Kaleidoskop 2013
Diposkan oleh rizkidwika


Apa kabar, saudara? Sudah naik berapa kilogram?
Khusus di bulan ini, gue lagi semangat-semangatnya buat nulis. Lebih tepatnya, kejar setoran. Pertama, hingga tulisan sebelum ini, jumlah postingan gue dalam setahun di blog laknat ini hanya 18, which means angkanya jelek.

Bukan, bukan. Gue bukan tipikal manusia yang mengandalkan angka-angka tertentu bakal bawa hoki, cuma, gue emang terlanjur memiliki mindset awal kalo 16 dan 18 adalah angka yang nggak cantik, berbeda sama 17 atau 19. Soalnya, mereka itu nggak ganjil, kurang bulet, dan sebagainya gitu deh. Maka, melalui postingan ini, gue bakal berusaha menggenapinya.
Penting banget pake dibahas.

Kedua, gue lagi kejar setoran buat mencetak traffic blog yang baik. Pertama kali dalam sejarah, blog gue mencapai di atas 1.500 visitors dalam sebulan, lebih tepatnya waktu gue ikut blogging contest dan hadiahnya terpaksa diikhlasin gara-gara nggak ada respons lanjutan dari penyelenggaranya.
Namanya juga Dwika. Dwika-sih harapan doang.

Tapi, makin ke sini, nggak tahu karena alergi sama foto-foto “masbro” atau apa, popularitas situs dewasa ini turun secara perlahan. Maka, dengan bersusah payah, gue pun berusaha buat mendongkrak kembali jumlah pengunjungnya, apa pun itu. Salah satunya dengan rajin mengisi konten di halaman ini.
Gue jadi tahu bagaimana perasaan partainya Ruhut Sitompul sekarang seperti apa. Lah, lupakan.

Bapak Presiden, partai kita cemana Bapak Presiden!!!

Di penghujung 2012, seperti biasa gue melakukan corat-coret di atas logbook dengan judul cetak besar: “2013 MEMBAHANA”, yang berisi sekumpulan target dan pencapaian alay yang harus dicentang dalam setahun belakang. Nah, gara-gara keseringan nonton infotainment spesial akhir tahun yang berlomba-lomba mengulas fenomena di 2013 sekaligus resolusi para artis pengisi Pesbuker dan Yekaes, maka, di era globalisasi yang paling gaul ini, gue pun menjadi tergugah untuk melakukan hal serupa.
Ya, gue akan mereview 2013 dengan gaya gue sendiri.
*kemudian-sikap-lilin*

(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)
***

Photo

29/12/2013

di 17:21


Label:
,

Architectour: Memancar di Gunung Pancar
Diposkan oleh rizkidwika


Halo.
Plis. Izinkan gue untuk berteriak sekali lagi.
ANJIRGUYSSSSSSEMESTERLIMAUDAHKELARWOYYYYYYYYGILASERIUSDEMIAPALOHHHTINGGALDESREPDOANGHAHDEMIAPAHAHDEMIAPAHHHHHHH?!

Yoman. Kali ini gue datang dengan sebuah kabar baik dan sebuah kabar buruk.
Kabar baiknya, setelah presentasi eksternal mata kuliah Desfur yang bikin kurang tidur kemarin telah dilalui dengan cantiknya yang lebih cantikan kamu itu, secara resmi semester lima para interiorita telah selesai. Eh, tinggal menyisakan sebuah desrep atau design report yang harus dikumpulkan hari Selasa aja maksudnya.
Kabar buruknya, rekor gue yang belum bleeding di semester ini pun pecah gara-gara desain furnitur. Bukan dengan cutter. Lebih parah. Gue dizalimi oleh gunting kawat. Menyedihkan.

Oke. Pada postingan kali ini, lagi-lagi gue bakal men-share catatan perjalanan yang baru aja dilakukan awal Desember kemarin.
Di tahun ketiga yang hectic, gue menyempatkan untuk pergi jauh-jauh dari Depok selama akhir pekan, bahkan hingga dua kali. Pertama, menghadiri TKIMAI di Solo, kedua, Gathering Sobatbumi Pertamina Foundation Scholarship angkatan 3 di Gunung Pancar.

Iya. Di awal semester lima ini, gue mendapatkan kabar baik bahwa gue terpilih menjadi satu dari sepuluh orang penerima beasiswa Sobat Bumi PFS 3 dari UI. Nah, di awal Desember, Pertamina Foundation pun mengadakan gathering akbar yang mengundang seluruh penerima beasiswa se-Indonesia. Iya buat hepi-hepi bersama di Hutan Wisata Gunung Pancar, sekitar tujuh kilometer dari Sentul City, Bogor, Jawa Barat.
Se-Indonesia, men. Se-Indonesia.

Mejeng bisa, keleus.
Setelah membaca rundown dan mendengar acara itu dihadiri mahasiswa-mahasiswa lain dari berbagai kampus antarkota antarprovinsi, gue pun menjadi sangat antusias untuk mengikutinya.
Sangat-sangat antusias.

(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)
***

Photo

21/12/2013

di 13:00


Label:

Architectour: Solo YOLO! (2)
Diposkan oleh rizkidwika


HAI.
Ini adalah postingan ketujuhbelas yang gue buat di tahun ini. Baiklah.
Sebelum gue melanjutkan bagaimana ke-freestyle-an tujuh mahasiswa asal Depok yang berkesempatan untuk jalan-jalan di Kota Solo, izinkanlah gue untuk melakukan prosesi curhat barang satu-tiga kalimat terlebih dahulu. Ehm...

PRESENTASI INTERNAL STUDIO PA INTERIOR KELAR, WOY!!! ASADADADAQUWDUBWWADHUADDUBDWUDBWXBWXBUCCWAUKYAAAAAAKYAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!

Benar sekali. Mata kuliah bernama Perancangan yang cukup membelenggu lahir batin dengan bobot sembilan SKS di semester ini sebentar lagi akan berakhir. Selasa kemarin, para interiorita semester lima telah mempresentasikan kepada reviewer mengenai ruang publik yang didesain masing-masing anak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Karena pendekatan yang dipilih oleh tim dosen adalah metode fashion, maka, jangan heran kalo studio interior belakangan diramaikan dengan kain, baju, dan penampilan sok fashionable di mana-mana. Bahkan, di kelompok ...katakanlah kelompok Jalur Gaza, setiap anak diwajibkan memajang manekin yang didandani pakaian-pakaian tertentu layaknya Pojok Busana.
Oh iya, biar membacanya lebih asyik lagi, izinkanlah gue untuk memajang foto yang mahaganteng ini.




Oke, oke. Gue mohon jangan tinggalkan tulisan ini. 

Langsung saja, saudara-saudara. Pada tanggal langka yang mahacantik yangcantiknyakalahcantikdibandingkankecantikankamu ini, gue akan melanjutkan  lagi tulisan gue yang kemarin. This is it. SOLO YOLO jilid dua!
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

***

Photo

11/12/2013

di 20:28


Label:

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah