Ada yang spesial dari ajang Grand Final Stand Up Comedy Academy (SUCA) 2 yang ditayangin pada bulan Agustus kemarin. Coba, bayangin aja. Dari tiga grand finalis yang berhasil mengalahkan puluhan komika lainnya di season kedua, dua posisi grand finalis diisi sama kaum hawa, satu kursi lebih banyak ketimbang tiga besar SUCA 1 di tahun sebelumnya.

Kedua grand finalis tersebut adalah Arafah dan Aci Resti.

JENGJENGJENGJENG!





(Klik pada Judul Buat Kepo Lebih Lanjut!)





Grand finalis perempuan pertama adalah Arafah, ukhti asal Kota Depok yang kelakuannya seringkali bikin host dan mentor geleng-geleng kepala. Gimana nggak, dengan suara yang kata kebanyakan orang terdengar aneh, materi membumi, serta tampilan fisik yang menunjukkan gadis baik-baik, dedek-dedek rental PS ini pun berhasil merebut perhatian khalayak ramai semenjak episode awal kemunculannya. Hal yang sama juga terjadi sama gue. Pertama melihat dia, gue langsung teringat sama booming-nya Musdalifah, komika hijabers di SUCI 1 yang nyentrik dan kebetulan juga sama-sama masuk babak final. Fix ini mah, gue menasbihkan diri sebagai pendukung si Fatin Shidqia ala-ala. Yang ini nih orangnya.



Grand finalis perempuan berikutnya adalah Aci Resti, komika tomboy yang gue akui keren karena bisa mengejar progress sampe-sampe mengalahkan beberapa komika yang jadi kuda hitam dan malahan gantung mic. Gue sendiri sebagai pengamat per-standup-comedy-an (mengamati bukan berarti harus bisa yha, anggap aja gue pengamat musiman yang ada di teve berita) sangat merasakan betapa underdog-nya Aci Resti karena gue sendiri sering nge-skip penampilan dia. Tenang, meski gue berdosa tapi gue nggak sendirian. Jangankan gue, juri dan mentor pun kaget karena Aci berhasil masuk tiga besar dan membuat Raditya Dika harus menyisihkan uang makan kucingnya demi menepati janji buat membelikan doski sepeda motor. Nggak cuma tiga besar, malah Aci Resti-lah yang akhirnya mengalahkan Wawan dan Arafah jagoanqu sehingga dia berhasil menyabet gelar juara SUCA di musim kedua. Ini nih, penampilan doski di final yang menjadikannya dia jawara.





Asli. Jarang banget gue melihat komika perempuan yang tampil langsung di layar kaca. Malah, ini jauh lebih hebat lagi. Nggak sekadar ikut open mic atau roadshow doang, tapi berhasil menangin kompetisi dan merebut nggak cuma gelar runner-up tapi juga pemenang pertama, men! Sebagai kaum awam yang baru menikmati kelucuan standup comedy lewat teve maupun Youtube-youtube-youtube yang katanya lebih dari teve (boom!) selama dua tahun belakangan ini, gue sangat mengapresiasi Indosiar beserta program SUCA yang udah berlangsung dua musim ini.




***


Indosiar, channel yang sudah menjajah tipi gue di rumah selama 36 purnama berkat D'Academy dan Golden Memories-nya, memberi kesempatan buat siapa saja buat tampil dan menunjukkan kemampuan stand up-nya apapun gender, fisik, dan kelakuannya melalui ajang pencarian talenta bernama SUCA. Kalo dirunut dari episode awal SUCA musim ini, ada tiga peserta perempuan yang ikutan berjuang untuk jadi yang terbaik mengalahkan peserta-peserta batangan lainnya, yaitu Kokom, Arafah, dan juga Aci. Kalo dibanding sama acara sejenis di stasiun teve sebelah, boro-boro menang. Malahan finalis perempuan yang berhasil lolos seleksi cuma ada satu orang doang.


Kalau 100 tahun yang lalu Ibu Kita Kartini menyuarakan tentang emansipasi perempuan di tengah kolonialisme Belanda, di masa-masa kekinian seperti zaman sekarang, Arafah dan Aci menyuarakan tentang adanya kebutuhan emansipasi komedi, bahwa cewek di manapun berada nggak perlu malu, jaim, atau jaga sikap untuk menyuarakan selera humornya ke muka publik.

Melalui Program SUCA, mereka berdua membuktikan bahwa cewek masa kini derajatnya setara dengan cowok dalam dunia standup comedy. Nggak cuma kaum lelaki aja, kalo berlatih keras dan rajin membuat materi, cewek-pun juga bisa berhasil bahkan bukan tidak mungkin mendapatkan apresiasi tertinggi seperti yang sudah dilakukan Aci di season ini.



Buat Neng Arafah,

abang tunggu di Jasuke deket pintu keluar DETOS ye.

Photo

15/10/2016

di 18:36


Label:
,

0 komentar:

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah