Laman Catatan Perjalanan

Rizki Dwika, S.Ars.

(n) an Architecture-Interiorist. Makhluk Tuhan Paling Bekasi. Menulis, Jalan-jalan, Ber-arsitektur.

Rabu, 10 April 2019

(Akhirnya) Memilih Jadi Kampret

  • April 10, 2019
  • by
Seminggu lagi adalah hari yang spesial bagi Indonesia.
Tepat di Rabu depan, kita bakal melakukan Hari Raya Pemilu yang diadain serentak untuk pertama kali.
Rabu depan adalah pemilu kedua yang gue ikuti setelah resmi menjadi warga negara yang dewasa, dan di Rabu depan pula, gue bakal memasuki paruh hidup yang baru di usia ke-25.
Iya, ulang tahun gue di 2019 ini bakal jatuh bersamaan dengan hari pencoblosan.
Gue nggak ngerti lagi betapa sayangnya Republik Indonesia sama diri gue sampe-sampe ulang tahun ke-25 gue ini bakal dirayakan sama satu negara.

Sebelum cerita lebih jauh, gue mau flashback sedikit ke pemilu pertama gue di 2014, salah satu pemilu yang mungkin paling panas dalam sejarah.

Saat itu, gue masih menjadi mahasiswa tingkat tiga, rajin nge-blog, dan masih kencur-kencurnya ngikutin politik. Namanya juga latah, setelah gagal mendukung Mas Anies Baswedan di Konvensi Capres Partai Demokrat karena nggak jadi dicalonin, gue tergerak untuk membuat tulisan berjudul: Bukan Tulisan Selebtwit, Jangan Diambil Pusing untuk meluapkan uneg-uneg dan antusiasme gue buat mengikuti pilpres yang pertama kalinya. Tulisan lima tahun lalu yang isinya naif banget dalam mendukung Paslon No. 1… pada saat itu.
Polarisasi Pilpres 2014 kondisinya kek transit di Stasiun Manggarai jam enem sore, caur banget emang. Selain membuat renggang hubungan sama temen, hubungan keluarga besar juga banyak yang panas hanya karena berbeda coblosan presiden. Begitu juga gue sekeluarga yang mudik ke Semarang untuk merayakan lebaran yang jatuh sebulan setelah pilpres. FYI aja, keluarga besar gue terdiri dari 13 keluarga di mana cuma 3 keluarga yang mendukung Prabowo-Hatta dan sisanya mendukung Jokowi-JK (maklum, namanya juga Jawa Tengah). Alhasil bukannya maaf-maafan, pas ngumpul lebaran kami malah nontonin sidang gugatan MK sambil nyinyir pilihan satu sama lain.
Benar-benar unfaedah.

Lima tahun berselang, akhirnya diadain-lah pemilu lagi.
Begitu pendaftaran dibuka, eh… yang ikutan dia-dia lagi.

***


Gue inget banget pas itu, Kamis 9 Agustus 2018. Seharian gue di rumah mantengin TV bersama bokap nungguin siapa yang bakal mendampingi Jokowi dan Prabowo buat pilpres kali ini. Kondisinya, JK kali ini nggak bisa maju lagi karena udah dua kali jadi wapres, sementara di pemberitaan tiap hari rame soal gerakan Ganti Presiden padahal kubu Prabowo masih abu-abu siapa yang bakal diusung oleh mereka.

Semakin sore, bocoran tentang pasangan pertama akhirnya muncul di berita. Mahfud MD bakal digandeng Jokowi buat jadi tandem di pemilu mendatang. Secara subjektif, gue sangat percaya sama Mahfud MD ini adalah tokoh yang jejaknya bersih. Bukan nggak mungkin gue banting stir dari 2014 lantas milih pasangan ini karena faktor Mahfud MD. Begitu Magrib dan dilakukan konpers…. Jeng-jeng.
Tiba-tiba yang dicomot sebagai calon wakil adalah Ma’ruf Amin.

Di pikiran gue saat itu Ingin rasanya gue teriak “NANNNIII????”, sayangnya gue bukan lagi di cerita anime. Buset. Kalo Jokowi wakilnya ulama, terus Prabowo wakilnya juga dipaksa harus ulama, ini pemilu apa mau bikin desain baliho tabligh akbar di perempatan Pancoran?

Gue dan bokap pun menunggu kabar dari kubu satunya lagi sampe-sampe gue membuat uthak-athik gathuk di twitter segala, berharap yang diusung adalah Anies Baswedan (supaya pas kampanye nanti namanya jadi gemes banget: Brownies. Prabowo-Anies).
Setelah mantengin hingga jam 1 malem, nama sang penantang pun rilis. Jeng-jeng…
Yang dipilih ternyata Sandiaga Uno, orang yang sejak 2016 jarinya otomatis membentuk lambang ok-oce tiap disorot sama kamera. Bener-bener antiklimaks.

Gimana nggak heran coba. Keempat tokoh ini memiliki hubungan aneh bin ajaib.
Coba dicerna pelan-pelan. Pusing nggak lu?
Yang dilabelin sebagai Islam radikal cawapresnya malah pengusaha yang wajahnya milenial, yang dilabelin paling bhinneka malah memilih ulama yang beberapa kali mengeluarkan fatwa kontroversial.
Buset… ini pada nggak ketuker kan ya?



Keheranan gue menghasilkan sikap skeptis terhadap Pemilihan Presiden 2019. Menjadi golput dengan menyobek foto kedua paslon buat dikantongin dan ditempel di binder sebagai suvenir pun menjadi opsi gue paling masuk akal kala itu.

***


Bulan berganti bulan, diskusi di TV semakin sering, blunder dari kedua kubu juga muncul bergantian. Mau menghindar segimanapun, mau nggak mau gue terpapar berita pilpres yang seliweran di mana-mana.

Mari kita bedah, semoga lo betul-betul mau ngeklik link-nya satu per satu.

Yang satu ngaku birokrasinya paling bersih ketimbang lawannya, nggak taunya orang terdeket capresnya sendiri yang dicokok sama KPK soal jual beli jabatan. Bahkan yang terbaru, polemik 1 juta amplop buat serangan fajar yang ada cap jempolnya dan kasus ini menyeret menteri yang nyumbang 8 milyar buat nyogok warga. 1 juta amplop, men. Bangsatnya. 
Yang satu ngata-ngatain “dikibulin sama Ratna Sarumpaet kok mau jadi presiden”, mereka lupa kalo Jokowi pernah kecolongan melantik WNA jadi seorang menteri dan memecahkan rekor menjadi menteri tersingkat di Indonesia.
Lihat? Saling jelek-jelekin, padahal jelek semua.
Bahasa Uzbek-nya, sami mawon malihhhhh!

Debat kandidat pun dimulai. Jokowi ngegas, Prabowo joget, Ma’ruf bilang cukup, Sandi malah kaya penyiar radio yang nyebutin nama-nama orang, asal kota, dan curhatan mereka. Semua debat ujung-ujungnya berakhir menjadi meme. Substansinya? Nggak tertarik. Gue lebih tertarik nontonin pembahasan Pandji di Youtube yang dia sendiri masih bingung soal siapa yang lebih layak buat dipilih. Preferensi sebetulnya udah mulai muncul, tapi setelah gue pikir-pikir, gue masih sangat tidak yakin.
Tapi semua berubah sejak Debat Cawapres sebulan yang lalu.

Di saat petahana kembali jualan kartu (lagi), akhirnya Sandiaga mulai berani nyebutin program-program konkretnya. Yang paling greget ada di sesi terakhir. Tiba-tiba doi nyuruh penonton di lokasi dan di rumah ngeluarin dompet. Gue yang nonton terheran-heran. Busetttt ini mo ngapain? Jangan om aku miskin...
Tiba-tiba doi dan semua pengikutnya ngeluarin E-KTP, kartu sakti yang bisa mengalahkan semua kartu yang memproduksinya aja bisa ngabisin banyak biaya lagi. Dijelaskan kembali soal tujuan awal kenapa dibuat E-KTP dan mereka mau menerapkan program itu kalo mereka kepilih ketimbang ngeluarin banyak kartu yang otomatis bakal ngabisin banyak ongkos buat mencetak lagi.
Kampret! Iya juga ya? Kok selama lima tahun ini kagak jalan sih?”

Selepas debat, di mana-mana jadi rame soal E-KTP. Kubu 01 membantah, katanya KTP kita belom secanggih itu dan lain sebagainya. Jawaban paling kampretnya adalah begitu gue nonton Mata Najwa part ini dan ada perdebatan di menit 4.00 yang greget. Kalo males, langsung nonton di menit 6:20!!



Gue kembali teringat sama kasus yang melibatkan koruptor koplak bekas petinggi DPR, politisi yang paling gue benci, yang membuat drama tabrakan ala-ala, kritis sebesar bakpau, jadi napi lalu pura-pura baca qur’an di sel penjara palsu karena nilep duit proyek E-KTP hingga membuat kualitas kartu kita buluk dan plastik laminatingnya mudah ngeletek (dan kebetulan pernah menjadi orang dekat presiden saat ini). Gara-gara debat di TV juga, gue jadi googling ucapan mereka soal E-KTP di negara lain, yang paling deket adalah MyKad di Malaysia di mana KTP, SIM, pajak, dan sebagainya udah terintegrasi dalam satu kartu aja bahkan bisa dijadiin e-money buat naik transportasi umum. Nggak cuma itu, gue malah menemukan video ini dan ternyata masalah beras miskin bisa diakses dengan nempelin KTP dan fingerprint. Masalah perkartu-kartuan inilah yang membuat gue skeptis dengan pasangan yang itu, karena gue nggak nemu hubungannya antara klaim harga yang terjangkau dan lapangan kerja luas, tapi program yang ditawarin sama mereka justru ngeluarin kartu sembako dan kartu prakerja. Lah gimana?



Benar-benar kampret. Oke ucapan mereka masuk akal dan gue kesihir Sandiaga.
Saat itu gue memutuskan untuk bangga menjadi kampret dengan memilih pasangan Prabowo-Sandi. Om Sandi, you’ll get my vote.

***


Hahhh? lu serius? Lu dukung HTI dong? Prabowo kan orang di belakangnya radikkkal hihhh? Lu pengen hilafah dong? Lu radikal?? konconya Habib Riziq dong???
Monmaap aja nih ya. Secara jujur, sedari awal gue nggak ngurusin sama gerombolan 212. Mau ngumpulin orang seratus ribu kek, tujuh juta kek, sebelas juta kek. Bahasa Swahili-nya, it's not my business, karena bukan itu yang mendasari kenapa gue tertarik milih 02. Radikal? Boro-boro. Gue aja hobi solat Asar jam setengah enem biar gampang rapelnya ama Magrib, gimana mau tegakkan khilafah? Apalagi Prabowo berkali-kali ngomong nggak bakal mengganti ideologi negara.

Soal man behind the scene, mungkin emang bener beberapa “alumni” yang mengusung khilafah nempelnya di 02. Tapi lu jangan lupa satu hal. Apakah pernah ada ceritanya kalo Prabowo bisa disetir sama orang lain dalam mengambil keputusan besar? Diteken sama Ijtima Ulama supaya ngambil kyai sebagai Wapres aja nggak dia gubris, bahkan dia milihnya Sandi, bekas anak buah partainya sendiri.

Biar adil, coba bandingin dengan kubu sebelah. Betapa kuatnya tekanan dari lingkaran Jokowi dalam berbagai hal mulai dari penetapan Calon Kapolri titipan Megawati, menteri BUMN titipan Hendropriyono, hadirnya menko segala urusan, menko polhukam yang diputus bersalah soal HAM oleh PBB, termasuk gelapnya kasus Novel Baswedan yang tepat 11 April besok merupakan dua tahun kasus penyerangan penyidik senior KPK oleh suruhan petinggi Polri itu yang berkali-kali disuarakan, tapi diabaikan pemerintah sekarang. Sangat bertentangan dengan dagangan HAM yang dijual lima tahun silam.

***


Tulisan panjang ini adalah tulisan yang mahasubjektif dan gue hanya menumpahkan rasa geregetan gue yang terpendam selama beberapa bulan ke belakang.

Secara mendasar sih, sebetulnya gue udah bodo amat sama kedua calon presiden karena mereka ya gitu-gitu aja. Mereka ada kelebihannya, nggak sedikit pula bagian cacatnya. Kita udah tahu gimana rasanya pemerintahan selama lima tahun ke belakang. Prestasinya banyak tapi manajemennya kacrut, dan penantangnya membawa narasi perubahan. Hanya saja yang menjadi baru di pilpres kali ini adalah pasangannya. Calon wakil presidennya.

Diliat dari yang udah-udah, presiden dan wakil presiden harusnya bisa saling membagi tugas. Misalnya di periode ini, waktu Jokowi harus ke wilayah bencana, JK yang in-charge buat ngurus penutupan Asian Games. Begitu juga waktu Jokowi nggak hadir Sidang Umum PBB karena urusan lain, JK yang berangkat ke Amerika. Nah, dengan logika yang sama, udah jelas kenapa gue lebih memilih Prabowo-Sandi di pemilu nanti. Yang menjadi concern gue adalah kita memilih pasangan, bukan cuma milih satu orang. Mereka harus bisa saling bergantian dan mohon maaf, gue nggak melihat calon satunya bakal seperti JK yang meski udah 70+ tapi masih semangat, lincah, gembira.

Kata media barat sih, pemilu tahun ini gong-nya emang ada di Sandiaga, bukan lagi di Jokowi dengan segala efeknya yang moncer di 2014 lalu. Coba lu buka instagram @sandiuno dan perhatiin kerumunan yang berhasil  dia ciptakan setiap kunjungan. Setelah sebelumnya  gue  meremehkan Prabowo yang milih Sandiaga, gue sekarang justru berpendapat. kampret, bener juga ini strateginya. Bayangin kalo yang dipilih prabowo itu Anies atau malah seorang ustaz. mana mungkin emak-emak bisa nyakar, cubit-cubit pipi, dan perilaku fangirling lainnya? Gimana nggak jadi magnet pemilu coba. Udah kampanyenya selalu tentang lapangan kerja, harga-harga murah, yang ngomong ganteng pula.
Ditambah lagi, ada segudang sesumbar petahana yang gagal tercapai di lima tahun pemerintahannya. Mulai dari stop impor, jabatan menteri bukan orang partai, jaksa agung netral, beli BUMN kembali, sesumbar dolar di bawah 10.000, menuntaskan kasus HAM masa lalu, ekonomi meroket, faktor sesumbar masa lalu yang belum dipenuhi, kapabilitas paslon 02, dan efek Sandi Uno-lah yang akhirnya membuat gue lebih sreg dan makin yakin buat memilih pasangan nomor 02.
Begitu sreg dengan pilihan besok, gue sempat mengikuti acara diskusi Prabowo dengan 200 millenials se-Indonesia di bawah @GerakanMilenialIndonesia. Kami diundang ke rumahnya di Hambalang, Bogor. Dikasih duit? Boro-boro shay! Volunterisme anak-anak GMI yang militan ini justru nggak dibayar buat sosialisasiin Prabowo-Sandiaga ke warga-warga. Sayangnya karena jeleknya manajemen waktu, gue belum bisa bergerak aktif di gerakan ini :"
Pesan yang gue minta Pak Prabowo buat dituliskan di buku harian gue. Hasil mengikuti acara bersama beliau. Terharu :_)

***

Tulisan panjang ini adalah tulisan yang mahasubjektif dan gue hanya menumpahkan rasa geregetan gue selama beberapa bulan ke belakang.
Tahun ini kita disuguhi dengan pasangan calon yang nggak sempurna dua-duanya. Persis kayak kita ditanyain mau makan Indomie. Pilihannya cuma dua, mau Indomie rebus atau Indomie goreng. Kita tahu Indomie itu nggak sehat, tapi entah kenapa amat susah bagi orang Indonesia untuk menolak salah satu dari Indomie tersebut. Nggak perlu berantem, karena semuanya sama-sama produknya Indofood. Pun dengan pilpres. Mau milih Indomie goreng, boleh. Mau milih Indomie rebus karena cuacanya lagi dingin, boleh. Nggak perlu ribut atau berantem, karena semuanya sama-sama pengin Indonesia jadi lebih baik dengan caranya masing-masing.
Ketahuilah bahwa pemilihan presiden itu cuma masalah preferensi. Dalam sistem one-man-one-vote, siapapun boleh memilih salah satu paslon dengan alasan apapun dan sesuai dengan nilai yang kita percaya. Seperti kata Sukarno, mau milih berdasarkan kesamaan agama, boleh. Milih berdasarkan keturunan, boleh. Mau berdasarkan visi dan kesukaan, boleh. Apapun alasannya, semuanya sah. Memilih golput buat mencoblos semuanya pun boleh-boleh aja dan nggak masalah. Nggak usah berlagak sok paling bersih dan paling jujur, nanti giliran ketangkep korupsi perduitan malunya nggak ketulungan. Meski tulisan gue bersifat sangat subjektif, di tulisan ini gue menyertakan puluhan tautan sumber dari media online yang bukan ethok-ethok. Linknya jelas dan bisa dipercaya. Silakan dibuka, dibaca, dan dicerna kalo kamu-kamu bersedia, karena inilah yang gue rasakan selama ini hingga membuat gue lebih nyaman menjadi kampret untuk Adil Makmur terlebih dulu daripada ngakunya maju tapi kondisinya kayak empat setengah tahun belakangan ini.
Pilpres adalah pesta demokrasi. Harusnya meriah, harusnya menggembirakan, harusnya nggak ada permusuhan. Apapun pilihannya, setelah 17 April kita bakal tetap Indonesia.
Persahabatan nomor satu, kalo presiden?
Oh jelas, gue sih nomor dua. Bong, pret! Selamat memilih!
Rizki Dwika, kampret newcomer yang kepengin Indonesia Adil Makmur (((di bawah Prabowo-Sandi)))

94 komentar:

  1. boleh juga tulisannya Mas...paling tidak menjadi penguat bagi yg sudah memutuskan memilih 02...bagi yg masih ragu... biarkan mereka menentukan pilihan dengan hati nurani mereka :D

    BalasHapus
  2. Mantul bang ,aku terharu:')

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Bagus tulisannya, ringan tapi ngena

    BalasHapus
  5. Sangat menginspirasi... terima kasih mas Dwika

    BalasHapus
  6. Izin share ke sosmed laen

    BalasHapus
  7. Memilih karena meyakininya...

    BalasHapus
  8. Semoga Indonesia mendapatkan pemimpin yang terbaik serta amanah. Aamiin ☺

    BalasHapus
  9. Cara yg kmu tulis bro, hampir sama dgn pola pikirku slama ini

    Gue bilang loh tu terlalu mantap 👍👍👍

    BalasHapus
  10. Walaupun mas Dwika bilang mahasubjektif tapi saya nilai sangat objektif. Pada dasarnya orang tidak ingin kejeblos di lobang yang sama. Pilih jalan yang lain.

    BalasHapus
  11. Anjaayyyy. Sama gua juga, cebong insaaff hahaha

    BalasHapus
  12. Referensi buat calon pemilih yang belum menentukan pilihan presiden 2019....sangat berkualitas ulasannya Dwika

    BalasHapus
  13. G sadar gw baca dari atas sampai bawah hehehehe mantul....

    BalasHapus
  14. Yg bikin terjaru itu ketika generasi milenial punya peduli dg nasib bangsa ga cuma asyik main ML yg bikin kami para emak khawatir
    Bangga sama kamu dan kamu kamu yg lain nak....
    #thepowerofemakemak

    BalasHapus
  15. Tulisan ini keren, sama banget sama yang sy rasain sekarang, 2014 milih Prabowo, tahun ini sempat galau bakal tetap memilih beliau atau balik arah ke petahana.

    Yup, akhirnya saya jg memilih jadi kampret ahahaha.

    BalasHapus
  16. ternyata bukan gue doang yang "patah hati" ama gagalnya pa Anies nyalon di 2014...

    BalasHapus
  17. Dengan adanya tulisan ini , saya makin mantap memilih pak prabowo dan pak sandi .

    BalasHapus
  18. yg nulis ini adlah seorang calon yg pemikir dn berwawasan luas..lnjutkn..

    BalasHapus
  19. Mantep bang memang butuh pertimbangan yang mantap dan mencari sumber yg terpercaya juga soalnya media skrg yaa abang sendiri tau kan banyak yg memihak dbanding ditengah2 buat jdi refrensi pemilih baru kaya saya baru milih presiden tahun ini dan saya jga sependapat dengan abang milih jdi kampret jga😂

    BalasHapus
  20. Semoga tulisan ini menjadi pencerah bagi pemilih yang belum menentukan pilihan,. Semangat untuk perubahan Indonesia

    BalasHapus
  21. bang, w share ya..
    w terharu sm pesan pak prabowo..
    thx before

    BalasHapus
  22. Ya udah kl begini, gue putusin buat kasih suara ke #02. G jd golput

    BalasHapus
  23. mantap pintar sekali anda

    BalasHapus
  24. Tulisannya mantap.
    Subyeltif tp berdasarkan banyak referensi.

    Salam kenal

    BalasHapus
  25. Aihhh Keren tulisan nya mass Rizkydwika :D
    Btw 17 April 2019 jangan pada golput yooo hehe

    BalasHapus
  26. Luar biasa. Ternyata punya kepedulian tinggi terhadap bangsa dan negara NKRI.
    Salam dari pegambiran 591. Mudah2an tidak lupa.

    BalasHapus
  27. Mewakili bgt. Makin ntaps jadi kamprets akutuh 😂

    BalasHapus
  28. asem tenan nih tulisan, ringan ga perlu ngeluarin IQ sampe habis, tp membumi.
    #yourTurnBro

    BalasHapus
  29. Lanjuut... Tetap 02 wajib jadi presiden republik Indonesia ini... Aaamiin.. Allhumma aaamiin

    BalasHapus
  30. Tulisan yg sangat bagus...

    BalasHapus
  31. kamu anak pinteeer #jempolkubuatmu

    BalasHapus
  32. Kalo guwe karena prabowonya.. The king maker. Biar kate pasangan prabowo bantal guling. Guwe tetap prabowooo..... Bapak gue.. !!

    BalasHapus
  33. Semoga menjadi pilihan yg tepat. Saran aja, aib jangan diumbar2 apalagi dibanggain (sholat ashar) ��
    Sukses selalu bro, mantab

    BalasHapus
  34. Hahaha pengalaman yg mirip sm gw ,gw skeptis jadi gw coba berpikir ala cebong kemudian bwrpikir ala kampret,,, ternyata yg masuk akal mmg 02,,dan kalo gue jadi sandi gw mah ga bakal urusin bangsa gw bakal hepi2,,,tapi gw liat dua org kaya mau ngurusin bangsa ,,kluar dana sendiri buat pemilu,,

    Alasan boleh beda coblos tetap 02
    Salam akal sehat

    BalasHapus
  35. mantap bro, jujur gue 2014 pilih Joko karena dulu gue ketipu kesederhanaan dia. Kini gue sadar, gak mau dibohongi kedua kali. Apalagi Joko didukung cebong gak bermoral, lihat saja di malaysia surat suara sdh dicoblos 01, akun sosmed said didu dan dahlan iskan dirusak. Makin mantap gue dan orang sekampung pilih Prabowo Sandi.

    BalasHapus
  36. Debat terakhir capres 01 lebih dominan cawapres dipersilakan baru bicara beda dengan capres 02 dimana cawapres saling isi bernarasi.

    petahana yg sdh ambil momen kampanye 5 tahun lebih awal, masih juga gak ihklas cuti utk memberikan teladan bagi birokrat agar netral. Nyatanya banyak salahgunakan wewenang dan jabatan dg berpihak selama kampanye, selaku kepala negara presiden justru menuadi tuna untuk diteladani

    BalasHapus
  37. Anak muda yg cerdas semoga selalu meginspirasi kaum milenial lainnya

    BalasHapus
  38. Sambil baca, sambil dengerin lagu don't sleep away this night by.daniel Sahuleka.. ternyata enak juga ya

    BalasHapus
  39. Mantap bro
    👆👆👆

    BalasHapus
  40. Ini baru milenial. Gw suka dengan tulisan lo Dwika. Sangat subyektif.
    Tp ada satu kalimat yg bikin gw ga asik bacanya.. "Gerombolan 212". Kok kesannya gimana yah..?
    Gw yg teribat didalamnya merasa bangga jadi gerombolan 212, yg pada miladnya kemaren sangat disambut antusias oleh warga Jakarta.
    Tahukah bahwa pada milad 212 ekmarin tingkat hunian hotel di Jkt khususnya yg dekat dengan monas sangat tinggi, tiket pesawat terbang, kereta dan translotasi lainnya mendapatoan transaksi yang cukup bagus.
    Dan Ada juga diluar itu, semangat gotong royong ummat begitu sangat luar biasa untuk mensukseskan acara2 212 dengan baik, Aman terekndali dan kebersihan ttp dijaga. Bahkan rumoutpun tidak berani kami injak, saking kami jaganya agar bongky iseng tdk dapat gambar yg mereka inginkan.
    Beda dengan kubu sebelah yg kalau bikin acara selalu rusuh rebutan nasi, bersntakan dan kotor dgn sampah.
    Yahh emang beda kelas sih..

    Tp it's oke ocelah. Gpp mau dibilang gerombolan atau apalah- apalah.
    Dengan statemen lo memutuskan jadi kampret aja gw sdh senang banget..
    Welcome to the club bro.. we are KAMPRETORS.

    BalasHapus
  41. MasyaALLAH mudah2an banyak yang ikut ya coblos 02

    BalasHapus
  42. Ya ampuun aku suka analogi nya dengan mie instan.. Gampang bgt jd mikirnya. Alhamdulillah selamat berpesta dan menikmati diskon yg ada di hari Pemilihan ya mas. Dan mulai di benerin Asharnya jgn mepet ama Maghrib. Karena khusus shalat Ashar udh dikasih tau tuh sama Allah di QS2:238..hehe maklum bawel.. Saya emak2 soalnya.

    BalasHapus
  43. Semakin bangga dengan Millenial sekarang. Terus berjuang lah demi Negara yg lebih berdaulat. Ttd Emak".

    BalasHapus
  44. Semoga ada dwika dwika yg lain yg bisa membuat NKRI maju...negeri kita membutuh kan pemuda pemudi milenial yg punya visi kedepan

    BalasHapus
  45. Jazakumulloohu khoiron katsiron, Nanda
    Barokalloohu fiikum
    Berjuang untuk generasi Indonesia

    BalasHapus
  46. Jempol buat elo bro... Salam arsitektur

    BalasHapus
  47. Gua dulu termasuk pro petahana, di satu sisi gua bangga 4,5 taun ini banyak dibangun ini itu sm jagoan gua. Tp di sisi lain, gua ngerasain dampak berbagai kebijakan kenaikan tarif2, listrik, bbm, sembako. Gua rasain karena gua tulang punggung di keluarga, sedangkan kenaikan gaji gak seberapa dibanding inflasi. Gua bukan millenial yg gajinya dipake buat happy2 sendiri. Sampe akhirnya gua mikir, percuma bangun ini itu kalo rakyat banyak yg susah, pdhl kita negara kaya bangettt! Lagian kalo masalah bangun2 mah bukan cm jokowi yg bisa bangun ini itu. analogi gw, gmn misalnya anak yg br lulus sekolah gak punya kompetensi ini itu trus dikasih pinjeman duit 1 M disuruh bangun rumah. Bakal jadi nggak rumahnya? Jadi! Plua kemaren org terdekat dr presiden keciduk KPK, beda bgt sm apa yg gua percaya dr dulu kalo koruptor takut sm jkw. Akhirnya taun ini gua pindah haluan. Gua kampretos skrg!

    BalasHapus
  48. Jujur bung ane bukanlah tipe senang membaca tetapi ada kepenasaranan dari judul Tulisan tadi yang pada garis besarnya Masuk logika dan nalar buat ane yang bukanlah pemerhati politik tetapi dengam gamblang narasi lo sangatlah jelas dan ane jadi gk golput nih....

    BalasHapus
  49. Izin share ya. Menarik tulisannya

    BalasHapus
  50. Selamat buat Anda yang memantapkan pilihannya. Saya juga sudah mantap, untuk tidak memilih.

    BalasHapus
  51. Apapun pilihannya gunakan akal sehat...

    BalasHapus
  52. Begitulah, kadang akal sehat ia muncul ketika dibutuhkan dan dicari oleh manusia. SALAM AKAL SEHAT, PILIH 02

    BalasHapus
  53. 2014 aku ragu milih Jokowi, akhirnya nyoblos Prabowo. 2019 aku makin mantap milih Prabowo

    BalasHapus
  54. Penjelasan logis dengan akal sehat

    BalasHapus
  55. Wuih mannntaapp welcome new kampret hhhh

    BalasHapus
  56. Duh mas. Daripada dituntut yang enggak-enggak sama pendukung kubu 01, aku lebih khawatir kamu dituntut sama orang Uzbek dan Swahili gara-gara tulisan ini. Tetap sehat ya

    BalasHapus
  57. Anak muda yg cerdas dan keren kayak gini yang Indonesia perlukan. Pilih berdasarkan nalar bukan emosi.

    Numpang share buat keponakan2 ya.

    BalasHapus
  58. suka banget isi dan gaya menulisnya. welcome to the kempi family Mas...

    BalasHapus
  59. kayaknya kita seumuran Bang, podo jowone sisan. Tulisane jos, koyo sing tak rasakke. btw, ikut GMI pusat ya ? salam #weswayahe ..
    www.rezafahmaislami.web.id

    BalasHapus
  60. Alhamdulillah... Senang sekali membaca tulisan anda.. Anak muda hebat...yang paling hebat adalah anda telah dibimbing Alloh untuk tidak golput. Semoga shaolat asyar anda segera diperbaiki.. Karena sholat ashar dan shubuh merupakan sholat yang harus dijaga.. Sholat wustho.. Selamat bergabung dalam pilihan yang sama PRABOWO SANDI .

    BalasHapus
  61. Keren tulisannya bro, mantap nih millenial Indonesia, semoga banyak yg terinspirasi dan mengikuti jejak anda.

    BalasHapus
  62. 02 untuk oksigen Indonesia

    BalasHapus
  63. TOGELWOW2 adalah bandar togel terpercaya, terbaik, dan teraman di Indonesia
    TOGELWOW2 merupakan salah satu situs judi online terbesar yang menyediakan berbagai macam permainan yang menggunakan uang asli. seperti togel online, live casino, dan slot games.

    Sebagai Bandar Togel Online Terpercaya, Togelwow2 menyediakan 6 pasaran togel resmi yang sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta togel. Mulai dari, Togel Sydney, Togel Singapore, Togel Hongkong, Togel Timorleste, Togel Britania, dan Togel Wynn.

    SEKARANG SUDAH ADA HADIR GAMES TERBARU JUGA BOS ( SLOTS, CARD GAMES, TABLE GAMES, DAN POKER )

    – PROMO NEW MEMBER 10%
    – BONUS DEPO HARIAN 2%
    – KUIS TEBAK LINE TIAP HARI TIAP PASARAN
    - PROMO BONUS PRIZE 4D

    *Memberikan Discount Terbesar :
    2D disc 29,5 % Hadiah x 70
    3D disc 59 % Hadiah x 400
    4D disc 66 % Hadiah x 3.000

    Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS TOGELWOW2
    BBM : TOGELWOW2
    WHATSAPP : +85593858376

    Togel Online
    Bandar Judi Online
    Bandar Togel Terpercaya
    Prediksi Togel
    Data Keluaran Togel
    Cerita Dewasa Terbaru
    Nonton Bokep Terbaru

    BalasHapus
  64. Ajiiibb broo dwika. Salam kampretos. Hehe

    BalasHapus
  65. wah sesama bloger, dapet banget inti dari tulisannya. Haha, bukan karena gue dari awal mendedikasikan diri jadi kampret, tapi karena memang logikanya gue ga bs nyambung dengan para relawan sebelah. Pengen nulis kayak begini juga, takut diciduk. haha.. sukseslah buat suntikan literasinya. gue share boleh yaa

    BalasHapus
  66. yaAllah couldnt agree more sih sama apa yg mas tulis di sini. mayhaps u SNAPPED !

    BalasHapus
  67. Trims sdh di share atas pengalamannya. Semoga 17 april kita semua yg menginginka pemimpin baru bisa terwujud....aamiinn....02

    BalasHapus
  68. Kwkwkw sama lo kaya gua bro :v kampret newbie

    BalasHapus
  69. Tulisan yang bagus.
    Sumber / link berita nya, pembaca di buat nyaman dan merasa aman karena telah di saring dr sumber yang sahih..

    Good Job dik..

    BalasHapus
  70. Tulisannya enak dibaca dan sesuai fakta dengan dukungan sumber terpercaya. semakin yakin untuk dukung PAS. semoga Indonesia Menang. salam dari promo daihatsu cikarang 2019

    BalasHapus
  71. Tulisan khas Milenial, Menginspirasi kita, lanjutkan bro....salam sukses

    BalasHapus
  72. Alhamdulillah, analisa dan prediksi yg mantul banget!!!
    Gue jadi kian mantep untuk memilih Prabowo-Sandi. Terimakasih, Ndan 😘🙏

    BalasHapus
  73. Saya jadi kampret. Aowkaowkawok

    BalasHapus
  74. wah mantapppp tapi saya tetep pilih 01. karena saya merasakan BBM 1 harga dimanapun. jalanan lancar coba keyogya mana bisa secepat sekarang dari jakarta. Tol disumatra juga udah jadi. Bahkan Indonesia punya MRT. dan kalo saya coblos 02 sudah dipastikan 2024 prabowo akan nyalon lagi sebagai petahanan. saya mau 2024 banyak calon2 bagus. seperti ridwan kamil dll. jadi saya memutuskan akan mempertahankan pak Jokowi. dia memang tidak sempurna. tapi mentri2 susi dan mentri sri mulyani tidak akan mau bekerja dibawah pak prabowo bukan

    BalasHapus
  75. Dek, duile manggilnya adek, hahahaha, ga cuman dirimu yang patah hati wkatu Pak Anies ga maju di 2014. Waktu dia diberhentikan dari mendikbud aja saya patah hati. Untungnya UN tetap dihapus, yeaaay.

    BalasHapus
  76. MasyaAlloh ini menggambarkan kata hati gue banget. Nyaris mau golput kmnamun emang gongnya ada di Sandiaga Uno,membuat gue merasa ada angin segar, sesegar saat melihat wajahnya. Qadarullah kalau kalau ya.. Memang belum rejeki.. Pemilu selanjutnya jgn pak prabowo lagi lah kudu org baru fresh! Lelah hahaha

    BalasHapus