Laman Catatan Perjalanan

Rizki Dwika Aprilian

(n) an Architecture-Interiorist. Makhluk Tuhan Paling Bekasi. Menulis, Jalan-jalan, Ber-arsitektur.

Rabu, 16 Januari 2019

#SabdaDwika: Ta'kenal Maka Ta'aruf

  • Januari 16, 2019
  • by


Halo, Netijen!
Mon maap, gue memilih nggak menggunakan Yutub dan membuat video pengakuan ala-ala dikarenakan gue nggak mahir ngedit video, kurangnya peralatan, dan nggak tega membuat kuota kalian terbuang sia-sia hanya untuk mengetahui Nicsap itu siapa. Tapi semoga pesannya bisa tersampaikan lewat tulisan ini.

Nggak ada angin, nggak ada ujan, dan tanpa tedeng aling-aling, dua minggu yang lalu sebuah pesan broadcast tersebar dari akun line -Arsiteg!- yang konon dikirim langsung oleh Nicholas Saputra. Pesan itu berisi sebuah link instagram yang kemudian membongkar siapakah sosok Nicsap dan apa yang mau diumumkannya lewat dunia maya.

Gue yakin beberapa dari kalian bergumam, "paan sih neh tahun baru udeh ganggu aje".

Nggak taunya, dalam waktu yang nggak nyampe sejam engagement yang masuk ke instagram -Arsiteg!- pun lumayan gede, di mana setiap stories yang diupload dilihat minimal sama enam ratus orang. Ternyata stories itu menceritakan tentang sebuah project buku yang baru aja selesai diterbitin oleh sama Nicsap sang admin akun -Arsiteg- dan beredar di Gramedia se-Indonesia.
Dan ternyata… sosok Nicsap itu adalah gue sendiri.

Perkenalkan. Nama gue @RizkiDwika (klik aja kalo mau kepoin profil dan CV-nya, trims), aktor intelektual di balik akun nista di LINE@ bernama -Arsiteg!- yang sekarang sibuk menjadi asdos di kampus paling kuning se-Indonesia. Sebetulnya, kebanyakan dari mahasiswa di kampus gue udah banyak yang kenal siapa Nicsap sebetulnya, hanya saja gue berpura-pura polos, nggak tahu apa-apa dan tetap behave sebagai asdos yang keliatan cerdas dan mencerdaskanYa iyalah! namanya juga dibayar buat jadi orang bener, mana ada asdos dibayar buat nge-receh yekan?! 

Selama ini, gue memilih nama alter Nicholas Saputra (Nicsap) dan mengaku-ngaku sebagai dia disebabkan kesamaan wajah, jurusan, dan almamater antara gue dan Nicsap, di mana doi merupakan anak Arsitektur UI angkatan 2002, sedangkan gue 2011. Jadi, bisa dikira-kira lah ya gue sekarang umurnya berapa.

Secara usia, mungkin gue emang udah agak terpaut jauh sama kalian para pengikut akun nista -Arsiteg!-. Tapi jangan salah, gini-gini gue masih bisa dihitung maba karena tahun ini gue bakal kembali melanjutkan studi gue di program S-2 Institut Tehnologi Bandung Borromeus yang ada di Ibu Kota Priangan sana.Kuy nak-anak Bandung pemuja Yogurt Cisangkuy mana suaranya??! 

***


Ambisi Lama yang (Akhirnya) Terselesaikan
Awal 2019, gue akhirnya membuka identitas gue bersamaan dengan meluncurnya naskah komedi gue ke toko-toko buku di bawah bendera Elexmedia milik grup Kompas Gramedia. Naskah ini gue beri judul A-SH*T-TORTURE: Epos Heroik Mahasiswa Arsitektur yang isinya menceritakan perjalanan suka, duka, dan betapa pahitnya hidup di dunia persilatan sebagai mahasiswa arsitektur.













Buku ini nggak cuma ditujukan bagi kamu-kamu mahasiswa arsitektur yang sedang meratapi nasib karena sebentar lagi perkuliahan semester baru bakal dimulai. Secara khusus, buku ini juga ditujukan bagi para alumni yang sekarang udah berkarir menjadi budak biro dan korporat, orang awam yang penasaran gimana rasanya kuliah arsitektur, serta ditujukan bagi dedek-dedek SMA yang berminat masuk arsitektur tapi nggak punya gambaran tentang apa yang bakal dipelajarinya kalo keterima di kampus idamannya.

Meski gue sengaja menceritakannya dalam kemasan yang ringan dan komedinya kadang kelewat recehan, menurut testimoni para dosen yang gue ajak ngobrol mengenai buku ini, A-SH*T-TORTURE adalah buku pertama di Indonesia yang secara gamblang menceritakan tentang apa dan gimana jurusan arsitektur itu sebetulnyasoalnya hampir sepuluh tahun yang lalu pernah ada buku yang mengangkat hal yang sama, tapi buku itu nggak berhasil menyampaikan perbedaan antara arsitektur dengan teknik sipil.

FYI, ketahuilah bahwa buku ini bukanlah buku yang dibuat secara instan. Kitab komedi ini udah ada sejak 2013 dan menyertai cerita pasang surut kehidupan pribadi gue, mulai dari hampir berlabuhnya naskah ini di penerbit yang sama dengan Raditya Dika tapi gagal deal, sedih euy- kemudian gue harus menjalani studio di tahun akhir, skripsian, wisuda, menjadi budak biro interior, hingga balik lagi ke kampus asal sebagai asdos demi pemanasan sebelum ngelanjutin sekolah lagi.


Naskah Pertama yang direject Semesta :(






Akhirnya, selama lima tahun naskah ini mendekam sia-sia di drive D laptop gue, padahal gue yakin betul buku ini menjadi buku yang sangat penting karena selama ini nggak ada buku yang bisa menjelaskan pada dunia betapa menderitanya kuliah di bidang arsitektur dengan segala tetekbengeknya. Kalo bukan kita yang nulis, siapa lagi coba?

Mei 2018, ndilalah naskah ini menemukan jalannya sendiri.

Lewat Twitter, gue dikasih tau temen gue tentang twit seorang editor yang lagi nyari naskah buat diterbitin. Setelah berkabar dan ngirimin soft-file nya, sebulan kemudian gue mendapatkan lampu ijo lewat sebuah email di kotak masuk. Damn. tembus...


Automimisan dalam 3...2...


















Setelah melewati proses ketemuan di kantornya, editing, bahas konten dan layout, dan lain sebagainya mulai dari sebelum lebaran hingga November 2018, akhirnya naskah ini naik cetak di akhir tahun dan per Januari ini, ada 2000 eksemplar yang dilepas ke seluruh Gramedia dan toko buku lainnya se-Indonesia. Beberapa dari kalian pasti udah ada yang khilaf buat membeli dan membacanya, karena beberapa pembaca stranger banyak yang tiba-tiba nge-DM dan ngirimin foto mereka beserta testimonial setelah membaca bukunya.
Ah, sebahagia itu rasanya.










   

Di Balik Akun -Arsiteg!-

Sementara naskah gue mendekam di harddisk dan di tengah keputusasaan gue karena gagal deal dengan penerbit sebelumnya, semenjak NAVER mengeluarkan fitur bernama LINE@ dan mulai banyak official account bermunculan, gue terinspirasi untuk membuat OA sendiri. Maka pada akhir 2015, lahirlah akun bernama -Arsiteg!- yang mencoba dikenal lewat postingannya yang absurd, random, dan kadang kelewat receh. Dimulai dari pengikutnya masih sedikit dan cuma di kalangan kampus sendiri, kemudian akun ini mulai merambah temen-temen arsi di Indonesia terutama di kampus-kampus yang berbasis di Pulau Jawa.

Ketimbang akun-akun OA lainnya yang bermunculan, hal yang sengaja gue buat beda adalah di akun -Arsiteg!- ini gue membuka interaksi chat satu per satu sehingga siapa aja bisa ngobrol dengan admin yang anonim secara pribadi. Nggak usah kebayang gimana rasanya, capek banget bor!

Setiap hari menjelang pengumpulan tugas, gue membalas satu-satu chat dari para jamaah -Arsiteg!- yang begadang dan minta ditemenin, bahkan gue sempat membayar mahasiswa gue buat menyambi admin karena gue kewalahan ngurus -Arsiteg!- sendiran. Randomnya lagi, nggak jarang ada mahasiswa gue yang ngeluhin tugas padahal doi nge-chat dengan asdosnya sendiri tanpa ia sadari.
Tapi nggak apa-apa, semua demi membahagiakan netizen, aku jabani.

Per hari ini, jamaah pengikut akun -Arsiteg!- udah mencapai angka 8300. Angka yang mungkin sedikit kalo dibandingin sama akun receh lainnya, tapi kelewat besar bagi gue yang nggak nyangka bakal sebanyak ini.
Per hari ini juga, identitas gue udah nggak dirahasiakan lagi. Buku gue juga bisa ditemukan di sana sini.

Ke depannya, gue berencana untuk menyeriusi akun -Arsiteg!- dan meramaikan instagram dengan konten yang lebih berfaedah dan mencerdaskan buat yang kepengin menjadi arsitek yang nggak sekadar artsy tapi juga ngerti tentang hal-hal semisal sejarah, teori, dan sebagainya yang nggak kalah pentingnya.
Ke depannya juga, gue berencana bekerjasama dengan beberapa akun masuk kampus/PTN supaya bisa ngasih pengalaman yang mencerahkan buat anak-anak kelas tiga SMA supaya mereka nggak salah jurusan (kayak yang terlanjur kamu-kamu ini rasakan) nantinya.
Rencana lebih panjangnya, kalo buku pertama ini laris, gue bakal membuat sekuelnya untuk tahun depan. Jadi, jangan lupa sisihin tabunganmu sebesar Rp79.800,00 buat belanja buku ini dan promosikan juga ke dedek-dedek kamu yang masih SMA! Kemahalan? Tenang. Weekend ini bakal gue kasih tahu promosi menarik apa aja yang bisa lo dapetin buat membeli buku komedi nista ini.

Intinya sih, salam kenal lagi, ya!
Jangan lupa dibeli bukunya >:)



___________________________________

Rizki Dwika (alhamdulillah sudah) S.Ars.
Architecture interior-ist.
Junior Researcher and Teaching Assistant.
Interior Architecture, Universitas Indonesia.
twitter, ig, etc. @rizkidwika

1 komentar:

  1. Casino Kings | A - Jordan 16 Retro
    Casino Kings is find air jordan 18 retro men red a room at air jordan 18 retro racer blue my site Jordan's 16-bit Casino and air jordan 18 stockx to good site Resort, offering get air jordan 18 retro men blue great amenities and great gaming, with the latest in entertainment. air jordan 18 retro

    BalasHapus