14 Lagu Paling 2014
Diposkan oleh rizkidwika

[PETUNJUK MEMBACA]
kata cetak miring harus dibaca dengan aksen Boy William
/tanda jeda/ harus dilafalkan, ditekan, dan dieja kata per kata
‘angka’ (mis:2014) harus dibaca in English (tutawzen-en-fotin)
tanda begini ~~~ harus diselingi dengan rap

Yo Dawg, watsup!
Nggak terasa, dua hari lagi kita akan menutup tahun 2014, tahun yang menurut gue pribadi memberikan banyak sekali turbulensi naik-turun, atas-bawah, tak jarang sesekali jatuh-bangun. Nah, untuk menutup tahun yang super moody, kali ini gue mencoba untuk membuat kaleidoskop berupa daftar lagu yang berisi empat belas lagu yang paling sering didengar, dinyanyikan, maupun atas dasar subjektivitas gue sendiri sangat menggambarkan tahun 2014. So please check this list awt and this is Empat/ Belas/ Lagu/ Paling/ 2014/ versi/ Boy/ Williyem!!!
~~~


1. LOOMPOOHKANLAH INGATANKU
Di awal tahun, Momo dan teman sepermainannya yang tergabung dalam Geisha kembali mengguncangkan radio tanah air dengan hits barunya yang menceritakan perempuan yang patah hati dan susah move on berjudul Lumpuhkanlah Ingatanku. Seperti yang pernah Boy bahas secara panjang kali lebar, lagu ini berhasil membuat ubun-ubun Boy nyaris lepas selama sebulan karena tekanan tensi yang meninggi begitu mendengar suara lirih seorang perempuan yang berkata “Jangan sembunyi….”




2. ALL OF ME
Beralih ke lagu menye-menye Amerika, di triwulan yang sama dengan Geisha, lagunya John Legend ini juga menempati peringkat teratas di chart berbagai belahan bumi, setidaknya chart di NAV Margo City. Di awal kemunculannya, hampir seluruh mahasiswa yang sedang karaoke pasti menyanyikan lagu kepalaku-berendam-tapi-bisa-napas ini secara berjamaah dengan teman-temannya. Ngaku!
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

30/12/2014

di 13:30


Label:

Realitas Semester Atas
Diposkan oleh rizkidwika


[mohon baca tulisan berikut sembari mendengarkan lagu Wo Ming Pai]
Siapa tahu kalian sudah pada lupa. Halo, nama saya Adam Levine! Hobi saya menyanyi di atas penderitaan orang lain! 17TH years old, Bekasi!!!

Baik. Tanpa terasa, ternyata gue udah empat bulan lebih nggak meng-update kandang nista ini. Selama empat bulan itu pun gue ketinggalan banyak momentum untuk bisa dituliskan di sini, mulai dari perhelatan akbar Raffi Ahmad-Nagita Slavina, om-om india yang jauh-jauh datang untuk mencari kekasihnya di teve swasta, Dian Sastro yang ketemuan lagi sama Rangga, hingga Pasar Seni ITB yang mengecewakannya luar biasa. Semua karena rutinitas studio.
Ya, semua karena rutinitas studio.

Jadi, sepanjang 2014 ini, kehidupan gue lebih banyak dihabiskan di lantai enam sebuah gedung di fakultas gue, menjadi saksi hidup melihat tujuh kali sunrise dan puluhan sunset di kampus sendiri dari ketinggian. Padahal, semester ini gue cuma ngambil 16 SKS doang. Tapi, bobot ini langsung terasa 61 SKS begitu ada mata kuliah 10 SKS bernama Perancangan Arsitektur Interior 5. JENGJENGGG!!! KSATRIA BATANG HITAM!!!

#UCINGALAALIANA


Setelah dua setengah tahun ke belakang gue melewati seluruh studio perancangan, kali ini gue melakukan tugas adaptive reuse, yaitu memanfaatkan ulang bangunan bersejarah yang statusnya menjadi cagar budaya/ konservasi di Kota Jakarta. Dengan analisis site terpilih Rumah Jengki, perumahan rakyat yang dulunya hits banget di Kebayoran Baru era 1950-an, singkat cerita...
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)


Photo

08/12/2014

di 18:35


Label:


Tulisan ini ditujukan bagi kalian yang masih bingung menentukan pilihannya.
Gue bukan siapa-siapa. Gue bukanlah anak FISIP, Hukum, apalagi FE yang topiknya menjadi isu utama dalam pertarungan capres-cawapres hingga lima kali di teve nasional. Gue cuma mahasiswa arsitektur interior, bidang yang sama sekali nggak seksi buat diperdebatkan –coba, emangnya ada yang sudi bayangin capres kita memperjuangkan keadilan harga properti yang naik mulu setiap Senin?-



Oh iya, satu lagi. Gue adalah blogger dan mahasiswa biasa, yang paling banter cuma gabung tiga tahun di majalah sekolah plus dua tahun di pers kampus serta nggak pernah terlibat demonstrasi. Jadi, mohon tulisan ini jangan terlalu diambil emosi.

***

Photo

04/07/2014

di 11:17


Label:

Hari ini saya memang sedang gerak cepat. Di lonely-birthday-trip-yang-tertunda ini, ceritanya saya bakal bepergian ke Trowulan-Mojokerto, ibu kota Majapahit yang masuk ke dalam salah satu destinasi yang saya nantikan setahun belakangan.

Wringin Lawang, Gerbang Masuk Ibu Kota Majapahit

Jam 3.20 pagi, kereta Tumapel yang saya dan penglaju lainnya tumpangi mulai meninggalkan Stasiun Besar Malang. Saya pun duduk di gerbong satu, memilih tempat di pinggir jendela supaya bisa bersandar sambil mengisi baterai yang sudah berkurang.

Okupasi kereta yang saya naiki tidak terlalu padat. Kereta baru mulai terasa penuh ketika berhenti di stasiun Blimbing dan Singosari. Ya, kereta lokal seperti Tumapel dan Penataran adalah pilihan andalan bagi wisatawan, pedagang, maupun penduduk setempat yang harus melakukan commuting Surabaya—Malang setiap harinya. Selain terbebas dari kemacetan jalan raya, dengan naik kereta lokal, kita bisa melanjutkan tidur nyenyak sambil menempuh jarak ratusan kilometer hanya dengan kocek empat hingga lima ribu rupiah saja.
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

30/06/2014

di 02:17


Label:


Ehm. Hi there.
IYESSSSSSSSSS----SEMESTER-ENAM-YANG-LELAH-HAMPIR-HABIS-DAYAKU-MEMBUKTIKAN-PADAMU-EH-BERDIRI-MAK-BULU-ROMAKU-TERKURAS-HABIS-ISI-DOMPETKU-MALAIKAT JUGA TAHU TELAH SELESAI! TAHUN TERAKHIR SEBAGAI MAHASISWA SEGERA DATANG! WOHOOOO!

Yoi, sob. Studio Perancangan 4 dan segala macam matkupil markipul yang bebannya nggak kalah dengan perguruan shaolin telah berlalu. Lewat postingan ini, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya ditujukan buat Tuhan yang Mahakuasa, orang tua, juga tak lupa kepada geng yang telah mengisi kesepian hidup saya sepanjang semester ini: Mz Denny Alyas-Mz Lontong-Mz Komeng-Mb Annabelle, serta “Tetangga Masa Gitu” Mb Enjel Mz Adi-Bee-Bastian. Panasonic Awards ini Nikita persembahkan buat kalian.

#TeamMasAdi

Singkat cerita, setelah menyelenggarakan pengajian, potong tumpeng, dan membuang kepala kerbau ke lautan, untuk merayakan keberhasilan gue dalam menyelesaikan semester ini, gue memutuskan buat melakukan backpacking sendirian ke suatu wilayah yang belum pernah gue jamah sebelumnya. Berbekal duit beasiswa yang udah cair, gue pun pergi ke indomaret untuk mencermati satu per satu nama kereta dan tujuannya, kemudian memesan tiket pergi pulang. Oke, gue bakal bepergian ke Jawa Timur, beli tiket berangkat jurusan Malang dan pulangnya dari Surabaya.

Ngapain? Gue juga nggak tau mau ngapa.
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

***

Photo

22/06/2014

di 14:17


Label:

Hm, hari tua versi saya?

Jika dihadapi pertanyaan tersebut, niscaya jawaban saya bakal sesederhana ini. Duduk di kafe, diskusi santai bersama junior dan klien, sembari menunjukkan rancangan rumah yang sudah difiksasi, siap dibangun, dan masuk dalam situs kurator Archdaily. Ya. Menjadi pemimpin suatu biro arsitek terkemuka adalah satu dari sekian gambaran saya mengenai kesuksesan, di mana materi, properti, dan penghasilan besar pada saat itu bakal menjadi lumrah dan merupakan hal yang wajar.



Tidak ada akhir yang bagus tanpa kerja keras.
Great victory likes preparation, katanya. Untuk bisa mencapai di posisi demikian rupa tidak cukup hanya mengandalkan keberuntungan, meminta wangsit, apalagi sekadar berangan-angan. Saya pun berkeyakinan, diperlukan kerja keras, usaha yang lebih, ribuan cangkir kopi, bahkan harus rela merasakan kegagalan berkali-kali agar bisa merasakan akhir cerita yang berujung bahagia nantinya.

Maka dari itu, menyusun strategi yang dipersiapkan khusus demi menghadapi hari tua nampaknya menjadi relevan sekaligus menjadi tuntutan tersendiri di zaman sekarang. Layaknya perang, sudah pasti berbagai strategi yang telah direncanakan harus dilakukan sejak jauh-jauh hari, seperti menjaga fisik dari pola makan dan gaya hidup sehat, investasi ilmu dengan mengikuti jenjang pendidikan, hingga menyiapkan investasi masa depan dalam bentuk dana pensiun.

Untuk memfasilitasi masyarakat yang menginginkan hari tua yang lebih terencana, Bank BNI membuat layanan khusus yang telah diselenggarakan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT BNI sejak tahun 1994, yakni program BNI Simponi. Dengan setoran awal Rp250.000,00 dan iuran minimum Rp50.000,00, kita dan keluarga dapat menikmati hasil kerja keras berupa dana bulanan setelah masa pensiun tiba nantinya. Selain itu, tidak perlu menjadi pelaku bisnis atau pegawai kantoran terlebih dahulu untuk  bisa menjadi peserta. Karena, siapapun bisa bergabung dalam program ini, baik mereka yang berprofesi sebagai jurnalis, arsitek, pedagang, petani, bahkan bagi yang masih menjadi mahasiswa.

Saya yakin, setiap orang memiliki konsep ongkang-ongkang kaki versinya sendiri, kondisi idaman yang dialami di hari tua setelah melalui perjalanan jatuh bangunnya kehidupan. Jadi, buah seperti apa yang Anda ingin tuai saat senja di masa depan?


info lebih lanjut, kunjungi situs http://bit.ly/BNI_Simponi

Photo

13/05/2014

di 13:13


Label:
,
,

Pasang Badan, Buat Turun Tangan!
Diposkan oleh rizkidwika

Selamat berusia kepala dua, gengs!

Di pertengahan bulan April kemarin, alhamdulillah, gue telah memasuki paruh usia kepala dua. Selain libur long weekend yang di-provide oleh pemerintah menyambut paskah, sebenernya nggak ada yang terlalu spesial. Tapi, hari berikutnya, gue mendapat kejutan dari anak-anak Geng Sobatbumi Goes To Purwakarta yang rela datang jauh-jauh ke Summarecon Mall Bekasi. Setelah makan dan jalan-jalan di event Pasar Senggol bareng mereka, tiba-tiba, gue dikejutkan dengan kehadiran LaskarBego, empat orang bego yang kuliah di kampus big three yang udah dua tahun nggak kumpul bareng disebabkan jalan yang berbeda dengan garis takdir Tuhan. Terus gue kaget, tapi tenang aja, nggak sampe nganga-nganga kayak Miss Venezuela. Ya udah deh, berikut kolase fotonya.


All of me loves all of you, deh!


Oke. Di usia yang katanya semakin tua mature ini, gue bakal membahas perpolitikan Indonesia. Doain gue nggak langsung deactive account kayak mas-mas selebtwit bejat yang mem-publish tulisan dengan topik yang sama. Sip pemirsa.

Pemilu kemarin adalah kali pertama gue nyoblos. Meski nama gue terdaftar di TPS yang berada jauh dari Bekasi yakni di negeri antah berantah bernama Grogol, nggak membuat gue mengurangi antusiasme buat nyoblos kertas suara edisi perdana. Setelah menimbang, diskusi, dan kepoin visi-misi partai dan kandidat caleg lewat berbagai situs pemilih pemula yang tersedia, akhirnya pilihan gue pun jatuh kepada...  partai petahana.

Dafuq? Serius Dwik? Lu ga pernah nonton tipi? Anak muda macem paan lu? Kepincut parasnya Sutan Batugana?

Men. Menurut gue, bakal lebih ‘anak muda macem paan lu?’ kalo opini kalian tentang politik cuma berbasis setiran media massa dan pemiliknya doang.
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

28/04/2014

di 16:11


Label:

Tol-Bottle
Diposkan oleh rizkidwika


Hai, Selamat Pancaroba!

Seminggu belakangan, perhatian gue akan studio dan karut marut perpolitikan Indonesia dialihkan dengan kabar peluncuran video klip Agnes Monica –ups, Agnezmo maksudnya. Mungkin dia sudah memutuskan untuk nggak monikah lagi. Bay- yang terbaru dan menjadi hits internasionalnya yang dilempar ke pasaran, yaitu Coke Bottle.

Dalam sekejap, lagu ini mendapat apresiasi masyarakat Youtube dengan jumlah penonton yang terus bertambah, meski komentarnya tetep paling banyak berasal dari Indonesia yang kemudian kena alih bahasa. Dari penggalan liriknya: “DARI UJUNG BANDA ACEE, SAMPEEE TANA PAPUA. KITA SAMUAAA BERSODARRAAA” Fakkk sori itu lagunye ARB, cewek berzodiak cancer ini mencoba menceritakan pengalamannnya waktu dilirik sama laki-laki gara-gara badannya yang aduhai, persis lekukan botol coca-cola.

Maaf. Tidak lulus sensor MUI.

Bukan, bukan. Gue nggak bermaksud buat mengangkat topik tentang insiden kemben melorot atau tuduhan meniru gaya penampilan Jenita Janet, Katy Perry, apalagi Nike Ardilla. Pada postingan kali ini, gue akan membahas berbagai alternatif botol, baik yang gendernya laki-laki maupun perempuan, yang nggak kalah bohay dari coca-cola dan bisa menjadi referensi bagi Agnezmo kalau-kalu dia kepengin membuat sekuel atau trilogi kayak lagi Cinta Mati garapannya Ahmad Dhani.

Check this awt!
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

13/04/2014

di 16:00


Label:

Langkah Revolusioner Ngehemat Aer
Diposkan oleh rizkidwika


Pesan sponsor:
1. Jangan lewatkan “Masbro: Gemas Bro!” episode terakhir hanya di bulan ini!

2. Selamat hari jadi geng ketujuh tahun, NEW PT FRIZY! Semoga-semoga-semoga ya!

3. Wilujeng tepang taun, Kang Adam Lepin! Semoga umurnya barokah! Salam buat tante Inul Daratista! Ah, pas kemarin saya beli Tabloid Gaul, saya nemu pin-up Akang pas lagi muda, loh! Mau bukti? Nih!


Kalo nggak kuat, silakan lambaikan tangan ke arah kamera.

Well, halo kawan-kawin!
Bulan ini blog gue sangat minim postingan sekali, tapi, gue mengucapkan terima kasih dan selamat datang buat para kawancut blogger yang sudi melipir ke situs ini! Silakan menikmati makanan katering yang telah disediakan, ya!

Yes. Sebagai anak ars yang harus memeras otak, bikin konsep, banting tulang, sampe nyoba lupain kenangan (lah), sebulan belakangan perhatian gue emang tertuju pada mata kuliah Perancangan doang. Ceritanya, mahasiswa Perancangan 4, gue, dan Las Egas (Laskar Asuhannya Ega Dyas) mendapatkan titah untuk bikin instalasi arsitektur yang berlokasi di stasiun komuter di Jabodetabek. Tadinya, gue berencana buat ngangkat topik itu ke blog ini. Tapi, gue mengesampingkannya buat satu hal yang lebih krusial.
Benar. Tentang hari air sedunia yang hilalnya udah nampak sejak kemarin.

Air adalah sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Satu unsur terpenting yang membuat manusia bisa bertahan dan beraktivitas setiap harinya. Berkat air pula, béta sondé pérna térlambat lagi –katanya. Sayangnya, air bersih seringkali dilihat sebagai sumber daya yang ketersediaannya nggak terbatas, sehingga, manusia juga sering tidak bijak pas menggunakannya.

Nah, pada kesempatan kali ini, dalam kapasitas gue sebagai anak Sobat Bumi gitudeh sob, gue bakal berbagi tiga langkah revolusioner yang bisa dilakukan untuk menghemat air dengan cara yang mudah dan nggak biasa.
Mau tahu? Jangan buka aku, mas!!!
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)


Photo

23/03/2014

di 12:17


Label:


Pesan dari sponsor:
HABEDE Iren Ramadhan biduan sonklot se-Karesidenan Subang asal Universitas Padjajaran!
Kalian kalo pengin buang-buang kuota internet, coba mampir ke sini aja ya!
*dikasih selembar I Gusti Ngurah Rai*

Oke. Seminggu belakangan, lebih tepatnya setelah gue meng-upload foto-foto pas Car Free Day di Sudirman Thamrin minggu kemarin, beberapa kali gue ditanya-tanyain sama temen gue di kampus. Misalnya, "Dwik... Lu sekarang kerja ya? Itu ijo-ijo yang di-post di Path apaan?"
atau yang lebih random lagi:  "Lu ikut organisasi apaan sih? Kampanye partai Ka'bah?"

Bukan, bukan. Gue bukan kampanye buat mengusung Rhoma Irama sebagai presiden, bukan. Alasan gue mamerin foto-foto tersebut adalah... Gue pengin ngenalin organisasi gue.
Sobat Bumi.


WOY!!! INISIH SOBAT DAHSYAT!!!

Yoi. Semenjak gue meninggalkan organisasi tingkat kampus karena satu dan lain hal, sekiranya setahun ke depan gue bakal aktif sama kegiatan go green. Berawal dari nerima beasiswa Pertamina Foundation yang sempet ngadain gathering di postingan yang enih, gue dan Sobat Bumi se-Indonesia ceritanya punya tanggung jawab untuk aktif dalam pelestarian lingkungan, salah satunya melakukan apa yang gue dan Sobat Bumi Jakarta adakan pas weekend minggu lalu.
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)


Photo

08/03/2014

di 18:52


Loompohkan Ingatanku
Diposkan oleh rizkidwika


Gue menyadari. Ternyata, beli domain dan meng-upgrade blog kamu ke (dot)com bukan berarti semangat buat nyampah di blog juga bakalan ikut meninggi. Ketahuilah, itu semua salah.
Buktinya, gue tahu ini masih Bulan Februari.
Dan... gue juga baru tahu kalo postingan gue baru dua sama ini.

Memasuki semester enam, waktu luang gue yang tersedia buat sekadar nulis-nulisan benar-benar abis. Meski baru berjalan dua mingguan, beban kuliah mahasiswa semester atas emang baru kerasa di waktu-waktu sekarang. Bangun pegal-pegal, berangkat ke studio EC, presentasi gagasan desain kelompok, dihabisin sama fasil hingga tak berkutik lagi, beli takoyaki, dapet nasehat dari Mbak Ega, survey lapangan lagi ke Stasiun Juanda, nyoba peruntungan ikut sayembara... intinya, dalam dua minggu ini banyak banget aktivitas yang kadung menyandera hidup gue termasuk dari ngadmin di dunia maya. Oh iya, intermezzo dikit: numpang pamer hasil renderan buat foto pengantar di postingan ini ya. Ha-ha-ha.




#PAMERUNITE


Seperti dikutip dari Angga dalam Album Sriwedari-nya Maliq n d'Essentials, untuk menyemangati cobaan yang sedang kita jalani, katanya sih, cobalah membuka mata buat melihat ke dunia di sekitar. Pas gue nyoba saran tersebut buat menghibur hati, gue pun tersadar kalo di dunia ini ada yang hidupnya lebih ngenes daripada gue atau siapapun di dunia. Iya. Namanya... Momo Geisha.
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

23/02/2014

di 17:26


Label:


Saudara, ini adalah kelanjutan dari episode sebelumnya, Architectour: Melipir di Onrust dan Pulau Cipir (1)
“NGGGHHH” Abang-abang panggilan itu memanfaatkan kesempatannya yang pertama.
“BLEBEGBLEBEG” Gagal, saudara-saudara.
“NGGGGGGGGGGHH”
“BLEBEGBLEBEGBLEBEG” Mesin itu berdehem lagi. Nyinyir.
“HHHHHHHHHHHHHHHHHHH” Abang tadi berusaha semakin keras.
“TSAAAAAK” Apa yang terjadi saudara-saudara!!!
Ternyata, tali tuas motor buat starter mesin diesel itu putus.

"Kang, sepertinya...kita sudah tidak ada kecocokan lagi"

Abang-abang pemilik perahu justru malah ketawa terbahak-bahak. Bang, Abang nggak sedang bechanda kan, Bang? Aku nggak lagi dikerjain sama Supertrap, kan? Nasib rombongan ada di tangan orang-orang kayak mereka? Ini seriusan...?

Akhirnya, kedua pemilik perahu pun sepakat membuat kebijakan buat para awak penumpangnya. Berbekal tali tambang berdiameter besar, perahu gue yang putus talinya tadi langsung diderek dengan perahu motor lainnya.

Sepanjang jalan kenangan... Kita slalu bergandeng tangan~

Tuh. Perahu aja bisa gandengan. Masa kamu nggak?
Hih. Punchline basi. Madingnya udah mau terbit!

Photo

08/02/2014

di 17:30


Label:


Cicero, seorang filsuf yang hidup di masa romawi kuno pernah mengatakan “percuma men kalo elu libur semesterannye dua bulan, tapi dokem doang kaga jalan-jalan.” Nah, di tengah fenomena orang-orang yang meng-update tiap aktivitas liburan mereka di Bandung, Jogja, Bromo, dan tempat-tempat mainstream lainnya setiap gue membuka social media, gue memilih untuk mengawali semedi awal tahun dengan bepergian ke tempat yang dekat, murah, dan jarang di-review para pemburu one-day-trip di internet. Apalagi kalau bukan wisata ke Kepulauan Seribu. Lagi.

Yoi. Semenjak gue jalan-jalan random sendirian ke Pulau Untungjawa setahun yang lalu, obsesi gue untuk menaklukan Teluk Jakarta semakin besar. Ibarat Cornelis de Houtman, salah satu cita-cita gue adalah bisa memerawani gugus-gugus pulau yang ada di sana. Status kebosanan libur semesteran yang sudah membuncah pun melatarbelakangi gue memutuskan buat join bareng forumers dari Backpacker Indonesia yang kebetulan membuka lapak one-day-trip ke tiga situs arkeologis bersejarah: Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust dengan biaya seratus ribu aja.

Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang~

Perlu diketahui, di zaman kolonial dulu, ketiga pulau ini sempat dijadikan asrama haji buat para jamaah pribumi yang mau berangkat ke tanah suci. Berhubung secara finansial (faktor iman sih...) gue belum mampu buat beneran pergi haji dan informasi wisata Kelor-Cipir-Onrust masih amat minim buat di-googling, maka, pada kesempatan kali ini gue akan membahas darmawisata abstrak yang dikemas secara cerdas, tajam, menghibur, dan membumi dalam episode...
Orang Ganteng Naik Haji.
#NowPlaying Opick-Labaik Allahuma Labbaik.
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

31/01/2014

di 21:21


Label:

Indigo: The New Living Icon at Bekasi
Diposkan oleh rizkidwika

Dengan jumlah penduduk yang menembus angka 2,5 juta, Bekasi saat ini bukan lagi sekadar kota satelit yang bertugas menopang Jakarta saja. Daerah yang semula dipersiapkan sebagai back-up untuk menampung kelebihan beban yang ditanggung oleh ibu kota ini justru telah menjelma menjadi metropolitan baru yang berkembang dengan amat pesat. Daya tarik yang kuat serta letaknya yang menghubungkan koridor perekonomian Jakarta-Bandung pun membuat banyak orang tergugah memilih Bekasi sebagai lokasi bertempat tinggal sekaligus berinvestasi.

Sebagai anak Bekasi yang dari lahir sampai sekarang menempati kota ini, bisa dibilang, secara tidak langsung saya telah menjadi saksi bagaimana perkembangan properti yang terjadi selama ini. Yang saya amati, setidaknya ada dua permasalahan menyangkut kriteria hunian ideal di Kota Bekasi, yakni isu keterbatasan lahan serta faktor kenyamanan.  

Sejalan dengan pertambahan penduduk yang berlangsung cepat, permintaan akan tempat tinggal di kota ini juga semakin meningkat. Saat ini saja, ketersediaan lahan di Bekasi semakin berkurang disebabkan beralihnya peruntukan lahan kosong menjadi permukiman-permukiman baru yang dibuat dengan orientasi melebar alias napak tanah. Sayangnya, tingginya rasio kebutuhan hunian ini seringkali tidak diimbangi dengan apa yang ditawarkan oleh para pengembang. Di Bekasi sendiri, permukiman baru yang bermunculan kebanyakan hanya dirancang untuk memenuhi permintaan pasar saja, tanpa memerhatikan aspek liveable pada sebuah hunian. Akibatnya, faktor-faktor pendukung kenyamanan seperti fasilitas umum terlebih lagi ruang terbuka hijau sebagai sarana penghuni untuk saling berinteraksi pun seringkali tidak tersentuh, bahkan cenderung terabaikan.

Craving for Urban Dwelling?

Adalah Indigo, salah satu gagasan terbaru dari pengembang berpengalaman, Prioritas Land Indonesia yang hadir untuk menjawab segala persoalan akan kebutuhan tempat tinggal di kota ini. Apartemen yang dirancang ekslusif dengan 29 lantai ini memiliki jargon andalan yakni ICON, singkatan dari Ideal Location, Creative Design, Optimum Return, serta Nice&Easy payment.
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

23/01/2014

di 13:08


Label:

Potong Tumpeng-Sembelih Kerbau
Diposkan oleh rizkidwika

"Mudah-mudahan peristiwa ini punya arti, punya makna, dan menjadi hadiah Tahun Baru 2014.” – Anas Urbandesain, diulang 8,543 kali, saat asyik tuker-tukeran kado unyu moment bareng presiden.


Hello fellas!
Ini adalah postingan ketiga gue di bulan Januari. Namanya juga awal tahun, semangat gue buat menulis sejauh ini untungnya masih tinggi, meski di tahun 2014 gue memutuskan buat nggak bergabung dengan organisasi tulis-menulis apa pun supaya bisa mendedikasikan waktu yang lebih banyak buat meramaikan blog ini secara independen, yang tahun lalu ngisinya setengah hati persis orang sedang anyeng-anyengan.

Ibarat Janeta Janet, bagi gue, 2013 adalah masa-masa pencarian identitas, di mana gue terus-terusan mengganti judul, layout, background, subpages, hingga mencari konten-konten alay yang bisa diselipkan demi memakmurkan ladang virtual ini, salah satunya menelurkan topik kontroversial #MASBRO yang menuai banyak penyesalan dari segenap pengunjung yang melihatnya. Ketahuilah, semua yang sedang gue lakukan ini semata-mata untuk mendukung sebuah wow-project yang semoga aja bakal beneran wow di tahun ini.
Minta bantuan doa tulus ikhlasnya. Dibantu-dibantu, ya.

Oke. Sesuai judulnya, kali ini gue akan berbagi kebahagiaan dengan sobat dahsyat sekalian sekaligus mengajak untuk banyak-banyak beristigfar. Soalnya, terhitung sejak Jumat keramat di tanggal 17 ini, situs dewasa gue resmi di-upgrade ke domain (dot)com. Mari beri tepuk tangan yang meriah.



UYEAH! WHOAH! KYAAAA!
MELODY!!! MELODY!!! BERPACU DALAM MELODY!!!
*beri-potongan-tumpeng-pertama-pada-dirimu*
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

17/01/2014

di 18:47


Label:

Olla Ramalan 2014
Diposkan oleh rizkidwika


Sebelumnya... Rizki Dwika bersama Teteh Maudy Ayunda mengucapkan: SELAMAT MENJALANKAN BAHTERA KEHIDUPAN SETAHUN YANG LEBIH BAIK LAGI, YA!

Oke. Bagi mayoritas penduduk dunia, tahun baru adalah peristiwa yang sayang kalo nggak dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan perubahan. Menjelang pergantian tahun pun, setiap orang berlomba-lomba melakukan pamer massal di setiap social media yang dimilikinya, entah dalam kedok muhasabah, harapan, ambisi, atau daftar rencana yang seringkali cuma berujung sebagai wacana. Semua itu bertujuan supaya dapat menjalankan setahun ke depan dengan penuh percaya diri dan semangat terbarukan. Katanya.

Faktanya, memasuki tahun politik yang diramaikan sama sosok ratu adil, ratu atut, hingga mustika ratu, masih banyak banget manusia yang kurang pede dalam memasuki 2014. Buktinya, hingga detik ini masih banyak banget orang yang bergantung pada ramalan peruntungan awal tahun sebagai guidelines bagi mereka sebelum menentukan pilihan.
Anyway, gue punya pengalaman random soal ramal-meramal.




Ceritanya, salah seorang junior angkatan 2013 di kampus gue memiliki kemampuan untuk membaca ...katakanlah nasib seseorang dari telapak tangannya. Suatu saat, maba jurusan gue ngadain acara pameran yang termasuk ke dalam rangkaian ospek. Nah, supaya senior pada tertarik dateng,  angkatan mereka memutuskan untuk menumbalkan junior cenayang ini dengan membuat sebuah stand ramal.

Pas hari-H, beneran, stand itu pun jadi rebutan. Karena nggak mau kalah hits sama temen-temen yang lain, gue pun ikutan ngantre sambil menyaksikan sendiri gimana raut wajah mereka berubah satu per satu setelah dibacakan penerawangannya.
Hingga tiba giliran gue...
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

03/01/2014

di 17:03


Label:

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah