Loompohkan Ingatanku
Diposkan oleh rizkidwika


Gue menyadari. Ternyata, beli domain dan meng-upgrade blog kamu ke (dot)com bukan berarti semangat buat nyampah di blog juga bakalan ikut meninggi. Ketahuilah, itu semua salah.
Buktinya, gue tahu ini masih Bulan Februari.
Dan... gue juga baru tahu kalo postingan gue baru dua sama ini.

Memasuki semester enam, waktu luang gue yang tersedia buat sekadar nulis-nulisan benar-benar abis. Meski baru berjalan dua mingguan, beban kuliah mahasiswa semester atas emang baru kerasa di waktu-waktu sekarang. Bangun pegal-pegal, berangkat ke studio EC, presentasi gagasan desain kelompok, dihabisin sama fasil hingga tak berkutik lagi, beli takoyaki, dapet nasehat dari Mbak Ega, survey lapangan lagi ke Stasiun Juanda, nyoba peruntungan ikut sayembara... intinya, dalam dua minggu ini banyak banget aktivitas yang kadung menyandera hidup gue termasuk dari ngadmin di dunia maya. Oh iya, intermezzo dikit: numpang pamer hasil renderan buat foto pengantar di postingan ini ya. Ha-ha-ha.




#PAMERUNITE


Seperti dikutip dari Angga dalam Album Sriwedari-nya Maliq n d'Essentials, untuk menyemangati cobaan yang sedang kita jalani, katanya sih, cobalah membuka mata buat melihat ke dunia di sekitar. Pas gue nyoba saran tersebut buat menghibur hati, gue pun tersadar kalo di dunia ini ada yang hidupnya lebih ngenes daripada gue atau siapapun di dunia. Iya. Namanya... Momo Geisha.
(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)

Photo

23/02/2014

di 17:26


Label:


Saudara, ini adalah kelanjutan dari episode sebelumnya, Architectour: Melipir di Onrust dan Pulau Cipir (1)
“NGGGHHH” Abang-abang panggilan itu memanfaatkan kesempatannya yang pertama.
“BLEBEGBLEBEG” Gagal, saudara-saudara.
“NGGGGGGGGGGHH”
“BLEBEGBLEBEGBLEBEG” Mesin itu berdehem lagi. Nyinyir.
“HHHHHHHHHHHHHHHHHHH” Abang tadi berusaha semakin keras.
“TSAAAAAK” Apa yang terjadi saudara-saudara!!!
Ternyata, tali tuas motor buat starter mesin diesel itu putus.

"Kang, sepertinya...kita sudah tidak ada kecocokan lagi"

Abang-abang pemilik perahu justru malah ketawa terbahak-bahak. Bang, Abang nggak sedang bechanda kan, Bang? Aku nggak lagi dikerjain sama Supertrap, kan? Nasib rombongan ada di tangan orang-orang kayak mereka? Ini seriusan...?

Akhirnya, kedua pemilik perahu pun sepakat membuat kebijakan buat para awak penumpangnya. Berbekal tali tambang berdiameter besar, perahu gue yang putus talinya tadi langsung diderek dengan perahu motor lainnya.

Sepanjang jalan kenangan... Kita slalu bergandeng tangan~

Tuh. Perahu aja bisa gandengan. Masa kamu nggak?
Hih. Punchline basi. Madingnya udah mau terbit!

Photo

08/02/2014

di 17:30


Label:

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah