Pembukaan Solidarity Day AAC 2015
Diposkan oleh rizkidwika

Lagi-lagi, gue harus melancong ke Bandung. Selain gara-gara tema skripsi yang mengharuskan gue ke sana untuk melakukan survei lapangan, kali ini gue berniat untuk menghadiri perhelatan internasional sepuluh tahunan yang kembali di gelar di kota ini. Yes, apalagi kalau bukan Peringatan Konferensi Asia Afrika. Nggak cuma datang dan bawa badan, gue kemudian tergugah untuk mendaftarkan diri sebagai volunteer acara tersebut dan gue pun tergabung dalam ratusan relawan Informasi Dunia Maya alias Relawan India.  

Dengan tema Solidaritas bangsa Asia dan Afrika, peringatan enam puluh tahun konferensi ini diselenggarakan secara besar di dua kota, yakni Jakarta dan Bandung. Nah, setidaknya ada enam puluh event yang diselenggarakan, salah satunya Solidarity Day yang lagi diadain di Kompleks Taman Pasupati Bandung (Taman Jomblo, Taman Skate, dan Taman Film).

Doodling Cepat Superabal: Solidaritas Asia Afrika!

Dalam acara bertajuk A Tribute to Sukarno and Nelson Mandela ini, tiang-tiang sepanjang jembatan pun disulap menjadi pink menyala lengkap dengan berbagai mural yang menggambarkan semangat tokoh-tokoh perjuangan di dua benua. Keren banget pokoknya. Nggak cuma itu, selain menikmati mural, di sepanjang acara pengunjung juga bisa menikmati berbagai food truck yang hits dari Kota Bandung, stand berbagai komunitas, musik, screening film, serta rencananya doa bersama.

Pembukaan acara dipusatkan pada area Taman Film, dengan menonton cuplikan sejarah Konferensi Asia Afrika 1955 dan film pendek garapan komunitas-komunitas film di Kota Bandung, dilanjut dengan hiburan dari Kang Ganjar yang menyanyikan lagu Solidaritas serta penampilan kejutan dari Raef, penyanyi asal Washington DC. Pembukaan semakin meriah ketika rombongan wali kota datang dan berbagi kesenangan dengan warga-warganya. Dalam memberikan sambutan, Kang Emil dan Teh Lia tak segan berkelakar dengan semua pengunjung yang datang, mulai dari mengadakan kuis dadakan, membagikan hadiah kepada anak kecil dan pengunjung yang hadir, bahkan menyanyikan beberapa lagu seperti Manuk Dadali, Halo-halo Bandung, juga Ibu Kita Kartini.


Dudukan Taman Jomblo yang Disulap jadi Stand Komunitas
Denger Musik, Joget-joget di Taman Skate. Cuteness Overload!!!
Kondisi Pilar-pilar yang Dimuralin Warna-warni. GMZ!
Screening Film Sembari Bercengkerama
Sketsa Setengah Jadi. Yaudahlahya, Distorsi Banyak Nggak Apa-apa
Tuan Rumah: Idola-able Abad 21, Ridwan Kamil.

“Bandung itu berita baik. Bandung terbuat dari kebahagiaan. Kita harus memperlakukan Bandung seperti ibu kita sendiri. Harus kita sayangi, harus kita muliakan, jangan kita tambahkan beban. Ketika ada masalah, kita beri solusi. Ketika ada masalah, kita mendoakan.”

– Ridwan Kamil, wali kota kekinian pecinta batu akik.

Terlalu banyak rasa merinding dan mbrebes mili yang gue alami saat menyaksikan pembukaan tadi. Selain karena punya pemimpin yang dicintai karena mementingkan kenyamanan hidup setiap warganya, Kota Bandung juga memiliki semangat kolaborasi yang sangat besar. Bandung punya masyarakat yang mau bergerak. Warganya mau turun tangan, bukan sekadar urun angan. Sebagai volunteer yang berasal dari luar planet alias Bekasi, Jujur, gue merasa sangat iri terhadap kota ini.


Ayo, masih ada tiga jam lagi menuju puncak acara malam nanti! Buat kamu yang sedang ada di seputaran Dago atau Kota Bandung, mari merapat ke acara Solidarity Day ‘A Tribute to Sukarno and Nelson Mandela’ di kolong Jembatan Pasupati. Buat yang belum bisa hadir, tenang. Masih ada serangkaian acara menyenangkan di Kota Bandung hingga hari Minggu ini yang bisa kamu ikuti dan jadilah salah satu bagian dari keceriaan masyarakat Asia-Afrika!

Photo

21/04/2015

di 19:00


0 komentar:

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah