Cicero, seorang filsuf yang hidup di masa romawi kuno pernah mengatakan “percuma men kalo elu libur semesterannye dua bulan, tapi dokem doang kaga jalan-jalan.” Nah, di tengah fenomena orang-orang yang meng-update tiap aktivitas liburan mereka di Bandung, Jogja, Bromo, dan tempat-tempat mainstream lainnya setiap gue membuka social media, gue memilih untuk mengawali semedi awal tahun dengan bepergian ke tempat yang dekat, murah, dan jarang di-review para pemburu one-day-trip di internet. Apalagi kalau bukan wisata ke Kepulauan Seribu. Lagi.

Yoi. Semenjak gue jalan-jalan random sendirian ke Pulau Untungjawa setahun yang lalu, obsesi gue untuk menaklukan Teluk Jakarta semakin besar. Ibarat Cornelis de Houtman, salah satu cita-cita gue adalah bisa memerawani gugus-gugus pulau yang ada di sana. Status kebosanan libur semesteran yang sudah membuncah pun melatarbelakangi gue memutuskan buat join bareng forumers dari Backpacker Indonesia yang kebetulan membuka lapak one-day-trip ke tiga situs arkeologis bersejarah: Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust dengan biaya seratus ribu aja.

Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang~

Perlu diketahui, di zaman kolonial dulu, ketiga pulau ini sempat dijadikan asrama haji buat para jamaah pribumi yang mau berangkat ke tanah suci. Berhubung secara finansial (faktor iman sih...) gue belum mampu buat beneran pergi haji dan informasi wisata Kelor-Cipir-Onrust masih amat minim buat di-googling, maka, pada kesempatan kali ini gue akan membahas darmawisata abstrak yang dikemas secara cerdas, tajam, menghibur, dan membumi dalam episode...
Orang Ganteng Naik Haji.
#NowPlaying Opick-Labaik Allahuma Labbaik.
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

31/01/2014

di 21:21


Label:

Indigo: The New Living Icon at Bekasi
Diposkan oleh rizkidwika

Dengan jumlah penduduk yang menembus angka 2,5 juta, Bekasi saat ini bukan lagi sekadar kota satelit yang bertugas menopang Jakarta saja. Daerah yang semula dipersiapkan sebagai back-up untuk menampung kelebihan beban yang ditanggung oleh ibu kota ini justru telah menjelma menjadi metropolitan baru yang berkembang dengan amat pesat. Daya tarik yang kuat serta letaknya yang menghubungkan koridor perekonomian Jakarta-Bandung pun membuat banyak orang tergugah memilih Bekasi sebagai lokasi bertempat tinggal sekaligus berinvestasi.

Sebagai anak Bekasi yang dari lahir sampai sekarang menempati kota ini, bisa dibilang, secara tidak langsung saya telah menjadi saksi bagaimana perkembangan properti yang terjadi selama ini. Yang saya amati, setidaknya ada dua permasalahan menyangkut kriteria hunian ideal di Kota Bekasi, yakni isu keterbatasan lahan serta faktor kenyamanan.  

Sejalan dengan pertambahan penduduk yang berlangsung cepat, permintaan akan tempat tinggal di kota ini juga semakin meningkat. Saat ini saja, ketersediaan lahan di Bekasi semakin berkurang disebabkan beralihnya peruntukan lahan kosong menjadi permukiman-permukiman baru yang dibuat dengan orientasi melebar alias napak tanah. Sayangnya, tingginya rasio kebutuhan hunian ini seringkali tidak diimbangi dengan apa yang ditawarkan oleh para pengembang. Di Bekasi sendiri, permukiman baru yang bermunculan kebanyakan hanya dirancang untuk memenuhi permintaan pasar saja, tanpa memerhatikan aspek liveable pada sebuah hunian. Akibatnya, faktor-faktor pendukung kenyamanan seperti fasilitas umum terlebih lagi ruang terbuka hijau sebagai sarana penghuni untuk saling berinteraksi pun seringkali tidak tersentuh, bahkan cenderung terabaikan.

Craving for Urban Dwelling?

Adalah Indigo, salah satu gagasan terbaru dari pengembang berpengalaman, Prioritas Land Indonesia yang hadir untuk menjawab segala persoalan akan kebutuhan tempat tinggal di kota ini. Apartemen yang dirancang ekslusif dengan 29 lantai ini memiliki jargon andalan yakni ICON, singkatan dari Ideal Location, Creative Design, Optimum Return, serta Nice&Easy payment.
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

23/01/2014

di 13:08


Label:

Potong Tumpeng-Sembelih Kerbau
Diposkan oleh rizkidwika

"Mudah-mudahan peristiwa ini punya arti, punya makna, dan menjadi hadiah Tahun Baru 2014.” – Anas Urbandesain, diulang 8,543 kali, saat asyik tuker-tukeran kado unyu moment bareng presiden.


Hello fellas!
Ini adalah postingan ketiga gue di bulan Januari. Namanya juga awal tahun, semangat gue buat menulis sejauh ini untungnya masih tinggi, meski di tahun 2014 gue memutuskan buat nggak bergabung dengan organisasi tulis-menulis apa pun supaya bisa mendedikasikan waktu yang lebih banyak buat meramaikan blog ini secara independen, yang tahun lalu ngisinya setengah hati persis orang sedang anyeng-anyengan.

Ibarat Janeta Janet, bagi gue, 2013 adalah masa-masa pencarian identitas, di mana gue terus-terusan mengganti judul, layout, background, subpages, hingga mencari konten-konten alay yang bisa diselipkan demi memakmurkan ladang virtual ini, salah satunya menelurkan topik kontroversial #MASBRO yang menuai banyak penyesalan dari segenap pengunjung yang melihatnya. Ketahuilah, semua yang sedang gue lakukan ini semata-mata untuk mendukung sebuah wow-project yang semoga aja bakal beneran wow di tahun ini.
Minta bantuan doa tulus ikhlasnya. Dibantu-dibantu, ya.

Oke. Sesuai judulnya, kali ini gue akan berbagi kebahagiaan dengan sobat dahsyat sekalian sekaligus mengajak untuk banyak-banyak beristigfar. Soalnya, terhitung sejak Jumat keramat di tanggal 17 ini, situs dewasa gue resmi di-upgrade ke domain (dot)com. Mari beri tepuk tangan yang meriah.



UYEAH! WHOAH! KYAAAA!
MELODY!!! MELODY!!! BERPACU DALAM MELODY!!!
*beri-potongan-tumpeng-pertama-pada-dirimu*
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

17/01/2014

di 18:47


Label:

Olla Ramalan 2014
Diposkan oleh rizkidwika


Sebelumnya... Rizki Dwika bersama Teteh Maudy Ayunda mengucapkan: SELAMAT MENJALANKAN BAHTERA KEHIDUPAN SETAHUN YANG LEBIH BAIK LAGI, YA!

Oke. Bagi mayoritas penduduk dunia, tahun baru adalah peristiwa yang sayang kalo nggak dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan perubahan. Menjelang pergantian tahun pun, setiap orang berlomba-lomba melakukan pamer massal di setiap social media yang dimilikinya, entah dalam kedok muhasabah, harapan, ambisi, atau daftar rencana yang seringkali cuma berujung sebagai wacana. Semua itu bertujuan supaya dapat menjalankan setahun ke depan dengan penuh percaya diri dan semangat terbarukan. Katanya.

Faktanya, memasuki tahun politik yang diramaikan sama sosok ratu adil, ratu atut, hingga mustika ratu, masih banyak banget manusia yang kurang pede dalam memasuki 2014. Buktinya, hingga detik ini masih banyak banget orang yang bergantung pada ramalan peruntungan awal tahun sebagai guidelines bagi mereka sebelum menentukan pilihan.
Anyway, gue punya pengalaman random soal ramal-meramal.




Ceritanya, salah seorang junior angkatan 2013 di kampus gue memiliki kemampuan untuk membaca ...katakanlah nasib seseorang dari telapak tangannya. Suatu saat, maba jurusan gue ngadain acara pameran yang termasuk ke dalam rangkaian ospek. Nah, supaya senior pada tertarik dateng,  angkatan mereka memutuskan untuk menumbalkan junior cenayang ini dengan membuat sebuah stand ramal.

Pas hari-H, beneran, stand itu pun jadi rebutan. Karena nggak mau kalah hits sama temen-temen yang lain, gue pun ikutan ngantre sambil menyaksikan sendiri gimana raut wajah mereka berubah satu per satu setelah dibacakan penerawangannya.
Hingga tiba giliran gue...
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

03/01/2014

di 17:03


Label:

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah