2in1, AWARD!
Diposkan oleh rizkidwika

Hadeh hadeh.
Jarang ngeblog lagi!
Susahnya kalau di rumah nggak ada modem, akhirnya kudu beli pulsa M3 gprs dulu dah, baru di connect ke internet. Itu juga kadang-kadang pulsanya keburu abis, padahal belum sempet mosting. Hrr.

Tadinya gue nggak ngarti apa itu maksudnya award-award yang suka mejeng di blog temen-temen yang gue kunjungi pas blogwalking. Dan gue jadi envy sama mereka yang koleksi awardnya bejibun.
Nah, kebetulan BELA ngasih gue award pertama! Di tambah lagi ada MIRANTI yang ngasih award juga! YEEEEEEEEEHA!

Berhubung koneksi pertemanan gue masih dikit, maka barangsiapa yang namanya tercantum di bawah ini, maka anda mendapatkan DUA AWARD SEKALIGUS! GOKIL KAGA NTUH!
TO THE POINT AJA DAH!

***


Judulnya : JADILAH BLOGGER SEJATI, harusnya ada sepuluh orang yang dikasih, tapi biar singkat (baca:males copy paste) akhirnya cuma ada tujuh yang beruntung!
6. Hanan

Dan ini free bonus buat kalian, UHUY!

*thanks to BELA, maaf kaga diambil-ambil awardnya :))
FINALY, DONE! KELAR JUGA NGASIH AWARD!
MATA GUA KRIYEP KRIYEEEEEP!

Photo

25/09/2010

di 21:32


Label:

Catatan Liburan Lebaran
Diposkan oleh rizkidwika

Halo semuanyaa.
Akhirnya bisa update blog lagi, maklum soalnya kemarin-kemarin gue lagi pulang kampu, eh pulang kota ke Semarang, hehe. So, pada kesempatan kali ini, gue bakal menceritakan pengalaman plesir gue dan keluarga ke kota bandeng yang terletak lima ratus kilometer dari Jakarta ini. Here we go!


Lagi-lagi, untuk enam belas tahun berturut-turut gue menghabiskan waktu lebaran di Semarang.
H-2, gue sekeluarga stay di rumah nenek gue di kawasan Srondol, Banyumanik.
Disana, (seperti biasa) kami makan-makan opor ayam, sambel goreng ati, dan berbagai macam kue kering.
Disana, (seperti biasa juga), gue mendapatkan THR yang jumlahnya lumayan.
Disana, (seperti biasa lagi), gue menghabiskan THR dengan jalan-jalan ke mall.
Benar-benar lingkaran perputaran uang yang tiada habisnya.

Tapi, lebaran kali ini ada yang nggak biasa.
Lebaran kali ini, kami banyak banget mengunjungi tempat-tempat antah berantah yang tadinya belum pernah kami kunjungi sekalipun.

***

Beberapa hari setelah lebaran, gue dan keluarga pergi ke Kudus untuk nyekar eyang kakung yang dimakamkan disana. Jarak Kudus dari Semarang relatif dekat, hanya membutuhkan satu jam perjalanan dengan darat. Setelah sampai di kota Kudus, kami terlebih dahulu nyekar ke pesarean (permakaman).

Pulang dari nyekar, kami menyempatkan jalan-jalan mengelilingi kota Kudus dan sarapan soto kudus di warung soto kudus bu Jatmi. Sumpah makanan ini seger banget. Soto di warung bu Jatmi ada dua, satu soto ayam, dan satunya lagi soto kerbau. What? Kerbau? Pasti pada bingung kan?

Begini ceritanya, untuk menghargai ummat hindu di kota Kudus dulu, Sunan Kudus memberikan perintah agar qurban sapi di ganti dengan kerbau (seperti yang kita tahu bahwa sapi adalah hewan yang disucikan dalam agama hindu). Dan perintah itu masih di pegang teguh oleh warga Kudus sampai sekarang.

Di sana, gue nambah satu mangkok. Paduan antara kuah, daging ayam, nasi, bawang goreng, jeruk nipis, sambel kecap, otak goreng, sate usus, dan kerupuk rambaknya hmmm, unyu banget lah!
Abis kenyang, abis makan-makan, kami pulang menuju Semarang.

***

Tadinya gue kira kami langsung pulang, eh nggak tahunya pas memasuki Kabupaten Demak, kami berhenti di Masjid Agung Demak untuk shalat zuhur. Asiiiik! Akhirnya gue kesampean juga shalat di masjid ini, nggak sekadar bisa lihat di TV doang.

Ternyata, shalat zuhur di sana empat raka'at juga (yaiyalah, pe'a!)
Selepas shalat zuhur, kami berkeliling dan masuk ke museum Masjid Agung Demak.
Nah, gue menemukan sesuatu yang unik disana. Di dinding, terpampang silsilah dan sejarah darah biru dari zaman kerajaan Majapahit. Dan lihat, ada nama Brawijaya V!

Menurut silsilah keluarga dari Ibu, kami ada keturunan dari Brawijaya V, lalu turun ke Pangeran Arya Damar (Palembang), lalu turun lagi ke Reksanegara 1,2,3, dan akhirnya setelah beberapa generasi sampailah ke gue. Apakah gue ada keturunan darah biru? Setahu gue kalo mimisan masih merah warnanya.

Setelah capek-capek, kami balik ke Semarang.
Perjalanan ziarah kami berakhir, dan kami menghabiskan sisa liburan dengan pesta-pesta dan makan-makan dua hari dua malam.
Ya Allah, semoga nggak nambah lagi berat badannya.
Liburan selesai, dan kami sekarang sudah di Bekasi.


Rizki Dwika dan Keluarga mengucapkan;
Minal Aidin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Photo

17/09/2010

di 13:55


Label:

Selamat (Menjelang) Idul Fitri
Diposkan oleh rizkidwika


Pembaca sekalian,
Saya pemilik blog ini sekaligus
(calon) penulis mengucapkan;
SELAMAT LEBARAN DAN LIBURAN
Saya cuti nulis dulu ya, mau mudik
Wassalam :)

Photo

06/09/2010

di 23:10


Label:

GANYANG M(4L4Y)SIA
Diposkan oleh rizkidwika

Heyho loyal visitors!
Tadinya gue bingung mau nulis apa lagi di blog ini, dan akhirnya setelah terinspirasi dari berita di TV yang ngebahas Malaysia lawan Indonesia terus, akhirnya gue mulai labil untuk ikut-ikutan ngebahas masalah ini. Anyway, gue lagi ikutan Internet Sehat Blog Award loh! Iseng-iseng aja, siapa tahu menang kategori student. Iya kaga coy?

Oke back to the main topic.
Ini udah kesekian kalinya Malaysia mengganggu ketenangan batin 235 juta penduduk Indonesia (Data dari sensus 2010, belum termasuk para koruptor yang ngelariin duit keluar negeri). Masih pada inget kan sama tragedi pemukulan wasit Kolopita, penyiksaan TKI, sampai masalah pencurian budaya seperti lagu rasa sayange, angklung, reog Ponorogo, sampai tari pendet?

Masalah yang sekompleks itu tentu aja bikin kita marah sama negeri jiran. Pada tahun 2008, berbagai situs dan blog dibuat untuk saling menyerang di dunia maya (estianty), hingga akhirnya lahir nama baru untuk Malaysia, MALINGSIA; Truly Maling Asia. Malah gue juga ikut-ikutan ganyang Malingsia. Dengan berbekal ilmu ngeblog seadanya, gue bikin blog provokatif yang gue beri nama RASA GANYANG MALINGSIA, plesetan dari paket wisata mereka Rasa Sayang Malaysia. Di situs itu gue ngumpulin berita, bikin artikel, sampai ngedit-ngedit foto dengan PAINT. Iya saudara-saudara, PAINT! Microsoft Paint! Hebat kan?

Ehm, kok malah narsis ya?
Oke, Negara tetangga kita itu emang suka iseng. Mungkin sebenarnya dia ada rasa sama kita. Biasanya kan kalo ada orang caper yang ngegangguin kita terus itu namanya minta diperhatiin kan? Lihat aja tingkahnya mereka, yang ngata-ngatain kita dengan sebutan INDON (mungkin ini karena akhiran ESIA-nya udah dipake sama Bakrie Telecom kali ya?), sampai masalah yang paling panas, penangkapan tiga petugas KKP yang mengundang reaksi keras dari warga Negara Indonesia, dari mulai ngelemparin tinja sampai ngajak perang.

Nah, masalahnya reaksi keras itu malah ditanggapi lagi oleh perdana menteri mereka dengan keras juga!
Si Najib (perdana menteri mereka) bilang kalau media dan demonstran Indonesia itu lebay. Menurut gue sih wajar aja si Najib ngomong gitu. Bayangin coy, kedubes mereka di Rasuna Said Jakarta dilempari dengan tinja alias kotoran manusia! Bukan masalah ngebayangin gimana marahnya Malaysia, tapi coba bayangin; BAGAIMANA PARA DEMONSTRAN ITU BISA MELEMPARKAN TINJA KE KEDUBES MALAYSIA? Apakah:

a. Dipegang langsung pakai tangan lalu dicuci pake lifebuoy
b. Disemprot pake selang tangki sedot WC, atau
c. Dilihat, diraba, diterawang?

***

Oke, gue sebagai Pemuda Inosen Harapan Bangsa punya solusi yang tepat untuk ngelawan Malaysia daripada ngajak perang sama mereka. Solusi ini gue beri nama TRI-DR.BOYKE. Walau namanya aneh dan mirip sama nama dokter kelamin terkemuka, tapi tenang aja, solusi ini ampuh!

1. harusnya DaRi dulu tarik tki kita!
Menurut Bapak SBY kemarin, ada dua juta lebih pekerja Indonesia di Malaysia, dan yang illegal bisa hampir setengahnya. Nah, kalau Pak SBY memang hebat dan juga unyu, harusnya Beliau berani mengancam menarik TKI di Malaysia!

Asal kalian tahu aja. TKI di Malaysia itu berperan penting dalam pembangunan dasar perekonomian mereka. Mau bangun gedung, kulinya pake TKI. Mau nyari pembantu, pake TKI. Mau nyabutin kelapa sawit (Malaysia adalah penghasil kelapa sawit terbesar kedua di dunia) aja masih pake TKI. Kalau semuanya dicabut, bakal hancur Negara mereka!

Ya walaupun TKI menyumbang devisa Negara sampai puluhan milyar, kalau kita bisa setegas itu, ya itu konsekuensinya. Bukankah harga diri bangsa yang udah merdeka 65 tahun ini lebih mahal daripada itu semua? Beuh, saik omongan gue.

2. BOYkot upin-ipin
Siapa yang nggak kenal Upin-Ipin? Kisah dua tuyul botak yang terlahir kembar unyu ini udah jadi makanan pokok ketiga anak-anak Indonesia setelah Unyil dan Dahsyat. Seperti yang udah kita tau, kartun ini buatan Malaysia! Nah sebagai langkah awal, mau tidak mau pemerintah harus memboykot Upin-Ipin. Soal pembebasan Susanti, itu bisa kita pikirkan nanti bung!

3. KEnapa nggak manggil mereka dengan alay?
Kalau mereka bisa manggil kita seenaknya dengan INDON, kenapa kita nggak manggil mereka dengan sebutan alay (atau dalam buku referensi lain ditulis dengan nama 4L4Y). Bukankah alay lagi ngetren di kehidupan kita bung? Dan bukankah alay-alay yang di Inbox atau Dahsyat dandanannya terinspirasi dari band aliran melayu, dan melayu itu identik dengan Malaysia?

Jadi jangan lupa saudara-saudara.
Kalau dulu ada TRITURA,
Kalau di Pramuka ada TRISATYA,
Kalau kampus di Jakarta Barat namanya TRISAKTI,
Kalau artis namanya Annisa TRIHAPSARI
Kalau buat Ganyang M4L4YSIA, kita punya TRI-DR.BOYKE!
Jayalah selalu Indonesia-ku!
Unyu!

Photo

03/09/2010

di 20:54


Label:

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah