dan rancangan secara visual lewat penggambaran dengan tepat sasaran.
Dengan bobot enam SKS, mata kuliah wajib ini membunuhku men, membunuhku :'|

Tugas yang diberikan macam-macam, dibagi menjadi beberapa project, mulai dari menggambarkan emosi dan ekspresi, menuangkan objek alam ke dalam media gambar, membuat gambar kerja arsitektural -baik bangunan maupun furnitur, mendeskripsikan proporsi tubuh manusia dan pergerakannya dalam ruang, dan masih banyak lagi (intinya, mata kuliah ini nggak jauh dari yang namanya gambar).




TUGAS AKHIR
Komunikasi Ruang Sederhana
(Gambar Kerja+Maket Ruang)

Gambar Kerja Arsitek itu kaya gini loh


 Kalo Satu Bundel Gambar Kerja dikumpulin kaya gini loh



Semua yang termuat dalam foto ini dibuat oleh si ganteng menyedihkan berikut
dalam waktu satu minggu saja loh ._____.




Kuliah di Arsitektur faktanya memang membuat mahasiswanya nggak pernah mimpi buruk (karena tidak tidur, men, tidak tidur!).
Kalo lagi hectic ada dua deadline Tekomars dan Pengars, senam Heavy Rotation jam tiga pagi masih kurang bikin gue melek. Biasanya, kalo udah gini, gue menyiapkan lagu-lagu reject dalam sebuah playlist yang disetel terus menerus dengan earphone full speaker.

Lagu-lagu berikut adalah:
1. Anang-Ashanty - Jodohku
2. Trio Macan - Iwak Peyek
3.  Syahrini - Sesuatu
4. AKB 48 - Heavy Rotation
5. Dewi Sandra feat Olla Ramlan - Stop
6. Maia feat Cinta Laura- Penghianat Cinta
7. Ayu Tingting - Sik Asik
Kampungan? Kalo gitu gue nggak melek sampe pagi menjelang, broh!
*tuing kacamata*


Kuliah Arsitektur memang sesekali bikin sinting, sakit jiwa, dan tekanan batin,
Siapa bilang?
Di tengah penderitaan ini, kami punya sisi lain yang kadang memalukan.
Terkisah sekumpulan gila yang ditakdirkan bersama, yang kerjaannya menghibur diri dengan segala sesuatu yang ada di Studio, mulai dari lem aibon, fox, meja, bangku, dan lain sebagainya.
Yes, we are creeeezieh!


Dwika-Ochan: Sexy, Single, and Free

Human Body Movement: Komposisi Gerak
(dan gue jadi instruktur aerobiknya.........)


Keluarga Cemara :3
(@ Galeri NuArt, Bandung)



***
 
Somehow, Semester dua udah kelar, broh!
IP udah keluar dan memuaskan!
Jadi,... WELCOME TO SOPHOMORE GUYS!

Photo

07/07/2012

di 18:40


Label:

1 komentar:

said...

kadang gue berpikir ada untungnya juga gue gagal masuk arsitektur, sekedar info aja, gue ambil IPC setelah istikharah 5 kali. dan pilihan IPS gue jatuh ke manajemen dengan alasan tersendiri.
gue ga ditakdirkan disini mungkin karena nanti gue ga bakal sanggup kalo gue bisa dapet, di SMA aja gue termasuk yang paling sering ga ngerjain tugas :v
dan, gue salut dah sama anak arsi, dan mata panda yang sering gue liat di wajah2 anak arsi UGM
keep positive thinking aja dah :D

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah